Pemuda 45 Negara Siap Hebohkan Surabaya dengan Pertunjukan Budaya Kolosal

Pemuda 45 Negara Siap Hebohkan Surabaya dengan Pertunjukan Budaya Kolosal
info gambar utama
Budaya dan seni Indonesia tidak henti-hentinya menjadi magnet bagi berbagai pemuda dari luar negeri. Buktinya, penerima Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia yang merupakan pemuda dari 45 negara di dunia datang ke beberapa kota di Indonesia. Mereka datang untuk belajar seni dan budaya Indonesia selama 3 bulan lamanya dan pada puncaknya, mereka harus mementaskannya di panggung Indonesia Channel yang bertajuk Celebrating Diversity, Harnessing Hamony di kota Surabaya.

Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Al Busyra Basnur dalam konferensi persnya kemarin (15/08) mengungkapkan bahwa Indonesia Channel 2017 akan siap digelar, pada 18 Agustus di Surabaya. Tepatnya di gedung Empire Palace pada pukul 7 malam hingga 9 malam. "Tapi pukul 6 sudah mulai ada kegiatan" katanya pada GNFI.

Indonesia Channel telah menyediakan 1.200 tempat untuk masyarakat yang berminat untuk menyaksikan. Namun Busyro percaya bahwa peminat yang ingin hadir bisa melebihi kapasitas yang telah disediakan, oleh karena itu dirinya menghimbau agar masyarakat yang ingin menonton untuk tetap datang saja. Sebab masih terbuka pintu untuk penonton berdiri. "Kita sudah berkordinasi dengan gedung, penyelenggara, yang datang boleh berdiri. silakan datang, tidak dibayar, gratis, tidak menjual tiket, tiketnya ada tapi tiketnya gratis. jadi silakan datang bagi yang berminat," imbaunya.

Busyra kemudian menjelaskan bahwa Indonesia Channel merupakan pertunjukan kolosal yang mempertontonkan seni budaya Indonesia yang dipentaskan oleh 58 sahabat-sahabat muda, Friends of Indonesia. "Mereka datang dari berbagai negara dari 45 negara sahabat Indonesia," jelasnya.

Para penerima BSBI saat pembukaan di Jakarta, Mei 2017 (Foto: dok. kemenlu RI)
info gambar

Para Friends of Indonesia itu, telah dikenalkan dan dilatih budaya Indonesia selama 3 bulan di 5 sanggar budaya yang tersebar di berbagai kota seperti Studio Tydif di Surabaya, Jawa Timur, Sanggar Samarandana di Denpasar, Bali, Rumah Budaya Rumata di Makassar, Sulawesi Selatan dan Sanggar Sofiyani di Padang, Sumatra Barat. Di sana mereka belajar berbagai seni tarian dan musik lokal daerah serta mempelajari kearifan lokal.

Menurut Busyra, program ini merupakan sebuah bentuksoft diplomacyyang berupa peningkatan interaksi diantara perorangan. Sebab di luar negeri Indonesia memiliki banyak sahabat Indonesia. "Hubungan antar negara lewat satu orang dengan lainnya bisa kita tingkatkan, bisa pererat dan perkuat, muaranya nanti akan bisa menjadi kerjasama yang riil" ujarnya.

BSBI sendiri merupakan program yang telah digagas oleh Kemenlu RI sejak tahun 2003. Hingga saat ini telah terdapat 776 alumni yang tersebar di berbagai belahan dunia. Tidak sedikit dari mereka yang telah bekerja dan membangun inisiatif mempromosikan budaya Indonesia di negaranya masing-masing. Bahkan beberapa juga ada yang berulang kali kembali ke Indonesia.

Para sahabat Indonesia yang mendapatkan beasiswa BSBI 2017 rupanya tidak mudah untuk mendapatkan pengalaman yang disebut-sebut mengubah hidup tersebut. Mereka harus bersaing dengan lebih dari 500 pelamar beasiswa dari seluruh dunia. Ratusan pelamar tersebut kemudian diseleksi oleh mitra yang telah ditunjuk Kementerian Luar Negeri RI di negara mereka masing-masing dan selanjutnya diseleksi kembali oleh pihak Kemenlu.

Ajang Indonesia Channel sendiri merupakan ajang pamungkas dan penutupan dari rangkaian program BSBI yang telah dibuka di Jakarta pada bulan Mei yang lalu. Acara ini telah dilakukan diberbagai kota di Indonesia secara bergantian setiap tahunnya. Di Surabaya Indonesia Channel telah dua kali diselerenggarakan. Sebelumnya Kemenlu telah mengadakan acara serupa di tahun 2013.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini