Tol Udara, Solusi Kesenjangan Harga di Papua

Tol Udara, Solusi Kesenjangan Harga di Papua
info gambar utama

Pemerintah berupaya memangkas disparitas alias kesenjangan harga antara Papua dengan provinsi lain. Salah satunya dengan mengoptimalkan jalur penerbangan hingga infrastruktur bandara di Papua.

Upaya ini dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan cara antara lain mengembangkan bandara, memperluas landasan pacu, dan menyiapkan pesawat yang tepat yang sesuai kondisi di lapangan.

"Pengembangan bandara di Papua, kegiatan lanjutan pengembangan bandar udara kita ingin meningkatkan kapasitas menjadi B-373 series yaitu perpanjangan dan pelapisan runway, peningkatan apron dan taxiway misalnya di Bandara DEO (Domino Eduard Osok)-Sorong dan Dekai-Yahukimo," kata Direktur Bandara Kemenhub, Yudhi Sari.

Sementara itu Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, konektivitas di Papua selama ini terjalin lewat jalur udara. Maka tak heran jika terdapat lebih dari 500-an lapangan udara di Papua.

"Tahun ini kita tambah lagi dengan tol udara untuk mengangkut barang-barang dari ujung ke ujung kecamatan di Papua," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Menhub mengklaim lewat kebijakan sebelumnya melalui tol laut sebenarnya cukup sukses menekan disparitas harga hingga 40 persen, namun tetap harus ditambah dengan Tol Udara untuk meringankan distribusi muatan barang yang tidak terjangkau lewat laut akibat jarak yang jauh.

"Kita tambah dengan tol udara. Seperti dari Timika ada flight ke kota-kota kecil lain," ujar Budi.


Sumber: Republika, Jawa Pos , Detik

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini