Membanggakan, Anak Bangsa Raih Dua Gelar Grandmaster Memory di Hong Kong!

Membanggakan, Anak Bangsa Raih Dua Gelar Grandmaster Memory di Hong Kong!

Indonesia berhasil menyabet dua gelar Grandmaster Memory dari International Asia Memory Championship © kosovapress.com

Prestasi anak bangsa tak ada henti-hentinya ditorehkan untuk Indonesia. Kali ini, Indonesia berhasil menyabet dua gelar Grandmaster Memory dari ajang kejuaraan daya ingat se-Asia (International Asia Memory Championship) di Hong Kong pada 26-27 Agustus lalu.

International Asia Memory Championship 2017 ini merupakan salah satu rangkaian menuju kejuaraan dunia IAM World Memory Championship yang akan digelar di Jakarta pada 1-3 Desember 2017 mendatang.

Yudi Lesmana selaku Ketua Umum Indonesia Memory Sports Council, dalam keterangan tertulisnya kepada Antara di Beijing mengatakan bahwa dua gelar Grandmaster Memory tersebut diraih oleh Fakhri Shafly E , pelajar asal SMA Negeri 26 Jakarta dan Shafa Annisa R dari SMP Kesatuan Bangsa Yogjakarta.

Fakhri berhasil mengingat 722 angka acak dan delapan deck kartu dalam 30 menit. Sedangkan, Shafa berhasil mengingat 680 angka acak dan tujuh deck kartu dalam 30 menit.

“Mereka berdua juga berhasil mengingat satu deck kartu masing-masing dalam waktu 60,54 detik dan 58 detik,” ujar Yudi Lesmana.

Kejuaraan yang digelar di kawasan Kowloon, Hong Kong, tersebut memperlombakan 10 nomor lomba, yakni 15 menit mengingat wajah dan nama, 15 menit mengingat urutan kata acak, 30 menit mengingat urutan angka binary acak.

Selanjutnya, lima menit mengingat urutan angka acak, lima menit mengingat urutan gambar acak, 30 menit mengingat angka acak, 30 menit mengingat urutan kartu remi yang telah dikocok, lima menit mengingat tahun dan kejadian, mengingat angka acak yang diucapkan dalam interval satu detik perangka, dan mengingat secepat-cepatnya satu deck kartu remi yang terdiri 52 kartu telah dikocok.

Menurut Yudi Lesmana, kesepuluh nomor lomba tersebut bertujuan untuk mengasah dan mempertajam kemampuan konsentrasi dan daya ingat seseorang sehingga lomba tersebut merupakan ajang untuk memperkuat otot-otot otak.

Fakhri dan Shafa juga berhasil mengumpulkan total poin 3.000 dalam kompetisi yang diikuti 13 negara tersebut. Hasil yang mereka raih berhasil memenuhi syarat minimal pencapaian Grandmaster Memory yang telah ditetapkan oleh Badan Memory Internasional.

Selain menyabet Grandmaster Memory, Fakhri meraih medali perak dan Fathimah Aiko pelajar asal SMP Salman Alfarisi Bandung meraih perunggu pada nomor lomba mengingat wajah dan nama. Sementara Shafa meraih perunggu di nomor penyebutan angka.

Di kejuaran Internasional tersebut, Indonesia harus bersaing dengan peserta dari negara lain seperti Jerman, Amerika Serikat, Taiwan, China, Mongolia, Makau, Malaysia, Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Hong Kong yang menjadi tuan rumah. Bahkan, Indonesia menduduki peringkat keempat di bawah Mongolia, Jerman, dan China dalam ajang kompetisi itu.

“Prestasi anak-anak di ajang ini diharapkan mampu menginspirasi anak-anak Indonesia lainnya untuk berprestasi dengan skala internasional dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita,” tambah Yudi Lesmana yang didampingi Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya Konsulat Jenderal RI di Hong Kong, Yuni Suryati.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Di Balik Pesona Tari Gandrung Banyuwangi Sebelummnya

Di Balik Pesona Tari Gandrung Banyuwangi

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu? Selanjutnya

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu?

Andari Widanto Fitria Aisyah
@pipit09

Andari Widanto Fitria Aisyah

Keterbatasan bukanlah batasan untuk meraih sebuah mimpi.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.