Wow, Surabaya Raih Penghargaan Ini Dari UNESCO

Wow, Surabaya Raih Penghargaan Ini Dari UNESCO
info gambar utama

Surabaya menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang mendapat penghargaan Learning City Award 2017 dari UNESCO. Surabaya terpilih karena dinilai berhasil mempromosikan helix approach (pendekatan helix), melibatkan semua pemangku kepentingan untuk peningkatan kesempatan belajar dengan prioritas kepentingan masyarakat.

Penghargaan ini telah diterima langsung oleh Tri Rismaharini selaku Wali Kota Surabaya, dalam International Conference on Learning Cities (ICLC) ke-2, di Cork, Republik Irlandia, Senin (18/9) lalu. selain itu, Risma begitu sapaannya juga menjadi pembicara di depan wali kota dunia yang diundang tentang perkembangan kota secara menyeluruh. Beliau memaparkan perkembangan Surabaya, dari kebersihan, hingga pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Surabaya.

Menurut Risma, Surabaya dapat mendapatkan predikat Learning City ini tak lepas dari peran serta para stakeholder. Mulai dari sektor swasta, masyarakat, media dan pemerintah kota sendiri.

“Jadi konsep Learning City di Surabaya tidak akan berjalan dengan sukses jika tanpa peran serta semua pihak,” kata Risma.

Risma menerima penghargaan di irak | suarasurabaya.net
Risma menerima penghargaan di Irlandia | suarasurabaya.net

Dalam mengembangkan konsep Learning City, Risma mengajak masyarakat Surabaya untuk berperan aktif. Ia mencontohkan kampung pendidikan. Di kampung ini, masyarakat setempat menyepakati waktu-waktu belajar bagi anak-anaknya. Dengan demikian, meski tidak sedang di sekolah, anak-anak dapat belajar secara non-formal dalam bentuk permainan.

Risma juga menyebut beberapa program yang dilakukannya bersama warga, seperti membuat Rumah Bahasa dan Rumah matematika. Rumah Bahasa dan Rumah Matematika di Kompleks Balai Pemuda adalah bentuk lain dari penerapan kota belajar di Surabaya, yang mendorong masyarakat lebih mencintai pelajaran bahasa dan matematika.

Rumah Bahasa merupakan contoh konkrit peran aktif relawan dari kalangan mahasiswa, akademisi dan konsulat jenderal di Surabaya, yang bersedia mengajarkan bahasa kepada masyarakat. Sekarang, setidaknya tidak kurang dari 13 bahasa yang bisa dipelajari masyarakat Surabaya di Rumah Bahasa secara gratis. Sedangkan Rumah Matematika menawarkan konsep belajar dengan cara yang menyenangkan diselingi beragam permainan bagi anak-anak.

Rumah Bahasa di Surabaya | jatimprov.go.id
info gambar

Peningkatan minat baca masyarakat di Surabaya, diupayakan dengan membangun taman baca masyarakat (TBM) dan perpustakaan yang telah tersebar di balai RW dan taman-taman kota. TBM dan perpustakaan dapat dijumpai di 1.500 titik, tersebar di seluruh penjuru kota.

“Konsep belajar diterapkan kepada seluruh lapisan masyarakat. Tak terkecuali mereka dengan kebutuhan khusus. Di Pondok Sosial Kalijudan, anak-anak berkebutuhan khusus mendapat bekal pelatihan sesuai minat dan bakat. Mayoritas anak-anak di sana menggemari pelatihan melukis,” jelas Risma.

Selain itu, Broadband Learning Center (BLC) di 50 lokasi yang diinisiasi Pemkot Surabaya menjadi upaya mengajarkan komputer dan internet bagi masyarakat Surabaya, terutama ibu-ibu pelaku UKM untuk memasarkan produknya secara online.

BLC di Wonorejo, Surabaya | BLC.surabaya.com
info gambar

Pemkot Surabaya juga telah membangun co-working space yang diberi nama Koridor di lantai 3 gedung Siola. Tempat ini menjadi wadah bagi para pelaku industri kreatif dan start up Surabaya untuk berdiskusi dan berkarya lebih jauh.

“Berkat pelatihan dan pendampingan rutin, mereka mampu menghasilkan lukisan-lukisan berkualitas. Tak jarang lukisan mereka dipamerkan di sejumlah galery dan harga jual lukisan tersebut cukup tinggi. Dengan demikian, mereka mampu memperoleh penghasilan dari hasil lukisan tersebut,” tambah Risma.

Selain berbagai fasilitas, Pemkot Surabaya juga membuat berbagai program ekonomi kreatif. Ada Pejuang Muda dan Pahlawan Ekonomi yang memberikan pelatihan kepada warga sehingga menjadi bekal untuk memulai usaha.

Sebagai informasi, Indonesia baru pertama kalinya mendapatkan penghargaan Learning City dari UNESCO.

UNESCO Learning City Award adalah penghargaan yang diberikan kepada kota-kota di seluruh dunia karena dinilai mengalami kemajuan luar biasa dalam mempromosikan pendidikan dan kehidupan seumur hidup. Surabaya, sebagai bagian dari 16 kota terpilih dinilai berada pada tahap yang berbeda untuk berkembang menjadi kota belajar.

Risma beserta 15 wali kota dunia lainnya | primaradio.co.id
info gambar

Selain Surabaya, 15 kota dunia lainnya yang menerima penghargaan serupa adalah Bristol (Inggris Raya dan Irlandia Utara), Câmara de Lobos (Portugal), Contagem (Brasil), Gelsenkirchen (Jerman), Giza (Mesir), Hangzhou (China), Larissa (Yunani), Limerick (Irlandia), Mayo-Baléo (Kamerun), N'Zérékoré (Guinea), Okayama (Jepang), Pécs (Hungaria), Surabaya (Indonesia), Suwon (Korsel), Tunis (Tunisia), dan Villa María (Argentina).


Sumber: suarasurabaya.nert, detiknews.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini