Lupa Sandi?

Gen Z Harus Siap Eksekusi Bonus Demografi Indonesia

Rizkia Yulianti
Rizkia Yulianti
0 Komentar
Gen Z Harus Siap Eksekusi Bonus Demografi Indonesia

Generasi Z sudah mulai dewasa, sebentar lagi akan mengambil alih kendali dari para milenial. Generasi ini adalah mereka yang lahir pada pertengahan 1990-an sampai 2000-an. Hadir pada masa di mana teknologi informasi berkembang pesat dan internet adalah mainan menarik yang menggantikan mainan tradisional pada era generasi sebelum mereka (baby boomers, Gen X, dan Gen Y). Tidak mengherankan bila Generasi Z sangat fasih berkreasi dan berinovasi dengan teknologi informasi.

Mereka adalah bagian dari masyarakat global yang sangat menjunjung inklusivitas, namun terkadang mengabaikan proses dan ingin mendapatkan hasil akhir dengan segera. Akan tetapi, generasi Z umumnya dilahirkan dan dididik oleh orang tua dari generasi X maupun Y, yang memiliki pola pikir sebaliknya; jika ingin mendapatkan hasil yang bagus, kerjakan sendiri dan membutuhkan proses. Hal ini disebabkan karena mereka dididik oleh orang tua yang mengatakan dunia penuh dengan kompetisi.

 © hr.sparkhire.com
© hr.sparkhire.com

Pada dekade terakhir, Generasi Z terus diteliti. Dari preferensi politik, ekonomi, hingga gaya hidup. Sebab, di dunia ini, belum pernah ada generasi yang sejak lahir sudah akrab dengan teknologi seperti mereka. Namun, Generasi Z dikenal sebagai karakter yang lebih tidak fokus dari milenial, tapi lebih serba-bisa; lebih individual, lebih global, berpikiran lebih terbuka, lebih cepat terjun ke dunia kerja, lebih wirausahawan, dan tentu saja lebih ramah teknologi.

Kedekatan generasi ini dengan teknologi sekaligus membuktikan masa depan sektor tersebut akan semakin cerah di tangan mereka. Indonesia, mau tak mau, memang harus bersiap memasuki masa baru, saat milenial menua dan generasi Z mulai dewasa. Bekompetisi dalam mengeksekusi pesta bonus demografi Indonesia yang semakin dekat pada puncaknya.

Bonus Demografi? Indonesia saat ini sedang memasuki suatu tahapan atau era yang sangat krusial dan menentukan dalam perjalanannya sebagai sebuah bangsa yang menuju peradaban maju. Era yang krusial ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada rentang tahun 2020-2030. Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa. Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan salah satunya oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa itu.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
 © sisidunia.com

Era bonus demografi ditandai dengan dominasi jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) jauh melebihi jumlah penduduk tidak produktif. Maka bonus demografi adalah fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedang proporsi usia muda sudah semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak. Sementara syarat yang harus dipenuhi untuk meraih bonus demografi tersebut adalah tingkat kesehatan, pendidikan dan pelatihan yang memadai untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.

Bonus demografi sendiri, sebagaimana kandungan makna kata “bonus”, merupakan sebuah keuntungan yang dapat diraih asalkan memenuhi syarat-syarat tertentu dan diusahakan dengan benar. Jadi, bonus demografi tidak semata-mata dan otomatis membawa keuntungan dan dampak positif melainkan perlu diusahakan dan diarahkan dengan benar.

Keuntungan yang dapat diperoleh dari bonus demografi adalah tersedianya tenaga kerja usia produktif sebagai sumber daya penopang utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Tentu saja penduduk usia produktif yang dapat memberi sumbangan pada pertumbuhan ekonomi adalah penduduk usia produktif yang terserap oleh lapangan kerja. Jadi, salah satu syarat yang wajib terpenuhi dalam pemanfaatan bonus demografi adalah juga tersedianya lapangan kerja yang memadai.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
© jendelademografi.files.wordpress.com

Masih ada waktu untuk mempersiapkan Generasi Z menjadi generasi yang tangguh dan berkarakter. Sejatinya, tugas mempersiapkan generasi masa depan dimulai oleh orangtua di rumah, dipupuk oleh pendidik di sekolah, dan dikuatkan oleh regulasi dari pemerintah. Ini adalah pekerjaan membangun peradaban yang tidak bisa dibebankan hanya pada satu pihak. Salah bertindak, bonus demografi bisa berubah menjadi bencana demografi. Mari dampingi Z demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Diharapkan juga untuk generasi yang masuk dalam usia produktif agar mempersiapkan diri untuk memanfaatkan bonus demografi tersebut dengan melakukan berbagai upaya. Seperti memanfaatkan dan mengeksplorasi kemampuan diri yang dimiliki serta melakukan kegiatan dan hal-hal positif dengan menambah pengetahuan serta wawasan untuk ke depannya. Serta perlunya peran pemerintah untuk mensosialisasikan tentang datangnya bonus demografi kepada masyarakat, agar mereka siap menerimanya.

Pilih BanggaBangga57%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi29%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG RIZKIA YULIANTI

banyak peran dibalik layar ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata