Perahu Tradisional Asal Indonesia Ini Tampil di Festival Europalia Indonesia

Perahu Tradisional Asal Indonesia Ini Tampil di Festival Europalia Indonesia

Perahu Pinisi Asal Sulawesi Selatan ©http://budpar.bulukumbakab.go.id

Festival Europalia Indonesia (FEI) merupakan pagelaran seni dan budaya terbesar dan paling bergengsi di Eropa yang diselenggarakan dua tahun sekali. Tujuan diadakannya festival ini adalah untuk mendekatkan dan menguatkan hubungan antara negara Eropa dan negara Guest Country melalui diplomasi dan pertukaran budaya. Festival yang berlangsung di Belgia ini menyajikan berbagai karya seni musik, seni lukis, fotografi, film, teater, tarian, sastra, arsitektur, fashion, dan gastronomi.

Sulawesi Selatan menjadi salah satu peserta undangan FEI 2017 yang akan dilaksanakan pada Oktober 2017 mendatang. Perahu Pinisi atau yang biasa kita kenal dengan kapal tradisional asli dari Sulawesi Selatan akan ditampilkan di hadapan masyarakat Internasional yang hadir dalam Festival Europalia Indonesia tersebut. Indonesia sendiri adalah Negara Tamu Festival ke-26. Bahkan yang lebih membanggakan lagi, Indonesia adalah Negara Tamu pertama dari Asia Tenggara dan Negara Tamu keempat dari Asia (setelah Jepang, Cina dan India).

Duta Besar Kerajaan Belgia, Patrick Herman, mengatakan bahwa perahu pinisi Sulawesi Selatan itu akan ditampilkan bersama dengan sejumlah kesenian dan kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Festival ini didedikasikan untuk Indonesia. Kami akan menampilkan kapal Pinisi di festival tersebut," kata Patrick Herman pada kompas, Selasa kemarin (29/8).

Patrick Herman juga mengundang Presiden RI Jokowi dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk hadir dan menyaksikan kemeriahaan festival tersebut secara langsung.

Menurut Patrick Herman, festival ini bisa mendatangkan satu juta pengunjung. Pasalnya, beliau melihat antusias masyarakat terhadap FEI sebelumnya.

Penampilan perahu Pinisi kali ini akan semakin menambah kemeriahan dan menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan. Selain itu, kunjungan beliau ke Sulawesi Selatan bertujuan untuk menguatkan hubungan bilateral antara Belgia dan Indonesia khususnya Sulawesi Selatan.

“Hubungan yang dijajaki fokus pada kerjasama dibidang maritim, makanan dan minuman serta pertanian. Termasuk juga kemungkinan menjajaki sektor pariwisata, pembiayaan dan infrastruktur,” tambah Patrick Herman.

Patrick Herman, Duta Besar Kerajaan Belgia saat menemui Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo | kabar.news
Patrick Herman, Duta Besar Kerajaan Belgia saat menemui Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo | kabar.news

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berharap, penampilan perahu Pinisi pada festival itu semakin mempopulerkan perahu Tradisional asal Sulawesi Selatan itu dalam kancah Internasional serta bisa menarik masyarakat dunia untuk datang dan berwisata ke Sulawesi Selatan.

Festival ini akan berlangsung selama 4 bulan mulai Oktober 2017 hingga Januari 2018 berturut-turut di berbagai kota di negara Eropa tetangga yaitu Belanda, Jerman, Inggris, Prancis. Selain itu, FEI 2017 akan dibuka oleh Presiden RI dan Raja Belgia pada 10 Oktober 2017 di BOZAR (Center for Fine Arts, Brussels).

Pilih BanggaBangga81%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli5%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau5%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Maknyus, Bersiaplah Kawan untuk Menyantap Hidangan Spesial Idul Adha Ini Sebelummnya

Maknyus, Bersiaplah Kawan untuk Menyantap Hidangan Spesial Idul Adha Ini

Dikunjungi Menteri Pariwisata, Pulau Rupat Bakal Jadi Destinasi Wisata Unggul Selanjutnya

Dikunjungi Menteri Pariwisata, Pulau Rupat Bakal Jadi Destinasi Wisata Unggul

2 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.