Bus Salawat, Bikin Jamaah Haji Tak Berjalan Jauh Lagi

Bus Salawat, Bikin Jamaah Haji Tak Berjalan Jauh Lagi

Bus Salawat, armada yang melayani jamaah Indonesia selama di Tanah Suci © Media Indonesia

Tak semua jamaah haji beruntung bisa mendapat penginapan terbaik di Tanah Suci, dengan jarak tempuh ke lokasi peribadatan yang dalam hitungan jarak wajar berjalan kaki. Maka tak sedikit jamaah yang harus menempuh jarak kiloan meter untuk menuju tempat ibadah. Lelah, pasti. Apalagi tak semua jamaah miliki kondisi tubuh yang sehat.

Demi mendukung upaya jamaah agar mampu sempurnakan ibadah haji, pemerintah RI lewat Kementerian Agama mengadakan transportasi khusus untuk mengatasi persoalan tersebut. Kini jamaah haji yang menginap dalam radius 600 meter hingga lebih dari 1,5 kilometer dari Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Mekah, dapat menikmati fasilitas gratis tersebut.

Fasilitas tersebut berupa bus, dinamakan bus Salawat. Berfungsi sejak 4 Agustus 2017, bus berjumlah 314 armada ini akan dioperasikan setiap hari selama 24 jam sehari. Rute bus menggunakan sistem shuttle, yaitu memutar. Terdapat 39 halte, 1 terminal transit dan 3 teminal akhir yang akan melayani jamaah yang melaksanakan shalat lima waktu di masjid-masjid utama.

Petugas haji telah melakukan pendataan penginapan jamaah haji Indonesia, untuk proses penjemputan. Lokasi penjemputan diadakan di titik-titik peribadatan, seperti masjid. Petugas telah menyiapkan lokasi titik penjemputan (check point) semacam halte, yang berhenti di tiap 120 meter.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Deretan Bus Salawat yang melayani jamaah Indonesia di Tanah Suci. © Harian Terbit

Di tiap titik penjemputan ditempatkan satu petugas yang akan membantu jamaah. Para jamah diminta memahami rute masing-masing penginapan. Untuk mempermudah jemaah mengenali rute bus, petugas siapkan stiker rute yang memuat informasi kesebelas rute berikut.

  • Rute 1 - warna biru : Aziziah Janubiah – Jamarat
  • Rute 2 - warna kuning : Aziziah Syimaliah 1 – Jamarat
  • Rute 3 - warna merah: Aziziah Syimaliah 2 – Jamarat
  • Rute 4 - warna putih: Jamarat – Mahbas Jin – Bab Ali
  • Rute 5 - warna biru: Syisyah – Syib Amir
  • Rute 6 - warna ungu: Syisyah Raudhah – Syib Amir
  • Rute 7 - warna hijau: Syisyah 1 – Syib Amir
  • Rute 8 - warna abu-abu: Syisyah 2 – Syib Amir
  • Rute 9 - warna merah jambu: Raudhah – Syib Amir
  • Rute 10 - warna hitam: Bibab/Jarwal – Rea Bakhas/Jiad
  • Rute 11 - warna coklat: Misfalah/Nakkasah – Rea Bakhas/Jiad.

[Baca juga: Begini Penampakan Promosi Indonesia pada Angkutan Bus Jamaah Haji]


Stiker dicetak dua ukuran, yang besar untuk ditempel di bus sedangkan yang kecil ukuran kartu nama untuk dibagikan kepada jamaah. Stiker jamaah akan dipasang di paspor masing-masing, dengan warna sesuai rute ke tempat penginapan.

Petugas memastikan bahwa bus yang digunakan dalam kondisi baik, merupaka bus produksi tahun 2009, 2013 dan 2016. Bus yang dilengkapi pendingin udara ini mampu menampung 75 orang. Uniknya, di tiap bus juga dipasangi stiker bertuliskan Indonesia. Selain menjadi penanda bagi jamaah, juga menjadi ajang untuk mempromosikan Indonesia.

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi17%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Tak Disangka! Kota di Indonesia Ini Jadi yang Paling Populer di Instagram Stories Sebelummnya

Tak Disangka! Kota di Indonesia Ini Jadi yang Paling Populer di Instagram Stories

SEA Games 2019: Indonesia ke Final Lagi Setelah 6 Tahun! Selanjutnya

SEA Games 2019: Indonesia ke Final Lagi Setelah 6 Tahun!

Adriani Zulivan
@adrianizulivan

Adriani Zulivan

http://heritageinventory.web.id/

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster management, maternal and neonatal health and animal welfare issue. In the learning process to reduce plastic waste, and using Indonesian cosmetic products.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.