Stop Narkoba!

Stop Narkoba!

Obat-obatan © jarmoluk di pixabay.com

Pagi ini saya bangun seperti biasa. Saya bangun pukul 04.26. Saya menuruni tangga menuju lantai satu. Saya membuka pintu menuju dapur, lalu mengambil handuk dan mandi.

Setelah mandi saya shalat Subuh. Setelah shalat saya memeriksa isi tas sekolah saya. “Buku tema sudah, tematik sudah, pensil sudah… yap! Semua lengkap.”

Saya menuju dapur. Di dapur makanan sudah siap. Saya makan dengan lauk tempe dan telur dadar.

***

Sesampainya di sekolah saya segera menuju kelas IIIB. Di dalam kelas saya mengambil Juz ‘Amma dari dalam tas dan menuju lapangan untuk istigosah.

Setelah selesai istigosah kami satu kelas baris di depan kelas, lalu kami berdo’a dan menyanyi dipimpin saya. Ya, saya adalah ketua kelas. Setelah berdo’a kami memulai pelajaran.

Setelah jam menunjukkan pukul 11.00 bel pulang berbunyi. Kami semua pulang sekolah. Saat saya keluar kelas, Aulia, Afif dan Hilmiy mengajak saya keluar sekolah untuk membeli makanan. Saya menolak dengan sopan.

Besoknya mereka mengajak saya lagi. Sama seperti kemarin saya menolak.

1 minggu kemudian…

Hari ini hari Sabtu. Saya sudah selesai menyiapkan tapi saya tidak melihat Aulia, Afif dan Hilmiy.

Tak lama kemudian Pak Tri datang dan memberikan 3 surat izin kepada Pak Fandi, Wali kelas IIIB.

1,5 jam kemudian…

“Anak-anak, siapa yang pernah jajan makanan di luar sekolah?” tanya Pak Fandi. Hampir seluruh anak di kelas mengangkat tangan, kecuali saya dan Hilwa. “Mulai besok, jangan ada yang jajan di luar, karena Aulia, Afif dan Hilmiy sakit, karena jajan di luar sekolah. Katanya sampai muntah-muntah.”

Seketika kelas menjadi ribut. “Harap diam anak-anak!” Kelas pun sunyi…

Pukul 12.00…

“Silakan pulang, anak-anak” kata Pak Fandi. Kamipun segera keluar kelas. Saya mengajak teman-teman yang mau menjenguk Aulia, Afif dan Hilmiy. Banyak juga yang ikut.

***

Sekarang Aulia dkk sudah sembuh. Sejak mereka sembuh, mereka dan saya sendiri mengingatkan teman yang lain agar tidak membeli makanan di luar sekolah, apalagi dalam bentuk permen. Biasanya permen-permen itu ada narkobanya. Maka dari itu berhati-hatilah! Impianku untuk Indonesia adalah, pengurangan permen bernarkoba.

Nama : Anindya Rahmaida Wulandari

Informasi artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi Impianku untuk Indonesia.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli33%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi67%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Impianku 17 Agustus 2017 Sebelummnya

Impianku 17 Agustus 2017

"Tanpanya,  Mungkin Saya Jadi Penjual Es di Tebet" Selanjutnya

"Tanpanya, Mungkin Saya Jadi Penjual Es di Tebet"

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.