LOMUGA Sebagai Ajang Pelestarian Ekosistem Sungai Kalimantan Barat

LOMUGA Sebagai Ajang Pelestarian Ekosistem Sungai Kalimantan Barat
info gambar utama

Pulau Kalimantan khususnya Kalbar merupakan daratan yang dilalui oleh banyak sungai. Termasuklah sungai Kapuas yang menjadi salah satu ikon Kalimantan Barat sebagai sungai terpanjang di Indonesia dengan total panjang 1.178 km. Tak hanya Kapuas, kehadiran sungai-sungai ini tentu menjadi aset bagi masyarakat dan berdampak pada potensi yang dapat dirasakan oleh warga sekitar. Bukan hanya bagi mereka yang bertempat di sekitaran sungai, namun juga bagi mereka yang memiliki minat tersendiri terhadap potensi air tawar ini.

Pemerhati Lingkungan Daerah Aliran Sungai (Pelindas) dan Pemancing Udang Galah Kalimantan Barat (Pemuka) kerap melakukan beragam kegiatan sosial di berbagai daerah. Mulai dari melakukan mancing amal yang hasilnya diserahkan kepada panti asuhan maupun pondok pesantren. Serta berbagi rezeki kepada masyarakat kurang mampu yang hidup di sepanjang kawasan DAS. Termasuk ikut berkontribusi dalam pembangunan rumah-rumah ibadah yang berada di kawasan spot-spot pemancingan.

Untuk terus menjaga potensi sungai, Pemuka Pelindas juga melalukan upaya dengan menyelenggarakan Lomba Memancing Udang Galah (LOMUGA). Bertepatan pada hari Minggu, 1 Oktober 2017 merupakan penyelenggaraan LOMUGA ke-4 yang diselenggarakan di Taman Bestari, Kabupaten Mempawah.


Pembukaan LOMUGA 4 juga dihadiri oleh Bupati Kabupaten Mempawah dan Raja Mempawah sebagai bentuk apresiasi. Lomba berlangsung cukup semarak dengan adanya 236 perahu yang berbaris rapi di tepian Sungai Mempawah, telah disiapkan untuk para peserta yang berdatangan dari berbagai wilayah se-Kalimantan Barat.

sampan di tepian sungai Mempawah (© instapu.com)
info gambar

Mengingat beberapa waktu lalu, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemuka Pelindas ke-III. Diselenggarakanlah LOMUGA ke-3 yang berlangsung di Pondok Kapuas Wisata Mini Rasau Jaya, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya sukses digelar pada Minggu, 18 Desember 2016 kemarin.

Kekayaan alam yang melimpah di daerah aliran Sungai senantiasa harus dilestarikan keberadaannya. Sehingga potensi udang galah serta beragam jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tidak habis serta bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang.

Agenda tahunan ini dapat menjadi ajang seru dan bermanfaat, tak hanya bagi pemancing udang galah namun bagi masyarakat khususnya pada daerah aliran sungai, untuk dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sungai. Besar harapan agar LOMUGA 5 dan seterusnya dapat terlaksana dengan semakin mendapat antusias dari masyarakat khususnya Kalimantan Barat. Agar juga dapat menapaki kesadaran warga Indonesia untuk terus menjaga kebersihan dan kelestarian potensi aliran sungai.

Sumber: pontianak.tribunnews.com | instapu.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini