Warna-Warni Budaya Nusantara, Senyuman dari Kota Patria

Warna-Warni Budaya Nusantara, Senyuman dari Kota Patria

pic : Itsna Nishfa at Wlingi - Blitar

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Blitar adalah sebuah kabupaten yang terletak berdekatan dengan Kab Malang dan Kab Kediri, Blitar sendiri juga dikelilingi dengan banyak perbukitan dn banyak sungai. Bliatr sendiri masih sangat asri dan memiliki banyak potensi yang ingkin anda belum pernah merasakan dikota lain. Tempat yang penuh akan sarat kearifan lokal.

Mulai dari senyum hangat dengan kopi

Blitar ini kota inspirasi untuk kami

Benar mengapa saya mengutaran itu karena dari meski hanya desa yang kita jumpai semua itu penuh inspirasi, membuat saya menjadi lebih mengerti tentang perjuangan keras orang tua saya atau pun kakek nenek saya dulu . Kami para anak-anak ataupun remaja selalu diajari tentang senyum, menyapa orang lain dengan senyuman.

Yaa, memang menurutku dengan senyuman membuatku mengerti dengan cerita lama dan keramah tamahan desa lain. Dengan senyuman membuat mereka senang bertemu dengan kita dan mereka manjadi berbgi pengalaman mereka dengan kita

Kita menjadi mengerti tentang hidup beragama berdamping, dimana memang mayoritas orang mBlitar itu muslim tapi agama lainpun tidak kalah bisa mengeyam beribadah yang sama, Masjid berdiri megah, Gereja pun tak ingin kalah, dan Pura pun berdesain indah. Yaa semua agama ini hidup berdampingan dan tak ada perpecahan yang terjadi karena kebergaman inilah yang membuat kita menjadi lebih indah

Indah, kata indah itu bisa lebih membaut kita nyaman dan betah, Menghirup aroma kesegrana pagi hari, mendengarkan suara alam setiap pagi, dan membuatku selalu rindu kota ini

Berjalan diatara pohon pohon yang megah, melihat hamparan karpet hijau yang luas. Bukan memang bukan karpet biasa ini adalah hamparan kebun teh penuh istimewa yang dipetik lewat tangan tangan penggiat kerja pemadu senyum dengan luka dan pecinta senyuman sang anak tercinta.

Para pecinta senyuman inilah yang rela setiap jam menghapus keringat bercucuran dan baju lusuh tak beraturan. Hanya demi segenggam uang untuk sang anak agar selalu senang.

Para penggiat ibadah dan para penggiat kerja inilah yang meskipun lelah selalu menebar senyum indah, selalu tersenyum dengan siapa pun, dikenal atau tidak. Dan inilah yang membuatku selalu betah. Tak hanya alam yang indah tapi kearifan warga lokal yang penuh dengan senyum merekah. Terkadang aku tertegun oleh bangsa ini begitu mewah, meski aku belum pernah menjelajahinya aku pernah dengar untaian cerita tentang indonesia

Cerita dari Bapak tua yang ku sapa diperempatan jalan sana, Beliau berceita tentang alam nusantara, bercererita tentang orang indonesia.

Bapak Tua : “ sempatkanlah berjalan walau hanya dipinggiran, sempatkan menyapa meski kau tak kenal. Mungkin mereka akan bisa seperti saya. Memberimu kabar bahagia tentang bangsa yang tercinta “

Aku : “ iya pak, saya akan berusaha”

Bapak tua : “ dulu itu semua orang suka berjalan nak, jadi mereka bisa kenal orang satu desapun mereka hafal. Kalau pergi jauh pun mereka naik angkot atau kendaraan umum yang lain. Jadi saya punya banyak cerita dari orang orang yang saya temui nak”

Aku : “ wahh, enak ya pak jadi banyak kenalannya. Makin banyak teman ya pak”

Bapak tua : “ iya nak. Saya bisa mendengarkan banyak cerita dari orang orang yang saya temui. Cerita tentang orang Sumatra, Kalimantan dan masih banyak lagi. Memang tak heran jika di tipi-tipi banyak orang asing yang bilang kalau Indonesia itu ramah. Yaa sejujurnya orang indonesia itu ramah dan suka berbagi pengalaman dengan orang lain yang mereka temui”

Aku : “ inggih pak semoga generasi saya juga bisa lebih ramah lagi dan lebih santun lagi terhadap orang tua pak” (mendengarkan sembari menatap bapak tua yang wajahnya mulai berkerut kerena usia)

Bapak tua : “ pisan pisan maneh mugo” kepetuk yoo nduk (sekali lagi , emoga kta bisa bertemua kembali ya nak )” seraya pergi setelah bercerita banyak tentang kejadian silam bangsa ini

Pesan yang paling ku ingat dari percakapan perempatan jalan ini adalah, kita ataupun saya sendiri juga harus lebih care harus lebih peduli lagi tentang bnagsa ini. Agar kita juga bisa memahami tentang bangsa ini dan bisa menjaga bumi pertiwi lebih baik lagi

Lewat senyuman dan sapaan pagi yang sederhana kita bisa lebih mengenal indonesia dan jadi lebih menghargai orang disekitar kita lewat senyuman pertama disaat kita jumpa.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Ini Kabar Baik Terbaru dari Kereta Cepat Jakarta - Surabaya Sebelummnya

Ini Kabar Baik Terbaru dari Kereta Cepat Jakarta - Surabaya

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim Selanjutnya

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim

Itsna Nishfa
@itsnanis41

Itsna Nishfa

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.