Terjun Bebas Kopassus Bersama Satwa. Pecahkan MURI Pada HUT TNI ke-72

Terjun Bebas Kopassus Bersama Satwa. Pecahkan MURI Pada HUT TNI ke-72
info gambar utama

Hampir setiap tahunnya, peringatan HUT TNI selalu dimeriahkan dengan berbagai aksi oleh Para Prajurit Bangsa. Namun ada satu hal yang menarik pada peringatan HUT TNI ke-72 ini. Yakni terjun bebas militer (free fall) bersama satwa, tepatnya bersama anjing penyerang. Untuk dapat menampilkan aksi secara maksimal, free fall bersama anjing penyerang ini telah melalui latihan sejak beberapa hari yang lalu, baik secara internal di lingkungan Kopassus maupun secara eksternal bergabung dengan satuan TNI lain di Bandara Halim Perdanakusuma.

Dari ketinggian 8.000 kaki, 6 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) heroik bersama anjing penyerang melihat pemandangan bumi Indonesia, yang berujung pada pendaratan di Pelabuhan Dermaga Indah Kiat Merak Cilegon Banten. Demonstrasi free fall bersama satwa ini menuai sensasi yang berbeda saat dimana penerjun harus menjinakkan dan beradaptasi bersama anjing penyerang.

Sertu Teddi M. Romdhon adalah salah satu peterjun di antara enam penerjun lain yang membawa satwa (anjing). “Sebelumnya kami harus menyatu dengan satwa yang akan kita bawa untuk terjun, sehingga dalam pelaksanaan latihan sehari-hari, kita ajak satwa itu untuk bermain-main dan bercengkrama serta dielus-elus agar jinak dan menurut. Ini adalah salah satu cara berkomunikasi dengan satwa sehingga pada saatnya nanti satwa yang akan kita ajak terjun sudah familiar dengan penerjun," tegas Romdhon pada kutipan berita Liputan6.com

penerjun bersama seekor anjing penyerang © nasional.sindonews.com
info gambar

Dengan meletakkan anjing pada posisi depan saat free fall, bermodalkan rantai sebagai tali pengaman bagi satwa, para penerjun Kopassus ini berhasil memecahkan Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI). Pemecahan rekor ini disaksikan pula oleh Pendiri MURI, Jaya Suprana dan Direktur Utama MURI, Aylawati Sarwono yang hadir memenuhi undangan dalam peringatan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat Merak Cilegon. Sebelumnya Manager Operasional MURI, Triyono, telah melakukan verifikasi dengan menyaksikan langsung kegiatan penerjun dengan satwa anjing saat pelaksanaan gladi bersih 3 Oktober lalu.

Banyak prestasi yang telah diukir oleh para penerjun Kopassus di kancah internasional dalam cabang olahraga terjun bebas militer (free fall). Sebut saja saat Kopassus ikut serta dalam kejuaraan terjun payung militer dunia yang bertajuk Conseil International Du Sport Military (CISM) World Military Parachuting Championship tahun 2013 yang diselenggarakan di Tiongkok. Mereka meraih medali perunggu. Kemudian tahun 2014 saat diselenggarakan di Stadion Manahan Solo, Kopassus berhasil meraih medali emas, dan pada tahun 2015 ketika diselenggarakan di Korea Selatan juga berhasil meraih medali perak.

Selain itu, prajurit Kopassus bersama satuan lain yang tergabung dalam Tim Persatuan Terjun Payung Angkatan Darat (PTPAD), dengan komandan kontingen Mayor Inf Frengki Susanto juga berhasil menjadi Juara Umum pada kejuaraan terjun payung “The Trengganu Challenge Parachutting Championship and Malaysian Armed Forces Championship Closed” pada tahun 2015 di Malaysia. Dalam pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI), Sertu Teddi M. Romdhon juga berhasil terjun dengan membawa bendera Merah Putih berukuran besar (22,25 meter x 33,25 meter) di atas langit Lapangan Suparlan Pusdiklatpassus Kopassus Batujajar pada tahun 2016.

Sangat membanggakan saat mengetahui bahwa prajurit TNI kita tak hanya betugas mengamankan Negara, namun juga mengharumkan nama Bangsa Indonesia di tengah-tengah Dunia. Berkiprah pada bidangnya tanpa meninggalkan kewajiban.


Sumber: poskotanews.com | citizen6.liputan6.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini