Lupa Sandi?

40 Tahun Pesan dari Indonesia untuk Kehidupan Luar Angkasa

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
40 Tahun Pesan dari Indonesia untuk Kehidupan Luar Angkasa

Pada suatu siang di musim panas, tepatnya tanggal 5 September tahun 1977, sebuah roket membawa wahana luar angkasa dari Cape Canaveral di Florida, AS. Wahana bernama Voyager I itu terus meluncur menjauhi planet bumi, untuk mengeksplorasi planet-planet luar termasuk 'mengunjungi' planet Saturnus dan Jupiter. Inilah misi Interstellar, perjalanan antar bintang.

Ada pengumuman mengejutkan dari NASA. Jet Propulsion Laboratory NASA pada 20 Maret 2013 mengkonfirmasi satelit penjelajah Voyager 1 sudah berada di Intestellar Medium atau sudah di luar sistem tata surya matahari setelah sebelumnya pada Desember 2012 berada di batas terluar wilayah tata surya.

Membutuhkan sekitar 36 tahun dari bumi untuk tiba di penghujung sistem tata surya kita sejak Voyager 1 diluncurkan pada 5 Juli 1977. Menyusul kemudian Voyager 2 diluncurkan pada 20 Agustus 1977 untuk melengkapi misi jelajah antar bintang (interstellar) jadi bukan lagi antar planet di tata surya.

Voyager 1 adalah wahana antariksa yang dibuat oleh NASA dengan tujuan utama menyelidiki Jupiter dan Saturnus serta cincin dan kedua bulan dari kedua planet tersebut. Voyager 1 diluncurkan pada tanggal 5 September 1977 (40 tahun yang lalu). Wahana antariksa ini memiliki sumber tenaga/daya yang cukup untuk mengoperasikan instrumen sampai kira-kira tahun 2025, sebelum akhirnya mati.

Saat ini, Voyager I berjarak hampir 21 milyar km dari bumi.

Voyager 1 dan Voyager 2 keduanya mencatat sejarah sebagai pesawat luar angkasa yang terjauh penerbangannya di luar angkasa yang pernah dibuat manusia. Anda bisa ikut memantau perkembangan perjalanan kedua satelit tersebut secara live di situs http://voyager.jpl.nasa.gov/where/

Apa yang unik dari kedua satelit penjelajah ini adalah keduanya dibekali dengan Voyager Golden Record, yaitu piringan emas yang berisi informasi tentang bumi, berharap dapat menjadi media “perkenalan” perdana dari bumi bila memang ada kehidupan di angkasa sana yang kebetulan menangkap dua pesawat ini.

Piringan emas ini berisi suara-suara serta gambar-gambar pilihan yang bertujuan menggambarkan keanekaragaman makhluk hidup dan budaya di Planet Bumi. Piringan dibuat dari tembaga berlapis emas (ditujukan kepada bentuk kehidupan luar angkasa yang cerdas atau manusia Bumi pada masa depan yang mungkin akan menemukannya).

Penutup dari piringan emas ini disepuh dengan sampel isotop uranium-238 yang sangat murni. Uranium-238 mempunyai waktu paruh hingga 4,51 miliar tahun. Hal ini memungkinkan peradaban asing yang menemukan piringan emas ini untuk memeriksa unsur uranium yang tersisa untuk menentukan usia dari piringan emas.

Sumber gambar : Malbred.com
Sumber gambar : Malbred.com

Dalam serial terakhir Cosmos : A Spacetime Odyssey, dijelaskan dengan rinci maksud dari simbol-simbol pada piringan emas tersebut.

Informasi perkenalan ini berupa koleksi 116 gambar, koleksi audio ucapan salam dalam 59 bahasa, lagu-lagu internasional, pesan tertulis Sekjen PBB saat itu, Kurt Waldheim serta Presiden AS saat itu, Jimmy Carter. Item-item dalam cakram emas tersebut merupakan hasil seleksi dari Komite NASA yang dipimpin oleh Carl Sagan dari Cornell University.


Indonesia sangat beruntung mendapat kehormatan sebagai perwakilan bangsa Asia Tenggara untuk ikut dalam “bersapa” dengan mahluk luar angkasa. Ada tiga item Indonesia yang masuk dalam cakram emas tersebut:

PERTAMA, sebuah audio rekaman yang berbunyi “Selamat malam hadirin sekalian, selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu.” yang dibacakan oleh Ilyas Harus, dalam rekaman di atas ada di detik ke 54.

KEDUA, alunan musik “Puspawarna” gubahan Sultan Mangkunegara IV yang berdurasi 4 menit 43 detik, berada di urutan kedua setelah alunan Brandenburg Concerto No. 2 karya Johann Sebastian Bach dari keseluruhan 90 menit track musik. Ikut pula di dalamnya lagu rock’n roll “Johnny B Goode” dari Chuck Berry.

KETIGA, berupa potongan gambar Penari Bali di urutan 64 dari 116 gambar.Adapun pesan universal tertulis dari Presiden Jimmy Carter berbunyi:“Kami siarkan pesan ini ke seantero kosmik… dari 200 miliar bintang di galaksi Bima Sakti, ada – atau beberapa – yang mungkin pada planet dan angkasanya terdapat habitat peradaban.

Piringan emas yang tersemat pada Voyager I | cnn.com
Piringan emas yang tersemat pada Voyager I | cnn.com

Bila salah satu peradaban menangkap Voyager dan dapat memahami isi dari rekaman cakram ini, inilah pesan kami: Kami sedang berusaha menjaga waktu kami agar bisa hidup dengan anda. Kami berharap suatu hari nanti, bisa menyelesaikan permasalahan yang kami hadapi, untuk bergabung dengan komunitas Peradaban Galaktik. Rekaman ini merepresentasikan harapan kami dan ketetapan hati kami dan niat baik kami pada jagad raya yang sangat luas dan mengagumkan.”

Daftar selengkapnya dari isi cakram emas yang diboyong satelit Voyager bisa anda simak di

http://en.wikipedia.org/wiki/Contents_of_the_Voyager_Golden_Record

Oleh : dr. H.Hanny Rono Sulistyo, SP.og (K),MM

Pilih BanggaBangga26%
Pilih SedihSedih10%
Pilih SenangSenang3%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau45%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara