Tour de Singkarak ke-9 Akan Melintas di Sumbar

Tour de Singkarak ke-9 Akan Melintas di Sumbar

Tour de Singkarak © travelfore.com

Ajang balap sepeda internasional, Tour de Singkarak (TdS) edisi ke-9 kembali hadir di Sumatera Barat pada 18-26 November 2017. Pada gelaran kali ini pebalap akan melintasi 18 Kabupaten/kota dan menempuh jarak sejauh 1.216,4 KM. Parade Tour de Singkarak kali ini akan diikuti 20 tim dari 30 negara, 15 tim internasional dan 5 tim nasional/lokal yang berpengalaman dalam lomba balap internasional.

TdS ke-9 tahun ini akan menempuh 9 etape yakni etape 1 dari Tanah Datar menuju Kota Padang dengan panjang 107 km; etape 2 Painan - Sawahlunto sepanjang 166 km; dan etape 3, Muaro Sijunjung - Pulau Punjung 100 km. Etape 4 Danau Singkarak - Payakumbuh 135 km; etape 5 Lembah Harau - Padang Panjang 101 km; dan etape 6 Kota Solok - Padang Aro Solok Selatan 140 km. Sedangkan etape 7 Pariaman - Pasaman Barat 157 km; etape 8 , Padang Pariaman - Agam 101 km; dan etape 9 Pasaman - Bukittinggi Sirkuit 90 km.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Tour de Singkarak (© wonderfulminangkabau.com)

“Tour de Singkarak merupakan ajang balap sepeda internasional yang paling besar di tonton dan paling meriah di Indonesia. Selain jadi sarana untuk mempromosikan Sumatera Barat, kegiatan ini juga diekspektasikan dapat memacu pembangunan infrastruktur daerah dan membuka akses wilayah untuk pasar dan investasi,” kata Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara dalam melaunching Tour de Singkarak di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Minggu (15/10/2017), dilansir dari industry.co.id.

Pelaksanaan TdS yang menyusuri alam Minangkabau memiliki beraneka ragam obyek wisata alam (nature) dan budaya (culture) tidak hanya mengenalkan destinasi Danau Singkarak semata, juga destinasi lainnya menjadi lebih dikenal masyarakat di antaranya Lembah Harau, Kelok 9, Istana Pagaruyuang, Pantai Gandoriah, Pantai Padang, serta Pantai Tiram.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Keindahan alam lintasan Tour de Singkarak (© static.republika.co.id)

Sejak 2013 Amauri Sport Organisation (ASO) merekomendasi TdS menjadi kejuaraan mayor di Asia karena mampu menyedot lebih dari satu juta penonton. Ranking TdS tingkat dunia dari jumlah penonton menduduki peringkat ke-5, setelah Tour de France (12 juta penonton), Giro deItalia (8 juta), Vuelta a Espana (5 juta), Santos Tour Down Under (750 ribu) dan TdS (550 ribu). Dengan begitu penyelenggaraan event sport tourism TdS 2017 memberikan dampak langsung pada ekonomi masyarakat serta media value yang tinggi. Tingkat hunian kamar hotel meningkat, begitu pula penjualan makanan, souvernir serta oleh-oleh.

Tak hanya dari segi ekonomi, juga mendorong peningkatan infrastruktur terutama jalan-jalan yang akan dilalui peserta balap sepeda menjadi terpelihara dan semakin mulus. Ia juga berharap prestasi TdS terus ditingkatkan agar dapat menjadi event sport tourism terbesar sebagaimana tema yang diangkat pada penyelenggaraan TdS 2017 sebagai The Biggest Sport Tourism.


Sumber: antaranews.com | industry.co.id

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pala Oh Pala, Warisan untuk Indonesia Sebelummnya

Pala Oh Pala, Warisan untuk Indonesia

Semen Indonesia Raih Penghargaan Perusahaan Terbaik Tingkat Asia Tenggara Selanjutnya

Semen Indonesia Raih Penghargaan Perusahaan Terbaik Tingkat Asia Tenggara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.