Lupa Sandi?

Pontianak Go Cashless, Cerdas Untuk Kemajuan Teknologi Transaksi

Rizkia Yulianti
Rizkia Yulianti
0 Komentar
Pontianak Go Cashless, Cerdas Untuk Kemajuan Teknologi Transaksi

Pontianak tercatat sebagai Kota yang melalukan transaksi pengisian bahan bakan yang cukup besar, yakni senilai Rp60 miliar setiap bulannya. "Dari data kami, dalam sehari tercatat sebanyak 30 ribu transaksi dengan estimasi sekitar Rp2 miliar per hari atau dalam sebulan sekitar Rp60 miliar yang tersebar di 21 SPBU di Kota Pontianak," ujar Marketing Branch Manager PT Pertamina (Persero) Kalbarteng, Teuku Johan Miftah di Pontianak, seperti yang dilansir dari antarakalbar.com.

Pemerintah Kota Pontianak bersama pihak Pertamina dan Bank Indonesia melakukan penandatangannya MoU terkait penerapan e-money di seluruh SPBU Kota Pontianak per 1 Januari 2018 mendatang dalam sinergi menuju cashless society. Dengan menggunakan satu kartu yang disebut e-money, masyarakat tidak perlu lagi membawa lembaran-lembaran uang di dalam dompet sehingga semua transaksi akan lebih mudah dan cepat.

Transaksi e-money di seluruh Indonesia tercatat hanya senilai Rp35 juta. Demikian pula di Pontianak, transaksi menggunakan e-money masih terbilang kecil. Maka Pontianak harus selangkah lebih cepat dan menjadi yang pertama menerapkan sistem tersebut untuk di Kalimantan. Berbeda dengan beberapa kota besar di Indonesia lainnya, khusus Pontianak akan diberlakukan secara menyeluruh di setiap SPBU.

SPBU (© cdn.tmpo.co)
SPBU (© cdn.tmpo.co)

Pontianak merupakan salah satu kota yang aktif mendukung gerakan penggunaan uang elektronik. Sebagai perusahaan yang menjadikan Go-Digital sebagai salah satu program kerja. Tentunya Pemerintah Daerah beserta Pertamina memberikan dukungan penuh terhadap program ini dengan telah mengadakan seminar bertajuk "Pontianak Fintech Day" di Aula Keriang Bandong Gedung Bank Indonesia Pontianak, pada 10 Oktober 2017 lalu.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region VI Kalimantan, Yanuar Budi Hartanto hadir langsung dalam acara penandatangani perjanjian kerjasama Elektronifikasi Pembelian BBM secara non tunai di seluruh SPBU Pontianak. Ini juga merupakan bagian dari program Bank Indonesia tentang Gerakan Nasional Non Tunai (GNTT) yang telah dicanangkan sejak tahun 2014.

Guna mengoptimalkan pelayanan bisnis retail Pertamina, selain terus memperbaiki pelayanan di lembaga penjual yang salah satunya diwujudkan melalui kemudahan transaksi cashless, Pertamina sejak 2016 juga telah meluncurkan aplikasi Pertamina-GO. GO yang merupakan kependekan dari Guides Online adalah aplikasi yang diluncurkan untuk memudahkan pelanggan produk Pertamina. Fitur-fitur unggulan yang dihadirkan diantaranya kemudahan mencari lokasi SPBU terdekat (SPBU Finder), fitur perencanaan perjalanan dengan SPBU yang akan dilewati (Trip Planner) hingga fitur pengingat tentang jadwal jatuh tempo perpanjangan STNK, asuransi, ganti oli, dll (Motorist Diary).

Aplikasi Pertamina Go (© i.ytimg.com)
Aplikasi Pertamina Go (© i.ytimg.com)

Kick Off Program SPBU Cashless sudah dilaksanakan sejak 5 Juli 2017 lalu, namun hanya diberlakukan di beberapa SBPU Kota Pontianak. Tren transaksi cashless oleh pelanggan pun semakin meningkat hingga 11 persen. Dari total 21 SPBU yang ada, semuanya sudah memiliki mesin EDC (Electronic Data Captures) dari berbagai Bank. Jadi sistem yang digunakan adalah sistem top up (isi ulang). Nasabah, cukup memiliki satu kartu di awal yang bisa diisi ulang untuk transaksi pembelian BBM di SPBU. Setiap transaksi pembelian akan langsung masuk ke rekening. Untuk meminimalisir resiko setiap nasabah akan dibatasi untuk setiap pengisian ulang maksimal sebesar Rp 1.000.000. Karena kartu ini bisa digunakan oleh siapa saja, apabila tercecer atau hilang, masih bisa digunakan oleh orang yang menemukannya.

Pontianak selaku kota yang menjadi proyek pilot program ini di Kalimantan akan dilihat efektivitasnya, apalagi melihat bahwa hal ini sangat solutif dalam menangani antrean di SPBU dan menghindari kemacetan di beberapa titik yang memiliki volume kendaraan yang semakin meningkat. Tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk melakukan transaksi menggunakan e-money karena langsung ditempel, tidak seperti uang kertas yang harus ditukar dan dicek keasliannya. Setiap transaksi menjadi lebih terukur dan akurat, karena setiap angka yang tertera itulah yang akan terisi.

Untuk mensukseskan program ini kedepannya sosialisasi dan kampanye terus digalakkan melalui media masa, beberapa program promosi, ke instansi pemerintah, aparat kepolisian dan TNI, dan komunitas-komunitas terkait oleh Bank Indonesia bersama Bank yang bekerjasama seperti BCA, BRI, Mandiri, BNI, dan Bank Kalbar. Untuk tahap edukasi, penggunaan uang elektronik di seluruh SPBU, pada hari sabtu dan minggu, akan diberlakukan satu jalur khusus penggunaan uang elektronik. Hal ini akan dilakukan sampai masyarakat terbiasa kedepannya.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
© bobhata.com


Sumber: antaranews.com | antarakalbar.com | bisniskeuangan.kompas.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG RIZKIA YULIANTI

banyak peran dibalik layar ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas