Eksotisme Ubud

Eksotisme Ubud
info gambar utama

Apa yang ada di benak kita kala mendengar kata Bali? Sebuah pulau eksotis di bagian lain Nusantara yang setiap tahunnya selalu ramai oleh wisatawan domestik maupun mancanegara karena pantai tropis dan ombaknya yang indah, kan? Sebuat saja Legian, Kuta, Sanur, dll mungkin tidak asing di telinga kita ketika mendengar dan berbicara mengenai daerah pariwisata di Bali. Tapi, apakah Bali hanya tentang pantai dan keunikan adat istiadat budayanya saja? Tunggu dulu, bagi Anda yang menginginkan berlibur dengan konsep ketenangan untuk melepaskan penat dari panas dan kemacetan kota-kota besar mungkin Ubud akan menjadi pilihan yang tepat untuk Anda berlibur. Daerah persawahan dan perbukitan yang hijau di tengah-tengah pulau Bali ini tidak akan membuat Anda merasa rugi kala mengunjunginya.


Ubud yang terletak di sebelah utara kota Denpasar, dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ini menawarkan pesona tersendiri dari eksotisme lain pulau Bali. Untuk dapat menempuhnya, tersedua transportasi bernama Sarbagita, sebuah transportasi umum dengan tujuan beberapa kota besar di Bali seperti Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Jika perjalanan dimulai dari Denpasar, maka tinggal memesan tiket untuk perjalanan selanjutnya menuju Gianyar. Setelah itu, tersedia beberapa angkutan umum maupun taksi yang akan mengantar Anda menuju Ubud yang hanya memakan waktu tempuh sekitar 10-15 menit dari pusat kota Gianyar. Ketika memasuki Ubud, wisatawan akan disambut oleh rimbunnya pepohonan dan berbagai macam toko pernak-pernik menarik untuk oleh-oleh di samping kanan-kiri sepanjang jalan raya Ubud.

Beberapa tempat menarik di Ubud di antaranya adalah Monkey Forest, sebuah hutan di tengah-tengah kota Ubud yang dipenuhi oleh monyet-monyet liar, Jogging Track, sebuh bukit memanjang yang menjadi sarana untuk berolah raga lari dengan pemandangan hijau yang indah di sekililingnya. Bagi wisatawan yang menyukai atau ingin mencoba olahraga air yang menantang seperti arung jeram, hanya membutuhkan waktu 5 menit saja dari pusat kota Ubud untuk menuju lokasi. Untuk penginapan, tersedia banyak penginapan seperti hotel, homestay, dan villa yang permalamnya berkisar dari harga Rp200.000 - Rp250.000.000, bergantung selera. Sebagai destinasi akhir, Pasar Seni yang menjadi pusat kota Ubud adalah pilihan yang tepat untuk membeli oleh-oleh berbagai macam benda kesenian khas Bali buatan warga lokal. Sebagi tips tambahan, berbelanja oleh-oleh di pasar seni tradisional akan memajukan pariwisata Bali di bidang ekonomi masyarakat.

Di tengah-tengah derasnya pariwisata Bali yang menambah sumpek dan panasnya daerah Bali selatan, Ubud selalu menawarkan keramahan alam dan sosial budayanya. Bali yang selama ini terkenal dengan pantai-pantainya masih memiliki sisi keindahan dan sensasi lain yang mungkin tidak terdapat di daerah wisata Bali lainnya yang selama ini sudah sangat terkenal dan menjauh dari kesan tradisional, sesuatu yang selama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Pulau Seribu Dewa tersebut.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini