Merdeka Berjalan Kaki: Kampanye Warga untuk Hidupkan Trotoar Jakarta

Merdeka Berjalan Kaki: Kampanye Warga untuk Hidupkan Trotoar Jakarta
info gambar utama

"Merdeka Berjalan Kaki" merupakan kampanye yang diusung Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) selama Agustus 2017. Bersama komunitas masyarakat dan Pemerintah DKI Jakarta, kampanye ini hadirkan gerakan untuk menomorsatukan pejalan kaki atau pedestrian.

Gerakan bertajuk "Pedestrian First" ini, digagas oleh ITDP dengan dukungan Qlue Smart City, Jakarta Smart City, Dinas Bina Marga DKI Jakarta, FNF Indonesia, Jakarta Good Guide dan I Was Here. Gerakan tersebut sejalan dengan tema "Bulan Tertib Trotoar" yang dicanangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Agustus.

Kerjasama ini menghasilkan beragam kegiatan untuk mengampanyekan fungsi trotoar dan hak pedestrian, seperti pelaporan kondisi fasilitas trotoar lewat aplikasi daring, jelajah fasilitas trotoar, hingga diskusi yang hadirkan pihak terkait.

"Perbaikan fasilitas pejalan kaki tak hanya menjadi tugas Dinas Marga saja, namun semua instansi diajak untuk ikut berbenah," jelas Kepala Seksi Perencanaan Prasarana Jalan dan Utilitas Dinas Bina Marga DKI Jakarta Riri Asnita.

Urusan trotoar tak dapat diserahkan pada satu instansi pemerintahan saja. Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Ketertiban, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan serta berbagai instansi lainnya turut terlibat. Peran masing-masing telah tercantum dalam perundangan yang terkait dengan penyelenggaraan trotoar yang baik.

Selain pemerintah, peran masyarakat dianggap sangat signifikan. Mengajak masyarakat agar lebih banyak berjalan kaki merupakan kampanye penting yang dilakukan komunitas warga. Community and Social Manager I Was Here Chyntia Kartika Sari mengajak masyarakat untuk menggunakan dan menjaga fasilitas trotoar yang kini sedang dibenahi pemerintah Jakarta.

Hal senada dijelaskan Founder Jakarta Good Guide Farid Ardian yang mengajak masyarakat berjalan kaki, agar pengendara kendaraan bermotor memiliki empati pada pejalan kaki yang belum mendapat prioritas di jalanan. Menurut Project Coordinator FNF Indonesia Ingo Batavia Hauter, hierarki pejalan kaki di Jakarta menunjukkan piramida terbalik dimana pengguna kendaraan roda dua dan empat merasa memiliki prioritas lebih dibanding pejalan kaki.

Kenyataan inilah yang menjadi alasan bagi kelahiran kampanye untuk mendukung hak pejalan kaki. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dengan melaporkan penyalahgunaan fungsi trotoar, dengan menggunakan tagar #PedestrianFirst. Sejauh ini laporan terkait trotoar rusak atau tidak ada, parkir liar, pedagang kaki lima non binaan, sampah, ojek melintas di trotoar dan lain-lain menjadi laporan terbanyak yang diterima Qlue.

ITDP sangat mendukung proses perbaikan yang sedang dilakukan Pemda DKI Jakarta. Peran komunitas, ahli terkait serta masyarakat umum untuk menjadikan Jakarta ramah pejalan kaki, sangat diharapkan untuk mewujudkan harapan tersebut.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini