Empat Mahasiswa IPB Temukan Tanaman Obat yang Berpotensi Jadi Antituberculosis

Empat Mahasiswa IPB Temukan Tanaman Obat yang Berpotensi Jadi Antituberculosis

Tanaman lempuyangan

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit paling mematikan nomor dua di dunia. Di Indonesia sendiri penyakit ini masih termasuk dalam empat penyakit yang mematikan. Menyadari ancaman tuberkulosis tersebut tiga mahasiswa Insitut Pertanian Bogor, Desmila Idola, I Made Artika, Wien Kusharyoto dan Chul-sa Kim dari Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, berhasil menemukan beberapa tanaman obat Indonesia yang memiliki potensi sebagai antituberkulosis.

Sebagaimana rilis yang diterima GNFI, tanaman yang dapat dikembangkan menjadi bahan pengobatan TB antara lain adalah lempunyang wangi (Zingiber aromaticum), buah makasar (Brucea javanica), tabat barito (Ficus deltoidea), srigunggu (Clerodendrum serratum), sidaguri (Sida rhombifolia) dan cucur atap ( Baeckea frutencens). Enam tanaman tersebut berdasarkan penelitian Made Artika dan tiga rekannya dinilai memiliki senyawa yang mampu menjadi antituberculosis.

“Tanaman umbi lempuyang wangi, buah dari buah makasar, daun tabat barito, daun srigunggu, daun dan batang sidaguri memiliki aktivitas antimikobakteri pada 20 mg ekstrak eq/mL. Lempuyang wangi memiliki aktivitas penghambatan pertumbuhan bakteri tertinggi diantara yang lain,” kata Made Artika.

Sebagai tanaman yang memiliki aktivitas antimikobakteri tertinggi diantara lima tanaman obat tersebut, peneliti melakukan pemisahan berdasarkan hasil uji aktivitas dari ekstrak metanol lempuyang wangi.

Pengujian ekstrak kemudian ini dilakukan dengan menggunakan Mycobacterium smegmatis JCM6386 T. Bakteri M. smegmatis merupakan bakteri yang tidak patogen dan pertumbuhannya delapan kali lebih cepat dibandingkan M. tuberculosis. M. smegmatis digunakan untuk mempelajari sistem biologi M. tuberculosis, seperti kultur sel dan ekspresi gen.

Hasil dari pemisahan lempuyang wangi menggunakan HPLC menyatakan bahwa senyawa aktif pada lempuyang wangi memang mengandung antimikobakteri.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga60%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang7%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi7%
Pilih TerpukauTerpukau27%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Indonesia Siap Produksi Kendaraan Listrik Sendiri, Begini Caranya Sebelummnya

Indonesia Siap Produksi Kendaraan Listrik Sendiri, Begini Caranya

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia Selanjutnya

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.