Ada yang Unik Nih, Yuk Intip Keseruan Festival Jerami di Banjarnegara!

Ada yang Unik Nih, Yuk Intip Keseruan Festival Jerami di Banjarnegara!
info gambar utama

Karang Taruna Pelita Mas, Desa Gentansari, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah menggelar festival jerami, sabtu (26/8/2017). Kegiatan unik ini didasari atas kepedulian terhadap lingkungan, karena setelah panen biasanya jerami hanya dibakar dan menyebabkan polusi udara.

Dengan kegiatan ini akan lebih mengenalkan kepada para petani, bahwa limbah jerami bisa digunakan sebagai pupuk kompos. Karena jika ditambah bahan lain, seperti kotoran ternak, sawah pun sudah siap menjadi lahan pertanian organik. Itu sangat mungkin, karena hampir semua petani di desa Gentansari memiliki hewan ternak, mulai dari ayam, kambing, dan sapi.

"Kami ingin mengajak petani untuk bertanam padi secara sehat. Kalau pun tidak organik 100 persen, ya mulai dengan mengembalikan kesuburan tanah dengan menaruh pupuk kompos di sawahnya," ujar Pawit Wahono, ketua Karang Taruna Pelita Emas.

Festival unik yang baru pertama kali diselenggarakan ini ternyata mendapat apresiasi yang sangat bagus dari masyarakat. Warga segera berduyun-duyun menyaksikan beragam kreasi berbahan jerami ini. Jerami-jerami yang selama ini hanya terlihat tergeletak di sawah dan dibakar begitu saja, ternyata bisa disulap menjadi berbagai bentuk unik.

Replika candi dari jerami
info gambar

Ada jerami berbentuk replika alutsista berupa tank dan meriam, hingga moster sawah raksasa. Seluruhnya dipajang di sepanjang Jalan Baru Pucang Banjarnegara.

Lebih unik lagi dan membuat mata terkagum-kagum adalah pemuda Gentansari juga membentuk jerami menjadi burung, kupu-kupu, capung, dan ulat bulu. Hewan-hewan itu dihadirkan karena kini mulai punah oleh pestisida.

Selain memamerkan replika-replika berbahan baku jerami, ternyata panitia masih memiliki kejutan untuk warga Gentansari dan sekitarnya.

Siswi SMA Banjarnegara memperagakan busana berbahan baku limbah.
info gambar

Dalam festival ini Juga digelar peragaan busana dengan bahan baku limbah. Bahan baku berupa kertas bekas, kantong plastik, bekas botol, anyaman bambu dan lainnya.

Peserta Peragaan busana adalah siswi-siswi SMA di Banjarnegara. Semakin terlihat unik kala peserta memeragakan busana yang terbuat dari perlengkapan dapur, di antaranya tampah, bakul, kukusan, hingga sapu lidi. Meski terbuat dari limbah, kostum itu tetap elegan dan mengundang kagum pengunjung.

Model juga mengenakan bahan yang ada di dapur.
info gambar

Peragaan busana berbahan dasar limbah memiliki alasan tersendiri, yaitu memperlihatkan kepada warga bahwa limbah bisa juga di olah menjadi barang bernilai guna.

busana terbuat dari koran bekas membuat model terlihat anggun.
info gambar


Sumber: jateng.tribunnews.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini