Keren, Industri Makanan Dan Minuman Indonesia Merambah Pasar Internasional

Keren, Industri Makanan Dan Minuman Indonesia Merambah Pasar Internasional
info gambar utama

Industri makanan dan minuman nasional terus merambah pasar internasional. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan ekspor.

“Kalau kita lihat memang industri mamin memang sedang berusaha meningkatkan eksporm khususnya kita sedang merambah ke ASEAN plus negara-negara terdekat,” kata Adhi Lukman selaku Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) pada Antara, Rabu (13/9).

Sementara itu, dibukanya 300 gerai Alfamart di Filipina menjadi kesempatan industri mamin Indonesia untuk memasarkan produk-produknya melalui produk eceran yang sudah menjamur di Filipina.

“Ini juga bisa menjadi vehicle produk-produk Indonesia masuk ke sana. Itu yang sedang kita upayakan. Memang hasilnya tidak bisa dilihat jangka pendek, tapi dalam jangka panjang,” tambah Adhi.

Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian mengimbau kepada pelaku industri makanan dan minuman nasional untuk memperluas pangsa pasar dalam upaya meningkatkan kinerja salah satu industri andalan ini.

“Market domestik dan ekspor masih besar. Yang terpenting untuk industri ini juga adalah ketersediaan bahan baku sehingga mendorong investasi terus tumbuh,” jelas Airlangga.

Airlangga juga meminta agar industri mamin nasional melakukan terobosan inovasi produk baru yang dihasilkan sehingga dapat diminati oleh konsumen dalam negeri dan mancanegara.

Negara yang menjadi sasaran industri makanan dan minuman (mamin) nasional ini yakni negara ASEAN, India, China, Jepang, Korea dan Australia. Adapun beberapa jenis makanan dan minuman nasional yang merambah pasar internasional tersebut yakni permen, kopi, biskuit, mie, minuman, kepuruk dan nata de coco.

Tidak hanya menjual produk kepada para pembeli, industri nasional juga akan membuka jaringan distribusi sekaligus memperkuat pemasaran produk-produknya di negara-negara tersebut, terutama melalui promosi. Selera dan cita rasa makanan dan minuman Indonesia dinilai relatif mirip dengan produk-produk yang dihasilkan di negara ASEAN lainnya. Selain itu, industri mamin dinilai belum terlalu marak di negara-negara tersebut, sehingga hal itu menjadi peluang bagi Indonesia untuk dapat mengembangkan industrinya di pasar internasional.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini