Festival Pantai Lovina 2017 Angkat Eksistensi Wisata Bali Utara

Festival Pantai Lovina 2017 Angkat Eksistensi Wisata Bali Utara
info gambar utama

Eksistensi Pantai Lovina Bali memang berada di bawah Pantai Kuta dan Pantai Pandawa. Wisatawan Lokal dan Mancanegara (Wisman) lebih tertarik mengunjungi wisata-wisata Bali yang sudah mendunia. Dalam upaya Eksistensi itu, setiap tahunnya digelar acara Festival Pantai Lovina.

Tahun 2017 ini, Festival Pantai Lovina Bali bertema “Enjoy The Difference” yang akan berlangsung pada 14-18 September 2017, di Pantai Kalibukbuk.

Pantai Lovina memiliki daya tarik yang tak kalah dengan wisata terkenal lainnya di Bali. Kelebihan Lovina yang selalu menjadi pusat perhatian terletak pada kemunculan lumba-lumba hidung botol, karena itu sebuah patung berbentuk lumba-lumba setinggi sekitar lima meter dibangun di dekat pintu masuk kawasan wisata.

Atraksi memesona lumba-lumba hidung botol akan banyak dinantikan. Wisatawan dapat menyaksikan hewan pintar tersebut melompat-lompat di lautan lepas bersama kelompoknya. Biasanya mereka muncul pada pagi hari ketika matahari baru mulai menyingsing.

kehadiran Lumba-lumba hidung botol selalu dinanti
info gambar

Festival Lovina akan dimeriahkan dengan alam yang khas dan pertunjukan budaya Buleleng. Keindahan karang, Pesona Tari Lumba-lumba Hidung Botol, juga daya tarik permainan Balap Banteng yang berputar akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Upacara pembukaan Festival Lovina menghadirkan Baleganjur dan Parade Gebogan, serta Gong Kebyar dan tari Ki Barak Panji Sakti. Selanjutnya, akan ada Balap Banteng di Desa Kaliasem dan pertunjukan wayang

Festival Lovina sebagai upaya membangkitkan industri pariwisata di Buleleng, khususnya di Lovina, sebagai ikon pariwisata Bali Utara. Gelaran ini memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki Buleleng dalam berbagai bidang, termasuk memberdayakan masyarakat sebagai penyangga kawasan Lovina.

Di hari kedua, digelar kegiatan Yoga Asana Health & Beauty dan ada pameran kerajinan, pameran kuliner, pertunjuka tari, serta Sampi Gerubungan. Pada hari ketiga, pertunjukan seni masih dilanjutkan dengan band anturan kolaborasi, bonangan race, dan gong kebyar wanita Kalibukbuk Bondres.

Dan hari terakhir, akan dilaksanakan penutupan yang diikuti dengan Parade Megangsing, pertunjukan Kebyar, Megenjekan, dan Gong.


Sumber:Balipost.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini