Yuk Intip Kegiatan Kekinian yang disebut Zetizen Challange Summit 2017

Yuk Intip Kegiatan Kekinian yang disebut Zetizen Challange Summit 2017
info gambar utama

Kamu pasti pernah mendengar istilah generasi X dan generasi Y. Dan welcome ! Karena waktu dimana kamu hidup sekarang adalah waktunya generasi Z. Well, mungkin ada kawan GNFI yang belum tahu darimana pembagian generasi ini berasal. Sebelum ke kabar baik, kita santap hidangan pembukanya dulu, yakni sekilas info tentang teori generasi.

Artikel dari tirto.id menjelaskan, Generasi Milenial, yang juga punya nama lain Generasi Y, adalah kelompok manusia yang lahirdi atas tahun 1980-an hingga 1997. Mereka disebut milenial karena satu-satunya generasi yang pernah melewati milenium kedua sejak teori generasi ini diembuskan pertama kali oleh Karl Mannheim pada 1923. Dalam esai berjudul "The Problem of Generation," sosiolog Mannheim mengenalkan teorinya tentang generasi. Menurutnya, manusia-manusia di dunia ini akan saling memengaruhi dan membentuk karakter yang sama karena melewati masa sosio-sejarah yang sama. Maksudnya, manusia-manusia zaman Perang Dunia II dan manusia pasca-PD II pasti memiliki karakter yang berbeda, meski saling memengaruhi.

Berdasarkan teori itu, para sosiolog—yang bias Amerika Serikat—membagi manusia menjadi sejumlah generasi: Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi Pasca-PD II, Generasi Baby BoomerI, Generasi Baby Boomer II, Generasi X, Generasi Y alias Milenial, lalu Generasi Z.

Singkatnya lagi, generasi Z adalah generasi dimana kita sudah mengenal dan mengembangkan teknologi jaringan komunikasi, dan generasi sekarang adalah yang paling cepat belajar dan mandiri. Nah, disinilah kita, digenerasi Z. Dan balik lagi ke kabar baik dari Zetizen, yang telah selesai melaksanakan Awarding Night pada 27 September 2017 lalu seperti yang dilansir di pontianakpost.

Foto bersama 34 AZOTY 2017 dari 34 provinsi. Hadir pula Diektur Jawa Pos Group, Wapimred Jawa Pos, Second Secretary of Political Affairs New Zealand Embassy dan Senior Manajer Zetizen.

Sebanyak 34 Alpha Zetizen Of The Year (AZOTY) 2017 dari 34 provinsi telah terpilih. Para peserta ini telah menyelesaikan Zetizen Summit yang diadakan selama 3 hari sebelumnya di Surabaya. Bertempat di Multifunction Hall Grand Whiz Trawas Hotel, Mojokerto, suasana Awarding Night Zetizen Summit 2017 berlangsung meriah. Ketika pengumuman akan dimulai, mereka berangkulan bersama teman-teman se-provinsi, menantikan siapa yang akan mewakili ke Selandia Baru.

Jessica, pemenang dari KalbarJessica Pratiwi Yahya menangis saat namanya disebut. Cewek asal Kalimantan Barat ini begitu kaget dan terduduk lemas. Tak henti menangis Jessica pun dibantu teman-temannya untuk bangkit dan maju ke depan. Siswa SMAN 1 Sanggau Ledo ini mengaku tak menyangka bakal terpilih. “Aksi teman-teman yang lain juga bagus. Sudah sampai ke tahap lima besar saja saya sudah senang sekali,” ujar Jeje, sapaannya.

Diakuinya banyak sekali pembelajaran yang dia dapatkan selama tiga hari di Zetizen Summit. “Belajar menjadi pemimpin yang baik, disiplin dan jadi teman yang menyenangkan. Jeje jadi semakin bersemangat untuk terus melakukan aksi yang udah Jeje lakukan,” ujar Jeje. Aksinya menjadi pengajar muda di dekat daerah perbatasan telah mengantarkannya sampai ke tahap ini.

M Bashroni Shidqon langsung sujud syukur ketika namanya disebut. Alpha Zetizen Of The Year asal Jawa Timur ini mempunyai aksi yang jarang dilakukan oleh anak muda lainnya yaitu memperkenalkan astronomi lewat eksksul dan club astronomi yang didirikannya di Surabaya.

Tak hanya mencari pemenang yang akan ke New Zealand, Zetizen sejatinya mencari inisiator muda yang bisa membawa perubahan bagi lingkungan di sekitarnya. Anak-anak muda yang bisa menjadi influencer bagi sesama. Mereka akan belajar di berbagai sektor seperti pendidikan, ekonomi, lingkungan dan sosial budaya di New Zealand. Dengan harapan sepulangnya dari negeri Kiwi tersebut mereka bisa membagikan pengalaman dan wawasan baru kepada teman-teman sebayanya.

Yanto selaku Direktur Utama Jawa Pos Group sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Intinya program ini sangat baik untuk masa depan kita. Ada lebih dari 170 grup koran Jawa Pos Group di Indonesia dari Aceh sampai Papua. Karena ini kekuatan besar dan kami membutuhkan anak-anak muda yang hebat. Kegiatan ini penting untuk belajar dan mengekspresikan diri. Semoga apa yang telah dilakukan dapat berguna untuk masyakarat dan bangsa,” ujar Yanto.

Selain memilih Alpha Zetizen Of The Year yang akan diberangkatkan ke New Zealand. Zetizen Summit tahun ini juga memilih dua orang anak muda usia 20-25 tahun untuk mengikuti internship selama tiga bulan penuh di Tongariro National Trout Centre New Zealand lewat program Zetizen Green Escape.

Wah... Seru ya terpilih jadi Alpha Zetizen Of The Year dan pergi ke New Zealand untuk belajar lebih banyak lagi. Zetizen Summit ini selalu diadakan setiap tahun loh. Dan bagi kamu yang tertarik, kamu boleh intip jalur seleksinya yang tahun ini sebagai acuan mempersiapkan diri untuk next event !

foto dari zetizen.com

Berani, kreatif dan inovatif adalah cermin anak muda Indonesia, so persiapkan dirimu dari sekarang dan jadilah good news from Indonesia for world !

Sumber: zetizen.com | tirto.id | pontianakpost

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini