Potensi Pulau Kelapa

Potensi Pulau Kelapa

ilustrasi © Coconut Pinterest

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Bicara tentang masa depan Indonesia..

Mari kita berimajinasi bersama sejenak, akan seperti apakah Indonesia 28 tahun kemudian?

Akankah semakin banyak gedung yang tinggi dengan arsitektur megah, industri yang berkembang pesat, tatanan kota yang rapi, teknologi canggih dan komunikasi yang semakin cepat dan luas , tersebar hingga ke pelosok negeri?

Berbagai gambaran menarik tentang masa depan terdengar hebat dan menjanjikan. Tetapi yang tidak kalah penting juga adalah masa sekarang. Karena masa depan tentu tidak akan mudah dan instan terjadi sesuai impian kita jika tidak kita usahakan sejak sekarang.

Untuk menempuh kemajuan negeri ini, ada banyak PR yang harus kita kerjakan termasuk memajukan perekonomian Indonesia. Bicara ekonomi, beragam jenis bidang memang berpotensi, salah satunya komoditas kelapa. Ingatkah kita penggalan lagu ini :

Tanah airku aman dan makmur

Pulau kelapa yang amat subur

Pulau melati pujaan bangsa

Sejak dulu kala..”

Ya, nyanyian diatas adalah penggalan dari lagu Rayuan Pulau Kelapa, sebuah lagu yang merepresentasikan negeri tercinta, Indonesia. Karena Negara kepulauan, tidak diragukan lagi pemandangan pohon kelapa tersebar diseluruh pulau di Indonesia.

Seperti yang dilansir oleh KOMPAS, ekspor kelapa dan sabut kelapa Indonesia sangat prospektif untuk ditingkatkan. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan kelapa di pasar global untuk produk makanan dan minuman. Tahukah kamu, Indonesia adalah Negara pengekspor kelapa terbesar kedua setelah Filipina.

Kebutuhan kelapa di dunia akan terus meningkat dan berkelanjutan karena digunakan sebagai bahan dasar produk makanan, minuman, kecantikan, barang rumah tangga. Bahkan di Jerman sejumlah perusahaan otomotif menggunakan sabut kelapa sebagai salah satu bahan baku jok mobil.

Inilah peluang kita. Dan tidak sedikit juga orang Indonesia sudah mengambil peluang ini, Iwan Mursidi namanya, pengusaha asal Desa Peniti Dalam, Pontianak, Kalimantan Barat yang sudah 6 tahun memanfaatkan nira kelapa. Nira tersebut diolah menjadi gula kelapa dan diperdagangkan untuk dalam kota, per harinya bisa menghasilkan produk hingga 3 ton gula.

Satu pohon, untuk berbagai macam produk yang berbeda. Dan jika kita memanfaatkan dengan baik industri ini, memadukannya dengan teknologi maka sudah pasti produk turunan kelapa bisa menempati posisi puncak di dunia.

Untuk jenis pohon kelapanya sendiri, peluang lebih banyak untuk daerah timur Indonesia. Kelapa Bido namanya, jenis ini ditemukan di Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai. Karakter utama dari jenis kelapa ini adalah berbatang pendek, cepat berbuah, ukuran buah besar, kandungan air banyak, dan berproduksi tinggi, Kelapa Bido juga sudah didaftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT) Kementerian Pertanian dengan tanda daftar 222/PVL/2016.

Dengan beragam jenis pohon kelapa dan masing-masing kelebihannya, bisa kita simpulkan bahwa tanah air Indonesia memang menyimpan banyak potensi untuk dikembangkan lagi.

Ini masamu, ini kesempatanmu. Indonesia sudah menyediakan SDA-nya, tugas kita mengusahakannya.
Sumber:

KOMPAS

Kemenpenri.go.id

Litbang.pertanian.go.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Motif-motif Batik Inovatif dari Rumah Kreatif Balikpapan Sebelummnya

Motif-motif Batik Inovatif dari Rumah Kreatif Balikpapan

Mitologi Mak Lampir, Si Jelita yang Menjadi Buruk Rupa Karena Memburu Cinta Selanjutnya

Mitologi Mak Lampir, Si Jelita yang Menjadi Buruk Rupa Karena Memburu Cinta

Julian Alsen
@julian

Julian Alsen

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.