Mobil listrik merupakan kendaraan masa depan bagi Indonesia. Selain merupakan teknologinya terbilang baru populer, mobil listrik juga relatif ramah lingkungan dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar fosil. Oleh karena itu berbagai upaya untuk membuat mobil listrik dilakukan oleh berbagai pihak termasuk salah satunya adalah BPPT yang mengungkapan bahwa Indonesia mampu untuk memproduksi mobil listrik sendiri. 

Sebagaimana dilansir di situs BPPT (4/9), Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE BPPT) Andhika Prastawa mengungkapkan bahwa dengan sinergi dan dukungan kebijakan, Indonesia siap untuk mewujudkan mobil listrik buatan dalam negeri. 

"Untuk mencapai cita tersebut dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Selain itu mobil listrik bila di produksi industri dalam negeri maka akan membuka lapangan pekerjaan dan memperkuat daya saing industri lokal," ujar Andhika.

Ia menambahkan bahwa BPPT saat ini tengah fokus pada inovasi Battery Charging System dan Battery Management System. Selain itu BPPT juga tengah melakukan pengujian komponen utama dan infrastruktur penunjang mobil listrik di laboratorium. 

Dalam sinergisitas untuk mewujudkan mobil listrik dalam negeri, hal tersebut dapat dilakukan melalui konsorsium kendaraan bermotor listrik. Konsorsium ini beranggotakan institusi riset, perguruan tinggi, industri dalam negeri, dan asosiasi produsen mobil listrik nasional. 

"Selain BPPT, konsorsium melibatkan LIPI, BATAN, 5 perguruan tinggi nasional. Untuk pihak industri juga dilibatkan PT LEN dan Pindad serta asosiasi produsen mobil listrik merk nasional," jelasnya. 

 

Hasil dari konsorsium ini antara lain adalah keberhasilan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT Pindad dalam menciptakan inovasi motor atau dinamo listrik. Kemudian PT LEN sudah menyiapkan ECU (electric control unit) dan inverter listrik. Serta BATAN dan LIPI yang tengah mengembangkan teknologi baterai lithium dari skala lab ke skala industri. 

"Motor atau dinamo produksi PT Pindad memiliki daya sebesar 10KW, dan mampu di produksi sebanyak 20.000 unit pertahun. ECU dan Inverter yang dihasilkan PT LEN, memiliki fungsi  mengendalikan cepat pelan-nya motor listrik. Baterai lithium yang dikembangkan BATAN nantinya juga akan di produksi industri dalam negeri," kata Andhika.

Pencapaian ini diharapkan menjadi bukti bahwa industri lokal memiliki peran penting dalam produksi masal mobil lisrik di Indonesia di masa yang akan datang. 

"Rencana produksi mobil listrik nasional harus menjadi kabar baik. Dengan produksi sendiri, maka selain harga mobil listrik bisa lebih terjangkau, juga akan menumbuhkembangkan industri dalam negeri, serta meningkatkan daya saing bangsa Indonesia," pungkasnya.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu