Sentuhan Tangan Dokter Militer Ini Berhasil Sembuhkan Pasien dari Penyakit Stroke

Sentuhan Tangan Dokter Militer Ini Berhasil Sembuhkan Pasien dari Penyakit Stroke

Radiologi Intervensi DSA dalam Terapi Brainwash © life.viva.co.id

Radiologi intervensi merupakan cabang dari radiologi yang mengutamakan tindakan non invasif terhadap pasien. Tindakan yang diberikan tidak membuat pasien merasakan kesakitan. Pasien juga tidak perlu dibius total, hanya bius lokal di bagian tubuh tertentu untuk menghilangkan rasa sakit. Selama tindakan radiologi intervensi berlangsung, pasien tetap dalam posisi sadar dan dapat diajak berkomunikasi. Salah satu tindakan radiologi intervensi yang dikembangkan oleh seorang dokter militer asal Indonesia adalah brainwash atau cuci otak untuk mengobati pasien-pasien stroke.

Dr. Terawan Agus Putranto, dr. Sp.Rad (K)
Dr. Terawan Agus Putranto, dr. Sp.Rad (K)

Adalah Mayjen TNI Dr. Terawan Agus Putranto, dr. Sp.Rad (K), seorang dokter militer kelahiran Jogjakarta yang menemukan terapi cuci otak untuk mengobati pasien stroke. Penemuan ini dipaparkan oleh dr. Terawan pada siding terbuka disertasi miliknya di Gedung Auditorium Profesor Dr. Achmad Amiruddin di Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Menjadi dokter adalah cita-citanya sejak kecil. Lulus dari pendidikan militer, Terawan mendapat beasiswa sekolah kedokteran di Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta. Pendidikan spesialis radiologi ditempuh di Surabaya, yaitu di Universitas Airlangga. Saat menempuh pendidikan spesialis, dr. Terawan melihat bahwa perkembangan radiologi masih biasa saja. Sehingga sejak saat itu ia bertekad untuk membuat sesuatu yang menjadikan radiologi sebagai cabang kedokteran yang tercanggih.

Stroke disebabkan oleh terhambatnya aliran darah ke otak akibat adanya penyempitan atau sumbatan di pembuluh darah. Penyempitan atau sumbatan tersebut disebabkan oleh plak yang biasanya berupa lemak. Selain itu, stroke juga dapat disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak. Dewasa ini, stroke tak hanya menyerang orang tua. Stroke banyak menyerang orang-orang dengan usia produktif. Saat terserang stroke, seseorang tak dapat lagi beraktivitas normal. Oleh karena itu, dr. Terawan menciptakan sebuah pengobatan yang dapat membuat penderita stroke sembuh beberapa jam setelah dilakukan tindakan.

Dalam melakukan terapi cuci otak, dr. Terawan menggunakan obat heparin sebagai penghancur plak atau lemak yang menyumbat pembuluh darah. Obat heparin dimasukkan lewat kateter yang dipasang di pangkal paha. Kateter dengan panjang dan ukuran tertentu akan menuju pembuluh darah rusak penyebab stroke di otak. Terapi ini merupakan modifikasi dari DSA, yaitu Digital Substraction Angiography. DSA menggunakan alat radiologi dengan software tertentu yang berharga fantastis. DSA hanya menampilkan gambaran pembuluh darah manusia pada layar monitor di ruang tindakan. Tindakan ini aman dan tidak memiliki efek samping. Radiasi yang dihasilkan hanya 25 miligray dan penggunaan kontras sebanyak 10cc sehingga tidak merusak fungsi ginjal. Pasien stroke akan pulih seperti sebelum terserang stroke 4-5 jam paska tindakan DSA.

dr. Terawan Saat Melakukan Terapi Cuci Otak
dr. Terawan Saat Melakukan Terapi Cuci Otak

Hingga saat ini, dr. Terawan aktif untuk memberikan pelatihan terapi cuci otak kepada dokter-dokter baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Terapi cuci otak dr. Terawan telah memiliki hak paten. Sejauh ini, Jerman adalah negara di luar Indonesia yang menggunakan terapi cuci otak dalam pengobatan stroke. Dokter yang juga direktur RSPAD Gatot Subroto ini mengutarakan bahwa RSPAD Gatot Subroto merupakan pusat pengembangan tindakan cuci otak.

Beberapa penghargaan yang diterima oleh dr. Terawan terkait penemuan terapi cuci otak adalah:

  1. Bintang Mahaputra Naraya, 2013
  2. Hendropriyono Strategic Consulting (HSC), 2015
  3. Penemu Terapi Cuci Otak dan Penerapan Program DSA Terbanyak, Rekor MURI, 2017
  4. Penerima Bidang Kedokteran, Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) XV, 2017

Kedepannya, dr. Terawan berharap agar setidaknya setiap provinsi memiliki satu rumah sakit yang menyediakan peralatan radiologi intervensi DSA. Tujuannya agar pasien stroke di daerah dapat disembuhkan dengan cepat melalui terapi cuci otak tanpa harus berobat ke RSPAD Gatot Subroto dengan dr. Terawan.


Sumber: dihimpun dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga71%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau14%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Menjaga Indonesia Lewat Budaya Menenun Suku Sasak Sebelummnya

Menjaga Indonesia Lewat Budaya Menenun Suku Sasak

Potret Penulis Perempuan Indonesia Selanjutnya

Potret Penulis Perempuan Indonesia

1 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.