Menong: Boneka Keramik dari Purwakarta Wujud Ragam Budaya Nusantara

Menong: Boneka Keramik dari Purwakarta Wujud Ragam Budaya Nusantara
info gambar utama

Desa Anjun, Kecamatan Plered, kabupaten Purwakarta, Jawa Barat sudah sejak lama dikenal sebagai pusat pembuatan gerabah dan keramik di Indonesia. Diperkirakan kegiatan pengolahan tanah liat menjadi keramik dan gerabah tersebut sudah ada sejak tahun 1904. Beragam bentuk dengan corak yang unik telah dihasilkan oleh para pengrajin, serta menarik perhatian konsumen dalam dan luar negeri. Salah satu yang belum banyak diketahui adalah boneka keramik bernama “Menong”.

Menongsendiri pertama kali dibuat tahun 1980 oleh salah seorang pengrajin dari desa Anjun bernama Yanto. Setelah sebelumnya beliau merantau ke Lampung dan beberapa daerah di Indonesia hingga kembali pulang ke Purwakarta. Dari menyimak ornamen pakaian adat di Lampung dan beberapa daerah yang disinggahinya, hingga mendalami karakteristik sosial budaya Purwakarta sebagai tanah kelahirannya, maka terciptalah Menong.

Menong merupakan boneka keramik berbahan dasar tanah liat. Kata Menong berasal dari dua kata utama, yaitu “Men” yang berarti manusia dan “Nong” yang berarti cantik. Tidak mengherankan diberi nama Menong karena menggambarkan karakter perempuan Indonesia yang cantik.

Hal menarik dari Menong juga dapat dilihat pada hiasan pakaian dan akesoris yang terinspirasi dari beragam pakaian adat daerah-daerah di Indonesia, sebagai contoh mahkota Menong terinspirasi dari Siger Lampung. Motif pakaian juga terinspirasi dari pakaian tradisional perempuan suku Dayak, Kalimantan bernama Sapei Inoq dan Ta’a . Selain itu, hiasan bunga Kemboja terinspirasi dari bunga yang selalu disematkan pada telinga penari Pendet atau Legong Bali. Begitupun bunga Melati sebagai bunga nasional Indonesia. Hingga rumbai-rumbai tali serat yang menyerupai rok pakaian tradisional dari Papua.

Oleh karena itu, banyak juga yang menyebut boneka keramik dari Purwakarta ini sebagai “Menong Nusantara”, karena merepresentasikan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia. Serta Purwakarta yang meskipun berada di tanah Sunda, tapi sangat menjunjung tinggi keanekaragaman suku, agama dan budaya tersebut. Selain itu, Menong juga menunjukan bahwa perempuan Indonesia tidak hanya anggun parasnya, tapi juga cinta budaya daerahnya.

Biasanya Menong ini dijual per paket. Satu paket terdiri dari tiga menong, yakni menong ibu, dan kedua anak perempuannya yang besar dan kecil. Jika dilihat dari ukuran, tiga Menong tersebut memiliki tinggi 25 cm, 16 cm, dan 12 cm dan dapat diperoleh di beberapa tempat penjual cinderamata di Purwakarta. Misalnya, di beberapa toko keramik di Plered atau Galeri Menong. Harganya beragam, tergantung ukuran. Untuk Menong per paket Rp 350.000, namun ada pula yang dijual satuan dengan harga Rp 100.000.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini