Karno Dimedjo, Rencana Eksplorasi Mars, dan Masa Depan Indonesia

Karno Dimedjo, Rencana Eksplorasi Mars, dan Masa Depan Indonesia

Render rumah di Mars © Forbes

Saya yakin, pembaca tidak mengenal Karno Dimedjo yang saya maksudkan di sini, setidaknya karena 2 alasan, satu; karena beliau bukan orang yang terkenal, kedua..karena beliau sudah wafat sejak bertahun-tahun lalu waktu saya masih SMP. Beliau adalah kakek saya, bapak dari bapak saya.

Bapak saya sangat sering bercerita tentang kakek. Bagaimana sejak kecil hingga wafat, mbah saya ini (para tetangga dulu sering memanggil beliau dengan mBah Amat) tidak pernah tinggal di luar kampungnya. Bahkan tak pernah pergi jauh dari kampungnya. Bahkan ketika invasi Belanda dan Jepang makin bertambah menjadi-jadi, beliau lebih memilih menjaga pertahanan di pintu masuk kampung kami di Wonosalam, sebuah dusun pertanian yang kecil di lereng Merapi...tak begitu jauh dari gua-gua pertahanan Jepang di sekitar Kaliurang, Yogyakarta.

Namun tulisan ini takkan bercerita tentang kisah heroik kakek saya dalam mengangkat senjata melawan Belanda atau Jepang. Bukan. Kisah ini jauh lebih sederhana. Ada sekelumit kisah dialog singkat saya dengan beliau..di suatu pagi, beberapa tahun sebelum beliau meninggal dunia. Pagi itu beliau sedang menanam puluhan bibit pohon kelapa di halaman belakang rumah beliau yang sangat luas.

Saya ingat, kami berdialog seperti ini (dalam bahasa Jawa): "mBah, ini kira-kira minggu depan sudah tinggi dan berbuah ya, mBah?" (Sambil tersenyum) "Ya tidak. Pohon ini perlu setidaknya 10 tahun lagi sebelum tumbuh besar dan berbuah"

"Lha nanti 10 tahun lagi, mbah masih kuat naik pohon dan ambil buahnya?" tanya saya lagi. Sekali lagi, beliau tersenyum. "Nanti kamu yang memanjat pohon dan ambil buahnya. Petikkan untuk Mbah, ya. Jangan lupa, kamu nanti juga harus menanam".

Nanti kamu yang memanjat pohon dan ambil buahnya. Petikkan untuk Mbah, ya. Jangan lupa, kamu nanti juga harus menanam".

Waktu itu, saya memang tidak habis pikir akan jawaban si mBah, beliau jelas sudah sangat sepuh, dan mungkin tak akan sempat menikmati hasilnya menanam kelapa. Setidaknya..tak kuat lagi memanjat pohon kelapa untuk memetik buahnya.

Saya bertanya kembali.. "Mbah, kenapa menanam kelapa kalau mbah gak akan bisa menikmati hasilnya?"

Jawabannya, saya simpan hingga sekarang. "Ya inilah makna hidup yang sebenarnya. Simbah ini hidup di dunia, untuk membuatkan jalan buat kamu (generasi saya) dan mempersiapkan kamu menghadapi hidup di masa mu nanti"

------

Tahun 2016, dunia gegap gempita menyambut pengumuman NASA yang menyatakan bahwa mereka menemukan air di permukaan planet Mars, yang kemudian memunculkan keyakinan bahwa Mars, settidaknya pernah menjadi planet yang dihuni oleh organisme hidup, di masa lalu.

Mencari 'bumi' baru di "Interstellar" | Warnes Bros
Mencari 'bumi' baru di "Interstellar" | Warnes Bros

Seperti dalam film Interstellar, di mana manusia berusaha mencari ruang hidup baru di luar planet bumi, NASA pun merencanakan hal yang sama. NASA telah mengungkapkan misi mereka dengan rinci untuk mendaratkan manusia ke Mars dalam beberapa dekade mendatang, paling cepat tahun 2050. NASA menjelaskan tentang teknologi dan infrastruktur yang akan dibutuhkan untuk membuat misi ke Mars menjadi nyata.

Menariknya, rencana NASA ini menunjukkan bahwa tujuan utamanya adalah untuk mengirim manusia untuk tinggal di Planet Mars, tidak hanya pergi lalu kembali.

"Seperti Program Apollo, kami memulai perjalanan ini untuk semua umat manusia. Namun tidak seperti Apollo, kita akan ke Mars untuk menetap di sana secara permanen." Kata NASA.

Tahun 2050, memang masih cukup lama. Orang-orang yang sekarang bekerja di NASA pun mungkin takkan lagi ada di NASA beberapa dekade lagi. Mereka, membuatkan jalan bagi siapapun generasi mendatang..untuk mengeksplorasi kemungkinan mencari tempat hidup baru di luar bumi, meskipun mereka mungkin takkan bisa menikmatinya. Pun, misi-misi luar angkasa AS (lewat NASA) juga dilapangkan jalannya, berpuluh tahun lalu di era JF Kennedy. Ingat pidatonya yang luar biasa waktu mencanangkan AS harus pergi ke bulan menjelang akhir dekade 60-an.

Pidato Kennedy tentang luar angkasa | History.com
Pidato Kennedy tentang luar angkasa | History.com

Ingat pidatonya yang luar biasa waktu mencanangkan AS harus pergi ke bulan menjelang akhir dekade 60-an.


"We choose to go to the moon. We choose to go to the moon in this decade and do the other things, not because they are easy, but because they are hard, because that goal will serve to organize and measure the best of our energies and skills, because that challenge is one that we are willing to accept, one we are unwilling to postpone, and one which we intend to win, and the others, too. It is for these reasons that I regard the decision last year to shift our efforts in space from low to high gear as among the most important decisions that will be made during my incumbency in the office of the Presidency."

----

Waktu pertama kali ke Malaysia pada pertengahan tahun 2000-an, pesawat saya berputar 2 x untuk menunggu giliran landing di bandara KLIA. Dari situ, dari jendela pesawat saya melihat ke bawah, terdapat ruas jalan yang lebar, bagus, dan....kosong sama sekali. Dalam 2 x putaran pesawat, saya tak melihat satupun mobil yang melewati jalan tersebut.

Saya sempatkan bertanya kepada orang yang duduk di sebelah saya, orang Malaysia "Mengapa jalan tersebut dibangun dengan begitu lebar, kalau begitu kosong?"

Jawabnya singkat "15-20 tahun lagi pasti sudah ramai".

---

Setiap hari, saya melihat anak-anak kecil berbondong-bondong menuju sekolah. Saat ini, mereka mungkin tak terpikir...apa jadinya Indonesia 20 tahun dari sekarang, saat mereka dewasa nanti. Atau 50 tahun dari sekarang, saat anak anak mereka dewasa.

Memang..belum saatnya mereka berpikir sejauh itu. Itu lah tugas kita..menyiapkan jalan untuk mereka. Melapangkan setapak yang terjal..agar di masa depan, jalan-jalan generasi di bawah kita...lebih halus, lebih mudah dilewati. Ini tugas berat, tidak mudah, perlu penuh perhitungan, namun harus selalu penuh harapan dan optimisme.

Seperti rencana manusia mengeksplorasi luar angkasa

Selamat pagi.

Pilih BanggaBangga36%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli7%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi43%
Pilih TerpukauTerpukau14%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Serba Serbi Perayaan Idul Adha Sebelummnya

Serba Serbi Perayaan Idul Adha

Jelang 55 Tahun Perkembangan Teknologi Material Indonesia Selanjutnya

Jelang 55 Tahun Perkembangan Teknologi Material Indonesia

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.