Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Festival Gandrung Sewu pada Minggu (8/10/2017). Pagelaran spektakuler yang diselenggarakan enam tahun berturut-turut tersebut melibatkan 1.286 penari. Mereka menari diiringi dengan musik secara langsung di Pantai Boom, di hadapan ribuan wisatawan yang hadir.

Tahun ini, Festival Gandrung Sewu mengambil segmen "Kembang Pepe" yang diambil dari salah satu judul Gending Klasik Gandrung Banyuwangi. Selama enam tahun dihelat, Gandrung Sewu selalu mengambil tema dari gending Gandrung Klasik.

Barong dan tari Jaripah di Festival Gandrung Sewu 2017. Foto: KOMPAS.COM/Ira Rachmawati
Barong dan tari Jaripah di Festival Gandrung Sewu 2017. Foto: KOMPAS.COM/Ira Rachmawati

Tari Gandrung sendiri adalah tarian khas Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, festival budaya menjadi salah satu unggulan pariwisata Indonesia dalam memenangkan persaingan di industri pariwisata tingkat global.

Sebanyak 1.286 penari ikut mengambil peran di Festival Gandrung Sewu 2017. Foto: Kompas.com/Ira Rachmawati
Sebanyak 1.286 penari ikut mengambil peran di Festival Gandrung Sewu 2017. Foto: KOMPAS.com/Ira Rachmawati

“Unsur budaya memiliki porsi terbesar 60%, sedangkan alam 30% dan buatan manusia 5%,” kata Arief Yahya dalam keterangan pers yang diterima KONTAN.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Gandrung Sewu menjadi salah satu festival budaya yang konsisten digelar.

“Selain menjadi atraksi wisata, event ini sebagai cara Banyuwangi untuk konsolidasi budaya dan meregenerasi pelaku seni," katanya pada KONTAN.

Salah satu fragmen yang menunjukkan kegigihan rakyat Blambangan di Festival Gandrung Sewu 2017. Foto: KOMPAS.COM/Ira Rachmawati
Salah satu fragmen yang menunjukkan kegigihan rakyat Blambangan di Festival Gandrung Sewu 2017. Foto: KOMPAS.COM/Ira Rachmawati

"Saat masih anak-anak atau usia SD dikenalkan dengan gending gandrung, dilatih menyanyi dan menari. Ini bisa digunakan agar penari Gandrung tidak hilang dari tanah Blambangan," ujar Temu Misti (64), penari gandrung legendaris  yang hadir pada acara Festival Gandrung Sewu kepada Kompas.com.

FGS yang dimulai sejak 2012 itu sebagai media untuk memupuk rasa cinta Tanah Air. Penyelenggaraan FGS 2017 yang mengangkat tema "Kembang Pepe" kali ini menampilkan teatrikal yang mengisahkan perjuangan pahlawan Banyuwangi dalam melawan penjajah dengan bersiasat menggelar pertunjukan seni Barong dan Tari Gandrung untuk menjebak penjajah.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu