Luar Biasa! Suparni Yati, Atlet Tolak Peluru Berhasil Pecahkan Rekor ASIA di ASEAN Para Games 2017

Luar Biasa! Suparni Yati, Atlet Tolak Peluru Berhasil Pecahkan Rekor ASIA di ASEAN Para Games 2017
info gambar utama

Medali emas berhasil di raih Atlet atletik difabel Indonesia, Suparni Yati pada cabang olahraga tolakpeluru di ASEAN Para Games 2017.

Suparni juga sukses memecahkan rekor Asia, rekor itu dicatat saat dirinya berlaga di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Rabu (20/9/2017).

Suparni yang turun pada tolak peluru F20 putri, mencatatkan jarak lemparan sejauh 11,03 meter. Dia mengalahkan Nursuhana binti Ramlan yang menorehkan lemparan sejauh 9,66 meter.

aksi tolak peluru yang membuat Suparni berhasil pecahkan rekor Asia
info gambar

Sangat membanggan untuk Indonesia, Suparni mengalahkan Nursuhana sang pemegang rekor Asia sebelumnya.

Atlet asal Malaysia itu membuat lemparan sejauh 10,71 meter pada ajang Paralimpiade London 2012.

Nursuhanna sendiri pun harus rela predikat peraihan rekor terbaiknya di rebut oleh Suparni di tahun 2017 ini.

Dia harus puas memperoleh medali perak di tolak peluru F20 kala tampil di rumahnya sendiri dalam ASEAN Para Games IX/2017 ini.

Sedangkan medali perunggu di nomor ini juga didapatkan atlet Malaysia Noor Imanina dengan jarak tolakan 9,6 meter.

Kesuksesan Suparni, membuatnya semangat mencetak prestasi lebih tinggi lagi
info gambar

Pencapaian Suparni ini terbilang luar biasa. Apalagi ini merupakan debut pertamanya di ASEAN Para Games.

Walapun Suparni mencetak prestasi luar biasa, wanita 24 tahun ini tak ingin berpuas diri dan siap melanjutkan prestasinya ke level Asian Para Games 2018 dan Paralimpiade 2020 yang berlangsung di Tokyo, Jepang.

"Semua itu karena latihan yang giat dan berkat dukungan pelatih. Saya mau mendapatkan prestasi yang lebih tinggi lagi," kata Suparni

"Semoga kelak bisa berkompetisi pada ajang Asian Games 2018 di Indonesia dan Paralimpiade 2020 di Tokyo," tegas Suparni.


Sumber: bola.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini