Mengenal negri sendiri,sudahkah anda melakukannya?

Mengenal negri sendiri,sudahkah anda melakukannya?
info gambar utama

Tempat dimana kita tinggal sekarang,di negri yang mungkin bagi orang-orang di luar sana tidak pernah mendengarnya bahkan tidak tahu,yang mereka tahu hanya “bali”.merupakan suatu kenyataan yang sangat miris.negri ini,jauh di dalamnya merupakan perwujudan dari betapa sempurnanya penciptaan tuhan di tanah ibu pertiwi.keberagaman yang terbingkai dalam tiga kata,terbukti selama lebih dari tujuh puluh tahun mempersatukan kita dalam keragaman budaya dan menjadi daya tarik bagi bangsa yang lain.dimulai dari adat istiadat yang memiliki ciri khas tersendiri pada setiap daerah,tari sama di ujung barat hingga ke timur “yamko rambe” papua.lincahnya suku dayak sampai anggunnya wanita solo.bukankah ini merupakan hal yang istimewa untuk bersama kita lihat dan rasakan?

Tidaklah berlebihan rasanya apabila terucap kata tentang negeri ini,kepingan surga di tanah khatulistiwa.ternyata warna keindahan sang pencipta ikut pula menghiasi alam negri ini,menciptakan berbagai budaya yang saling berdamping hidup rukun antara alam dan insan.

Tentang cerita keindahan bangunan di negri ini,yang menarik berjuta manusia untuk dateng ke tanah kita,telah beberapa yang tersiar hingga ke telinga mancanegara.merupakan bentuk dari kerjasama,gotong royong ,musyawarah yang menjadikan pemikiran-pemikiran yang kreatif oleh bangsa kita sendiri dan berlangsung dari generasi ke generasi.

Tradisi bangsa kita dalam hal kesopanan tidak menutup dari nilai estetika yang melekat pada pakaian ada dari daerah masing-masing.kain ulos yang menawan,tapis yang berkilauan maupun jarik yang syarat akan nilai sebuah keindahan merupakan bukti nyata betapa keberagaman kita menciptakan warna dalam alur kehidupan yang indah untuk di rasakan bersama.

Mengenai hal selera,lidah setiap orang tidak akan berbohong tentang cita rasa nusantara yang telah berlangsung sejak lama,bahkan resep yang bertahan tersebut tetap melekat di benak masing-masing kita,menciptakan buah bibir yang sekalinya sampai dan hinggap di negri orang akan terus di cintai dan jadi suatu yang akan menjadi tanda pengingat bagi kita untuk patut berbangga dan melestarikan itu semua.mulai dari rendang buatan uni dari Padang,aroma menggoda masakan pindang buatan “wong kito” di Palembang,setiap suapan gudeg yang menjadi pengingat kota istimewa yogyakarta,hingga papeda buatan para mama dari Papua.semakin menambah rasa sayang saya kepada negri ini.

Ada sebuah pepetah yang umum terdengar,”mulut mu harimau mu”.bukan hal asing lagi dalam sebuah keberagaman akan terdapat masalah yang bila tak disikapi dengan bijak tentu akan membawa petaka,kita yang tinggal dinegriyang terdiri dari banyak suku pasti mempunyai bahasadaearh yang menjadi alat komunikasi sehari-hari,terkadang saya merasa lebih berhati-hati.disebabkan bahasa antara daerah satu dengan yang lainnya meskipun sama dalam penulisan dan penyebutannya,contohnya saja dalam bahasa lapung terdapat kata lawang.anda yang bersuku jawa pastilah mengira kata tersebut merupakan kata yang bermakna benda yaitu pintu dan bukanlah merupakan permasalahan yang serius,tetapi apabila anda mengucapkan kata tersebut pada seorang yang bersuku lampung,wahh maslahnya akan menjadi runyam.kira-kira apa arti dari kata tersebut yang menyebabkan masalah? Maknanya ialah “gila”.nah,jika anda telah mengetahui hal tersebut tentu anda tidak akan mencobanya kan?.bukan Indonesia namanya jika rasa kebersamaan kita hilang hanya karena masalah kecil,sekali buktibahwa negri terbukti damai dalam ragam budayanya,untunglah kita mempunyai bahasa ibu yang mempersatukan kita yaitu bahasa indonesia.

Negri ini memang di karuniai oleh beraneka anugrah,dimana tugas kita sebagai generasi penerus untuk mengisi kemerdekaan dengan hal positif dan membangun.sangat disayangkan apabila dengan segala anugrah yang telah diberikan kepada bangsa ini menjadi penyebab perpecahan diantara kita,hendaknya arna-warni ini kita jaga agar tetap berwarna dan indah dipandang serta dirasakan. harus diakui bahwa ada keanekaragaman budaya. Namun harus diakui pula

bahwa keanekaragaman budaya itu tidak mengandaikan satu perbedaan yang tidak

terjambatani. maka sesungguhnya dalam keanekaragama budaya selalu terdapat nilai-nilai bersama yang menjadi titik temu dalam membangun relasi sosial. Tetapi titik temu ini seperti sudah dikemukakan dalam essensial budaya, bukan

merupakan budaya untuk memaksa pola dan paradigma dari budaya tertentu agar menjadi

satu nilai yang diterima secara universal, melainkan melihat apa yang sesungguhnya

merupakan nilai yang dikejar tanpa pemaksaan .Dengan demikian keragaman budaya di Indonesia bukanlah masalah bagi keberlangsungan

hidup masyarakat, namun bahkan bisa menjadi pendukung satu sama lain, apa lagi ragam

budaya tersebut berdasar pada ideologi bangsa ini yakni pancasila, sehingga akan

terbentuklah sebuah masyarakat yang damai dan bertoleransi tinggi.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini