Lupa Sandi?

GESITS, Motor Listrik Buatan ITS Siap Jadi Kendaraan Nasional

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
GESITS, Motor Listrik Buatan ITS Siap Jadi Kendaraan Nasional

Salah satu hal yang turut sedang digaungkan selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah menggalakkan inovasi dalam bidang ilmu pengetahuan teknologi. Artinya bahwa anak – anak bangsa harus bisa mengembangkan kapasitasnya dalam bidang pengembangan teknologi dan menciptakan hal – hal baru yang sekiranya bermanfaat bagi bangsa ini kedepannya.

Hal senada juga diperkuat dengan pernyataan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir ketika membuka penyelenggaraan Start Up National Forum di Universitas Negeri Makassar, Jumat, 11 Agustus 2017 lalu. “Hasil riset tidak boleh berhenti di perpustakaan. Harus ada inovasi yang dikomersialisasi dan dipublikasi,” jelas Nasir dalam sambutannya.

Bicara tentang inovasi dan komersialisasi, motor listrit GESISTS adalah salah satu bentuk dari inovasi anak bangsa yang sedang berada dalam tahap komersialisasi. Saat ini, motor listrik tersebut sedang dalam tahap produksi massal dan akan dipasarkan mulai 2018 mendatang, bekerja sama dengan Garasindo. Tidak tanggung – tanggung, produksi massal perdana dari GESITS mencapai lima puluh ribu. Sebagian dari jumlah tersebut telah dipesan oleh berbagai instansi seperti PT Telkom dan Pemerintah Provinsi Bali.

Dikaryakan oleh anak - anak bangsa, inilah spesifikasi GESITS secara mendetail (gesits.co.id)
Dikaryakan oleh anak - anak bangsa, inilah spesifikasi GESITS secara mendetail (gesits.co.id)

Motor listrik GESITS dengan daya 5KW untuk sekali perjalanan  bisa mencapai jarak tempuh 80 – 100km.  Ini menandakan bahwa produk – produk buatan anak bangsa layak untuk diapresiasi dan diberikan tempat seluas mungkin untuk menunjukkan eksistensinya di tanah mereka sendiri. Sejak diperkenalkan beberapa waktu yang lalu, GESITS kerap digembar – gemborkan akan menjadi kendaraan nasional. Namun belum ada gaung yang sacara sah dan meyakinkan meyatakan bahwa GESITS adalah benar – benar kendaraan nasional.

“Dukungan dari pemerintah, dalam hal ini beberapa kementerian yang berkaitan dengan pengurusan standarisasi, uji kelayakan hingga pengurusan perijinan pertaturan penerapan kendaraan listrik untuk digunakan masyarakat umum,” kata Alief Wikarta ST., MSc.Eng. Ph.D, salah satu  tokoh yang berada dibalik hadirnya motor listrik GESITS ketika ditemui di Arena pameran Ritech Expo 2017.

 Lebih lanjut lagi, Dosen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini menyampaikan bahwa gaung dari GESITS sebagai kendaraan nasional hanyalah tinggal menunggu pernyataan resmi dari Presiden Republik Indonesia. Jika hal itu terjadi, maka GESITS dengan resmi akan menjadi kendaraan nasional.    

Alief Wikarta bersama GESITS yang dipamerkan di Ritech Expo 2017, Makassar
Alief Wikarta bersama GESITS yang dipamerkan pada  Ritech Expo 2017 di Makassar

Alief juga menyampaikan bahwa presiden pernah mencanangkan bahwa pada tahun 2025 mendatang sudah ahrus ada 2,1 juta kendaraan listrik yang akan beredar di Indonesia. Ia juga menyampaikan kekhawatiran bahwa dengan target tersebut, akan besar kemungkinannya bahwa kendaraan listrik yang akan datang adalah kendaraan – kendaraan buatan luar negeri, sementara di negeri sendiri kita telah bisa memproduksi kendaraan listrik yang tidak kalah kualitasnya.

Pentingnya status sebagai kendaraan nasional tentunya akan berdampak pada komersialisasi penggunaan dan persebarannya di tanah air. Jika disahkan sebagai kendaraan nasional, GESITS akan menjadi prioritas utama sebagai kendaraan listrik  yang digunakan secara massal di tanah air. “Itu yang menjadi pilihan kita bersama, bahwa kita harus percaya dengan kemampuan kita sendiri. Dukungan dari pemerintah  tentunya sangat diperlukan,” tuturnya.


*GNFI

Pilih BanggaBangga93%
Pilih SedihSedih7%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie