Menengok Banda Neira, Pulau Cantik di Timur Indonesia yang Diincar Belanda Saat Zaman Penjajahan

Menengok Banda Neira, Pulau Cantik di Timur Indonesia yang Diincar Belanda Saat Zaman Penjajahan

Keindahan Benteng Belgica di Banda Neira © flickr

Beratus-ratus tahun yang lalu, Indonesia menjadi sasaran jajahan oleh negara-negara maju seperti Belanda, Inggris, dan Jepang. Indonesia diincar dikarenakan kekayaan alam yang kita miliki sangat melimpah ruah dan bernilai jual sangat tinggi. Pada kala itu, harga pala dan cengkeh di Eropa melambung tinggi. Sehingga tujuan Belanda ingin menduduki Indonesia adalah untuk mengeruk sumber daya alam tersebut sebanyak-banyaknya untuk dibawa pulang dan dijual kembali.

Salah satu pulau yang ingin dikuasai oleh Belanda adalah Banda Neira. Belanda bersusah payah merebut Banda Neira demi mengeruk sumber daya alam di dalamnya. Bukti-bukti peninggalan sejarah Belanda masih tampak di pulau ini. Bangunan di Banda Neira bernuansa Eropa akibat masih berdirinya bangunan-bangunan yang didirikan oleh Belanda pada masa silam. Istana mini tempat tinggal Gubernur Jenderal Belanda, Joen Pieterzoon Coen, juga masih berdiri kokoh. Istana mini ini dibangun satu tahun sebelum Istana Bogor didirikan. Beberapa pahlawan Indonesia pernah diasingkan di pulau ini, diantaranya Bung Hatta, Sutan Syahrir, dan dr. Cipto Mangun Kusumo. Selain tempat pengasingan, rumah yang dulu digunakan oleh Bung Hatta untuk mengajar juga masih ada lengkap dengan barang-barang peninggalannya.

Istana Mini di Banda Neira (Foto oleh I Made Asdhiana)
Istana Mini di Banda Neira (Foto oleh I Made Asdhiana)
Rumah Pengasingan yang Menjadi Tempat Mengajar Bung Hatta (Foto oleh I Made Asdhiana)
Rumah Pengasingan yang Menjadi Tempat Mengajar Bung Hatta (Foto oleh I Made Asdhiana)

Di Banda Neira, terdapat Rumah Buday yang menyimpan banyak peninggalan VOC. Disana dapat ditemukan lukisan yang menggambarkan bagaimana pasukan VOC membantai habis saudagar-saudagar kaya yang ada di Banda Neira demi memperebutkan pala. Orang-orang yang selamat dari pembantaian ini dibawa ke Jawa untuk diperbudak. Peristiwa pembantaian ini diabadikan melalui monument Parigi Rante. Beberapa benteng dapat ditemukan di Banda Neira, seperti Benteng Belgica, Benteng Nassau, Benteng Revengie, Benteng Hollandia, dan Benteng Concordia. Benten Belgica menyimpan pemandangan terbaik ke Gunung Api. Benteng Belgica dapat dicapai menaranya dengan menaiki anak tangga. Keletihan dalam meniti satu per satu anak tangga akan terbayar dengan hamparan keindahan seisi Banda Neira dari puncak menara Benteng Belgica. Benteng ini merupakan peninggalan Portugis yang direnovasi oleh pemerintah Belanda untuk mengawasi lalu lintas pasar dagang di Laut Banda. Puas berwisata sejarah, Anda dapat melakukan wisata alam yang dijamin menyejukkan mata dan pikiran. Banda Neira merupakan surga diving kedua setelah Raja Ampat.

Lukisan Pembantaian Saudagar Kaya di Banda Neira oleh VOC (Foto oleh I Made Asdhiana)
Lukisan Pembantaian Saudagar Kaya di Banda Neira oleh VOC (Foto oleh I Made Asdhiana)


Sumber: dihimpun dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga34%
Pilih SedihSedih13%
Pilih SenangSenang9%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau44%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

“Smart, Young & Ethical Generation”, Indonesia Harus Siap Jadi Acuan Fashion Muslim Dunia Melalui MUFFEST 2017 Sebelummnya

“Smart, Young & Ethical Generation”, Indonesia Harus Siap Jadi Acuan Fashion Muslim Dunia Melalui MUFFEST 2017

Tiga Negara dalam Satu Kota Surabaya Selanjutnya

Tiga Negara dalam Satu Kota Surabaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.