Turah, Film “Ngapak” Tegal Siap Menggebrak Piala Oscar 2018

Turah, Film “Ngapak” Tegal Siap Menggebrak Piala Oscar 2018
info gambar utama

Perfilman Indonesia sudah tidak layak di pandang sebelah mata. Beberapa waktu lalu, Film asal Indonesia yang berhasil mencuri perhatian di ajang internasional berjudul “Istirahatlah Kata-kata” membawa pulang penghargaan khusus dewan juri dalam kompetisi di acara International Film Festival Love is Folly di kota Varna, Bulgaria.

Bahkan film berbahasa ngapak khas daerah Tegal, Jawa Tengah, siap bersaing dalam ajang internasional yang sangat bergengsi, Piala Oscar 2018. Academy Awards ke-90 itu akan diselenggarakan pada 4 Maret 2018 di Dolby Theatre Hollywood, Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Film berjudul “Turah” akan maju di Oscar setelah dipilih Komite Seleksi yang dibentuk Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI).

Film berbahasa ngapak Tegal ini siap bersaing di Oscar 2018
info gambar

"Berdasarkan keputusan dan sesuai pedoman pelaksanaan kategori Foreign Languange Award di Oscar, maka komite seleksi menetapkan bahwa film produksi Empat Warna Media, Turah, terpilih sebagai film untuk mewakili Indonesia di ajang Oscar kategori film bahasa asing," kata Ketua Komite Seleksi, Christine Hakim.

Kekuatan Film yang baru dirilis agustus lalu ini terletak pada kejujuran dan keluguan dialognya di antara kemunafikan dan krisis kemanusiaan. Kekuatan itu dinilai mampu bersaing dan memenangkan kompetisi pada kategori Foreign Languange award Oscar 2018.

Sebelumnya Academy of Motion Pictures Arts and Sciences (AMPAS) selaku penyelenggara gelaran Academy Award atau Oscar menunjuk Pesatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) untuk memilih satu film Indonesia guna bertarung dalam kategori Best Foreign Language Film.

salah satu adegan film berbahasa ngapak yang diterjemahkan dalam bahasa inggris
info gambar

Film yang di sutradarai oleh Wicaksono Wisnu Legowo pemuda asal tegal ini menceritakan tentang permasalahan sosial kehidupan pada tatanan lapisan masyarakat kelas bawah. Film ini sebagai gambaran realita kehidupan di Kampung Tirang, Tegal.

Warga dijangkiti oleh sifat pesimisme dan juga diliputi perasaan takut. Terutama kepada Darso, yaitu juragan kaya yang telah memberi para penduduk ‘kehidupan’.

Namun mereka bangkit dan berjuang untuk melawan rasa takut. Hingga datang pertolongan pada orang-orang tersebut melalui diri Turah dan Jadag yang berani melawan rasa takut dan ingin lepas dari kelicikan Darso setelah banyak peristiwa terjadi.

Ketua Umum PPFI Firman Bintang mengharapkan pemerintah memberikan dukungan nyata berupa pembiayaan promosi dan iklan terhadap film yang mewakili Indonesia ke ajang penghargaan internasional tersebut.

"Dengan demikian gaung film Indonesia yang dikirim ke Oscar 2018 menjadi lebih besar dan terdengar ke banyak jaringan dan pelaku film di seluruh dunia, yang dampaknya berimbas pada kemajuan industri film nasional," kata Firman.


Sumber: antaranews.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini