Achmad Zulkarnain, Fotografer Difabel Indonesia Yang Mendunia

Achmad Zulkarnain, Fotografer Difabel Indonesia Yang Mendunia

Achmad Zulkarnain, Fotografer Difabel Asal Banyuwangi ©boredpanda,com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Achmad Zulkarnain dilahirkan tanpa lengan dan kaki. Namun, keterbatasan tubuh tidak akan pernah menghentikan obsesinya untuk menjadi seorang fotografer handal.

Fotografer asal Banyuwangi ini berhasil membangun bisnis fotografi yang berkembang pesat setelah ia menekuni minatnya pada bidang tersebut beberapa tahun yang lalu.

Seperti yang dilansir Viva.co.id, Dzoel begitu sapaan akrabnya, disorot oleh media internasional Al Jazeera yang menceritakan kisah kehidupannya. Al Jazeera mengunggah video berdurasi 4,10 menit tersebut di akun Twitternya, @AJEnglish, Jumat (29/9/2017).

"Dzoel has no hands or legs but he doesn’t let that get in the way of his photography #AJShorts," cuit @AJEnglish.

Kecintaannya terhadap dunia foto dimulai saat ia bekerja di sebuah warung internet dan sekaligus menawarkan jasa foto. Akhirnya, pada suatu waktu Dzoel memutuskan untuk membeli kamera dengan cara mencicil, demi memenuhi minat fotografi tersebut. Dia pun terus menekuni pelajaran memotret hingga akhirnya menjadi terkenal sebagai seorang fotografer.

Dzoel yang percaya diri dengan kondisinya tanpa tangan dan kaki | ntd.tv
Dzoel yang percaya diri dengan kondisinya tanpa tangan dan kaki | ntd.tv

Pria berusia 25 tahun ini mendirikan usahanya sendiri yang bernama DZOEL, dan dengan cepat menjadi sensasi di daerahnya. Dengan gangguan fisiknya, ia harus menemukan caranya sendiri untuk menggunakan kamera.

Mulai dari mendorong kamera ke wajahnya untuk mengubah ISO, fokus dan zoom, hingga menggunakan mulutnya untuk menghidupkan dan mematikan kamera. Dia juga memanfaatkan kulit lebih di ujung tangannya untuk menekan tombol shutter.

“Saya memiliki cara sendiri untuk melakukan sesuatu. Saya tidak ingin orang melihat gambar saya dan memikirkan siapa saya. Saya hanya ingin mereka melihat kreativitas saya,” kata Dzoel kepada Al Jazeera.

Dzuel taklukkan gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2.443 m | kompas
Dzuel taklukkan gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2.443 m | kompas

Tanpa kaki, Dzoel tetap bisa ke berbagai lokasi untuk memotret. Mata tajamnya untuk sebuah gambar membawanya ke tempat yang menakjubkan, termasuk ke puncak Gunung Ijen, yang terletak 2.800 meter di atas permukaan laut. Dia menggunakan sebuah kendaraan berbentuk mirip Go-Kart; hasil rancangannya sendiri yang dirakit dengan bantuan kawan serta keluarga.

Sekarang, selain bekerja sebagai seorang fotografer, Dzoel juga mengajar fotografi. Pria yang sedang menempuh kuliah di jurusan hukum Universitas 17 Agustus 1945 ini juga sedang belajar piano.

“Jika Anda ingin menjadi yang terbaik, hapus pemikiran bahwa Anda cacat. Anda tidak harus sempurna untuk menjadi yang terbaik dengan apa yang Anda lakukan,” tambahnya.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga62%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang3%
Pilih Tak PeduliTak Peduli4%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi23%
Pilih TerpukauTerpukau7%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Robo - Robo, Tradisi Pemersatu Sebelummnya

Robo - Robo, Tradisi Pemersatu

Kontingen Garuda UNIFIL Bantu Korban Ledakan Beirut, Lebanon Selanjutnya

Kontingen Garuda UNIFIL Bantu Korban Ledakan Beirut, Lebanon

Andari Widanto Fitria Aisyah
@pipit09

Andari Widanto Fitria Aisyah

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.