untuk semua mahasiswa kebidanan yang sebentar lagi akan menjadi seorang bidan di seluruh Indonesia

untuk semua mahasiswa kebidanan yang sebentar lagi akan menjadi seorang bidan di seluruh Indonesia
info gambar utama

Jika Anda ingin menjadi bidan untuk bisa kaya raya atau semata-mata ingin balik modal, maka segeralah kemasi barang-barang anda.

mungkin fakultas ekonomi dan bisnis lebih tepat untuk mendidik anda menjadi Business Women bergelimang harta. daripada anda harus mengorbankan pasien dan keluarga anda sendiri demi mengejar kekayaan.

jika anda menjadi bidan untuk mendapatkan kedudukan sosial tinggi di masyarakat, dipuja dan didewakan, maka silahkan kembali ke Mesir ribuan tahun yang lalu dan jadilah fir'aun disana. Daripada anda disini harus menjadi arogan dan merendahkan orang lain di sekitar anda hanya agar anda terkesan paling berharga.

Jika anda ingin menjadi bidan untuk memudahkan mencari jodoh atau menarik perhatian calon mertua, mungkin lebih baik anda mencari agency selebritis yang akan mengorbitkan anda sehingga menjadi artis pujaan para pria.Dari pada anda bersembunyi di balik hairnet dan baju putih-putih, sementara anda alpa dari makna bidan yang sesungguhnya.

BIDAN TIDAK DICIPTAKAN UNTUK ITU KAWAN!

Memilih menjadi bidan bukan sekedar agar bisa bergaya dengan BMW keluaran terbaru, bukan sekedar terlihat cantik dengan baju putih kebanggaan, bukan sekedar agar para tetangga terbungkuk-bungkuk hormat melihat kita lewat.

memilih menjadi bidan adalah memilih jalan pengabdian. Mengabdi pada masyarakat yang masih akrab dengan busung lapar dan gizi buruk. Mengabdi pada masyarakat yang masih sering mengunjungi dukun ketika anaknya akan lahir.

memilih menjadi bidan adalah memilih empati, ketika dengan lembut kita merangkul dan menguatkan seorang bapak tua yang baru saja kehilangan anaknya karena pendarahan.

memilih jalan menajdi bidan adalah memilih jalan kemanusiaan, ketika kita tergerak mengabdikan diri dalam tim medis penanggulangan bencana dengan bayaran yang cuma-cuma.

memilih jalan menjadi bidan adalah memilih jalan kepedulian, saat kita terpukau dalam sujud-sujud panjang, mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan pasien-pasien kita.

memilih menjadi bidan adalah jalan berbagi, ketika seorang tukang becak menangis di depan kita karena tidak punya uang untuk membayar biaya Rumah Sakit istrinya yang akan melakukan operasi cesar. Lalu dengan senyuman ternindah yang pernah disaksikan dunia, kita menepuk bahunya dan berkata, "Jangan Menangis lagi, pak, Insya Allah Saya bantu pembayarannya".

Memilih menjadi bidan adalah memilih jalan kasih sayang, ketika dengan sepenuh cinta kita mengusap lembut rambut seorang anak dengan leukimia dan berbisik lembut ditelinganya. "dik, mau diceritain dongeng nggak sama buk bidan?"

Memilih jalan menjadi bidan adalah memilih jalan ketegasan, ketika sebuah perusahaan susu menjanjikan komisi besar untuk target penjualan susu formulanya, lalu dengan tetap tersenyum kita mantap berkata, " maaf, saya tidak mungkin menghianati pasien dan hati nurani saya".

Memilih jalan menjadi bidan adalah memilih jalan pengorbanan, saat tengah malam tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena istrinya akan melahirkan. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dan dinginya malam.

Memilih menjadi bidan adalah memilih jalan terjal untuk meraih cita-cita. Bukan, bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tapi Ridha Allah lah yang senantiasa kita perjuangkan.

Yah, memilih menjadi bidan adalah memilih jalan menuju surga, tempat dimana bidan sudah tidak lagi perlu ada....

NB :

tulisan ini semata-mata bukan memprovokasi untuk menjadi bidan miskin, bukan juga mengatakan bidan tidak perlu penghormatan atau hal-hal duniaw lainnya. Tulisan ini hanya sekedar nasehat untuk diri sendiri dan rekan sejawat sejawat semua untuk meluruskan kembali untuk apa kita menjadi seorang bidan. Karena setiap amalan tergantung pada niatnya. Silahkan menjadi kaya, silahkan menjadi terhormat, asal jangan itu menjadi tujuan kita. Bidan terlalu rendah jika hanya di niatkan untuk keuntungan duniawi semta. Mungkin akan sangat susah untuk menggenggam erat idealisme ini nantinya. Namun saya yakin, jika ada kemauan yang kuat dan niat yang tepat, idealisme ini akan terbawa sampai mati. walaupun harus sendirian dalam memperjuangkan, walaupun banyak yang mencemooh dan merendahkan. Saya yakin, Allah tidak akan pernah salah menilai setiap usaha dan perjuangan hamba-hamba-Nya. Tidak akan pernah.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini