Ketahanan pangan di Indonesia harus dapat dilakukan dengan berbagai inovasi. Saat ini teknologi digital yang telah banyak mengubah cara kerja dunia nyatanya juga telah diadopsi untuk menjamin terjadinya ketahanan pangan. Salah satunya adalah dengan membuat aplikasi untuk keperluan investasi peternakan seperti yang dilakukan oleh Angon. 

Angon merupakan startup binaan Indigo yang bergerak di bidang peternakan kambing dan sapi. Startup ini bukanlah perusahaan peternakan biasa namun merupakan inisiatif yang memanfaatkan teknologi digital sebagai upaya menjamin ketahanan pangan. Angon memanfaatkan aplikasi untuk mempermudah proses investasi dari para investor yang kemudian disalurkan kepada peternak. Sebab tanpa investasi yang baik, ketahanan pangan tidak akan terjadi. 

Chief Executive Officer (CEO) PT Angon Indonesia, Agif Arianto aplikasi yang dibuatnya dan tim merupakan upaya untuk mempermudah masyarakat berinvestasi di sektor peternakan. 

"Konsep Angon tidak jauh berbeda dengan Tamagochi (mainan elektronik yang populer di Jepang tentang merawat hewan digital). Member bisa memilih jenis hewan ternak yang akan diternakkan. Apakah kambing atau sapi. Mereka kemudian membelinya dan membayar biaya perawatan untuk tiga bulan," jelas Agif. 

Agif juga menjelaskan bahwa nantinya investor akan mendapatkan laporan kondisi hewan ternak secara rutin setiap dua minggu. Laporan tersebut berisi kondisi kesehatan, berat badan hingga besarnya keuntungan yang akan diterima investor. 

Skema investasi yang ditawarkan Angon pun beragam seperti Investor Kandang, Peternak Rakyat dan Member. Masing-masing investasi akan memdapatkan produk yang berbeda dan menerima hasil investasi yang berbeda. Jika memilih Investor Kandang, maka investor akan bekerja sama dengan peternak rakyat yang telah bergabung dengan Angon untuk membangun usaha ternak domba atau kambing dengan membiayai kandang dan lahan. Sementara pemeliharaan ternak dilakukan peternak. 

Kemudian untuk menjadi memberi atau investor ternak maka investor akan membeli hewan ternak untuk ditingkatkan kualitasnya agar harga jualnya meningkat. Ada pula skema yang disebut Mitra bisnis yakni pihak yang membutuhkan hasil-hasil ternak Angon. 

"Selain dikelola peternak berpengalaman, bibit ternak Angon juga dalam kondisi sehat dan terjamin, sehingga risikonya kecil. Nilai investasi akan bertambah apabila jumlah ternaknya meningkat," kata Agif.

Sebagai informasi Rintisan usaha digital Angon telah berdiri sejak Oktober 2016. Saat ini mereka sudah memiliki 11.000 hewan ternak yang diternakkan pada sentra peternakan rakyat (SPR) swakelola mitra Angon serta 6 SPR milik sendiri yang tersebar di berbagai daerah.

Beberapa di antara SPR tersebut diantaranya adalah SPR Mukmin Mandiri Ambarawa Kab.Semarang, SPR Istana Domba Ciampea Bogor, SPR Sukoharjo, juga SPR Raberas di Sumbawa NTB. Untuk kemudahan transaksi investor, Angon juga sudah bekerja sama dengan layanan financial technology PT Telkom yakni TMoney. Saat ini Angon telah tersedia di situs resmi Angon.id dan juga Playstore Google.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu