Irfan Urane Azis, Pelajar Asal Indonesia Yang Meraih "Grand Champion" Dalam Ajang Kompetisi Dunia

Irfan Urane Azis, Pelajar Asal Indonesia Yang Meraih "Grand Champion" Dalam Ajang Kompetisi Dunia

Putra Kedua Kapolda Metro Jaya,Raih Penghargaan Grand Champion Di Singapura © www.postnews.co.id

Kali ini, Seorang pelajar SMA kembali memberi kebanggaan bagi Indonesia dalam sebuah ajang kejuaraan tingkat internasional. Pelajar asal Indonesia ini berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang International Mathematics Contest (IMCS) di Singapura yang berlangsung pada 4 – 7 Agustus 2017. Bahkan ada satu peserta yang berhasil menorehkan prestasi tertinggi untuk Indonesia dalam ajang tersebut.

14 Pelajar asal Indonesia berhasil meraih medali emas di Ajang Matematika Internasional di Singapura | merdeka.com
14 Pelajar asal Indonesia berhasil meraih medali emas di Ajang Matematika Internasional di Singapura | merdeka.com

Dia adalah Irfan Urane Azis (16) Seorang pelajar kelas 11 SMA Taruna Nusantara, Kabupaten Magelang - Jawa Tengah. Irfan begitu sapaan akrabnya, berhasil meraih medali emas pada kontes yang diikuti oleh lebih dari 1.178 pelajar perwakilan dari 11 negara yaitu China, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Filipina, Indonesia, Korea, Thailand, Iran, Vietnam, dan Australia. Irfan bahkan menjadi satu-satunya peserta yang meraih nilai tertinggi dari seluruh peserta dan berhak menjadi Grand Champion pada kontes Matematika tingkat Internasional tersebut.

Irfan sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa menjadi Grand Champion di IMCS.

“Saya bangga bisa mempersembahkan prestasi ini untuk keluarga, sekolah, dan Indonesia tentunya,” kata Irfan.

Irfan yang merupakan putra kedua Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis mengungkapkan sulitnya bersaing dengan ratusan peserta asing di kompetisi matematika tersebut. Remaja kelahiran Jakarta, 14 Juni 2001 ini menceritakan, pada saat ajang tersebut, setiap peserta harus bisa menjawab 18 soal Matematika dalam waktu 60 menit. Materi soal meliputi geometri, aljabar, teori bilangan, kombinatorik, dan sebagainya.

“Soal kombinatorik paling sulit, tapi paling sulit lagi mengatur waktunya karena saya harus mengerjakan banyak soal dalam waktu singkat. Ada 18 soal Matematika dan harus selesai dalam waktu 1 jam,” ujar Irfan.

Irfan Urane Azis, siswa SMA Taruna Nusantara Magelang yang meraih medali emas dan Grand Champion | Kompas.com
Irfan Urane Azis, siswa SMA Taruna Nusantara Magelang yang meraih medali emas dan Grand Champion | Kompas.com

Irfan mencintai pelajaran Matematika sejak usia sekolah dasar. Kemampuannya terus diasah saat ia masuk di SMP Negeri 2 Depok. Saat itu Irfan bahkan sudah memenangi kontes Matematika tingkat dunia di Malaysia, Korea, China hingga India. Berbagai kontes Matematika tingkat dunia yang pernah diraih Irfan, antara lain 1st Place American Mathematics Competition (AMC8) tahun 2014, 3 Gold Medals Wizard at Mathematics International Competition (WIZMIC India) tahun 2014, Gold Asia International Mathematics Olympiad Open Contest tahun 2015, Medali Emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Matematika Tingkat SMP 2015, 2 Gold Medals International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO Malaysia) 2015, Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Matematika Tingkat SMA 2016, Juara I Lomba Matematika Tingkat Nasional UGM Yogyakarta 2016, Kompetisi Matematika Nalaria Realistik Tingkat Nasional Ke-12 Medali Emas (Best of the Best) 2017, Medali Perak Olimpiade Sains Nasional SMA Tingkat Nasional 2017, dan masih banyak lagi.

“Saya suka Matematika karena ada tantangan tersendiri. Rasanya puas kalau bisa menyelesaikan soal yang rumit.” Tambah Irfan.

Sementara itu, menjelang digelarnya kompetisi dunia pada awal Agustus tersebut, Irfan pun sudah mempersiapkan diri dengan rutin berlatih mengerjakan soal secara mandiri. Ditambah juga dengan mengikuti pelatihan selama dikarantina oleh Klinik Pendidikan Mipa (KPM).

Ridwan Hasan Saputra, Team Leader KPM Indonesia mengungkapkan bahwa ajang tersebut memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman serta wawasan kepada anak-anak agar tetap rendah hati. Pasalnya, banyak anak yang lebih pintar di negara-negara yang lebih maju, namun tetap saling menghargai dan rendah hati.

Ridwan juga mengatakan kalau prestasi tim Indonesia sangat membanggakan karena perolehan medali melebihi standar yang ditetapkan oleh panitia lomba, khususnya perolehan medali emas Indonesia.

Selain Irfan, terdapat 129 peserta yang ikut dalam kompetisi matematika Internasional tersebut dengan total prestasi yang berhasil diraih ada 14 emas, 26 perak, 50 perunggu dan 38 merit

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pemuda Mataram Selamatkan Lingkungan dengan Menyulap Limbah Tahu Tempe Menjadi Batako dan Paving Sebelummnya

Pemuda Mataram Selamatkan Lingkungan dengan Menyulap Limbah Tahu Tempe Menjadi Batako dan Paving

7 Gunung yang Menjadi Bagian dari 7 Keunikkan Kota Tomohon Selanjutnya

7 Gunung yang Menjadi Bagian dari 7 Keunikkan Kota Tomohon

Andari Widanto Fitria Aisyah
@pipit09

Andari Widanto Fitria Aisyah

Keterbatasan bukanlah batasan untuk meraih sebuah mimpi.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.