PEMBAWAANNYA tenang, rapi namun tidak kaku, pemikirannya jauh ke depan. Itulah sedikit gambaran tentang sosok Reza Zaki, Ketua Rumah Imperium yang kini tengah menyelesaikan studi doktoral hukum perdagangan internasional di Universitas Padjadjaran (Unpad).

Selain menjadi mahasiswa S3, pria kelahiran Jakarta pada bulan November tahun 1989 itu tercatat sebagai dosen di sejumlah kampus antara lain Universitas Bina Nusantara (Binus), pengajar bagi para perwira di Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM).

Pria yang akrab disapa Zaki ini sempat menjadi Dosen Tamu di Tunghai University, Taiwan. Terbaru, dia menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi pimpinan kampus termuda di Indonesia saat usianya belum genap 28 tahun.
Sejak pertengahan tahun ini, Zaki resmi menjabat sebagai Wakil Rektor Kampus IBLAM, sebuah kampus swasta di Jakarta. Dia membidangi Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan, dan Kerjasama Internasional.

Zaki yang mengambil studi S1 dan S2 di Universitas Gajah Mada (UGM) tidak berleha-leha ketika ditunjuk sebagai wakil rektor di IBLAM. Karena baginya, jabatan merupakan amanah yang harus ditunjukkan dengan kerja nyata, bukan hanya ucapan belaka.

“Ketika mengemban amanah ini, saya pikir harus melakukan berbagai perubahan. Maka dari itu, saya hadirkan perubahan itu mulai dari SDM hingga kurikulum di Kampus IBLAM,” ungkapnya saat ditemui di Rumah Imperium, Jalan Umar Wirahadikusumah, Kabupaten Sumedang, belum lama ini.

Dia menyebutkan, para dosen muda lulusan dalam dan luar negeri dikumpulkan untuk menjadi dosen di Kampus IBLAM seperti mantan Ketua PPI Dunia yang pernah menjadi Diplomat Termuda di Indonesia, Ahmad Almaududy Amri, hingga orang Indonesia yang pertama kali mengambil kuliah hukum di Universitas Sorbonne, Prancis, Bhirawa J. Arifi.

Koordinator Forum Putra Daerah Membangun itu mengaku tertantang agar keberadaannya bisa memberikan dampak positif bagi Kampus IBLAM. Tidak hanya pada level pimpinan, melainkan juga hingga level paling bawah seperti office boy dan security.

“Tidak jarang saya mendengar masukan dari security maupun office boy untuk membenahi Kampus IBLAM. Dari situ saya membuat kebijakan yang impact¬nya bisa dirasakan semua orang,” tuturnya.

Kegemilangan prestasi Zaki tidak didapat dengan mudah. Kerja keras menjadi kunci penting dalam pencapaiannya. Selain mengajar di sejumlah kampus dan menjadi wakil rektor, dia juga menjalani bisnis properti dan serangkaian aktivitas di berbagai organisasi.

Kerja keras memang sudah ditanamkan sejak mantan Ketua Senat Mahasiswa UGM itu belum beranjak dewasa. Zaki kecil sudah didorong oleh orang tuanya untuk mandiri.

“Sempat saya jualan makanan burung, koran, sampai saat ini bisa mengembangkan bisnis properti,” timpalnya.

Profil Zaki

Nama : Muhammad Reza Syariffudin Zaki

Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 27 November 1989

Pekerjaan :

- Dosen Hukum Universitas Bina Nusantara
- Dosen Hukum Sekolah Tinggi Hukum Militer
- Peneliti Pusat Studi Perdagangan Dunia UGM
- Peneliti Pusat Studi Indonesia-Taiwan BINUS
- Senior Legal Consultant Legal Go Indonesia Start Up
- Ahli di Mahkamah Konstitusi RI
- Wiraswasta

Pendidikan :

S1 - Hukum Perdagangan Internasional Universitas Gadjah Mada
S2 - Hubungan Internasional (Diplomasi Perdagangan Dunia) Universitas Gadjah Mada
S3 – Hukum Perdagangan Internasional Universitas Padjadjaran

Prestasi :

- The Best Participant ‘Reality Show I am President’
- The Best Speaker Lomba Debat Politik Piala Gubernur DIY
- 100 Young CEO's Indonesia
- 100 Mahasiswa Berprestasi UGM
- 8 Komunitas Sosial Terbaik Nasional Versi Nutrifood dan British Council
- Finalis Penghargaan Pemberdaya Masyarakat Piala Gubernur Jawa Barat
- Museum Rekor Indonesia (MURI)
- Tokoh Filantropi Millenial Versi Koran TEMPO
- Sumedang Awards
- Delegasi Harvard World Model United Nations di Belanda
- Delegasi Stockholm Model United Nations di Swedia


Sumber: wawancara langsung

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu