Wow! Provinsi Ini Nyatakan Siap Gunakan Aspal Berbahan Plastik

Wow! Provinsi Ini Nyatakan Siap Gunakan Aspal Berbahan Plastik
info gambar utama
Semakin meningkatnya jumlah transportasi pribadi di Indonesia, memaksa jumlah pertumbuhan jalanan di Tanah Air untuk terus meningkat. Namun bila kualitas jalan di Indonesia tidak baik, alih-alih mampu memberikan fasilitas umum yang bermanfaat, jalanan akan bisa mencelakakan pengguna kendaraan. Itu sebabnya teknologi jalanan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitasnya. Seperti yang baru-baru ini mulai banyak diterapkan di berbagai negara, teknologi aspal berbahan plastik. Menariknya, sebuah provinsi di Indonesia menyatakan untuk siap menggunakan teknologi ini di jalanannya.

Seperti diberitakan CNN Indonesia (14/10), provinsi Banten adalah provinsi yang menyatakan kesiapannya untuk menerapkan teknologi aspal plastik. Direktur Utama PT Karya Inti Sukses Sejahtera, Dodi Aryadi mengungkapkan, "Di Banten belum diterapkan, sangat bisa seharusnya. Tak ada alasan untuk tidak dipakai. Bagus itu, harusnya segera dilaksanakan kalau lulus uji coba."

Ungkapan serupa juga dikatakan oleh Direktur Utama PT Prodigi, Dimas Kusuma yang menyatakan bahwa kualitas aspal berbahan daur ulang plastik justru lebih awet karena mampu menyerap air. Berbeda dengan aspal hotmik yang akan terkelupas jika air menggenang. "Itu pasti jauh lebih awet karena menyerap air. Ini kan juga baru pengujian, belum disahkan sama lembaga pengujian nasional. Kalau disahkan siap dipakai di Banten," kata Dimas.

Kesiapan serupa juga dikatakan oleh Direktur Utama PT Ligar Corp, Eko Susilo yang menilai bahwa aspal plastik dapat memangkas biaya produksi sehingga mampu mengehemat anggaran pemerintah dalam membangun proyek infrastruktur di Indonesia. "Kami sangat siap (membangun dengan aspal plastik). Harnya belum ketahuan, tapi diperkirakan akan mengurangi biaya konstruksi," ujar Eko.

Sebagai informasi selama ini Indonesia dikenal dengan prestasi yang tidak membanggakan yakni dikenal sebagai negara terbesar kedua di dunia penghasil sampah plastik. Di tahun 2019, diperkirakan sampah tidak terurai di Indonesia bisa mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah nasional. Limbah tak terurai yang sebagian besar berupa plastik tersebut diperkirakan cukup untuk membangun jalan sepanjang 190 ribu kilometer dengan asumsi dua sampai lima ton limbah digunakan untuk setiap kilometer jalan.

Sejatinya, penggunaan aspal plastik saat ini telah dilakukan oleh pihak pemerintah. Seperti Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang digandeng oleh Universitas Udayana Bali.

Pengujian aspal plastik telah dilakukan di Jalan Raya Sri Ratu Mahendradatta pada bulan Juli lalu. Uji coba lainnya, di jalan raya Bekasi - Cikarang dilakukan pada bulan Agustus. Selain itu uji coba juga dilakukan di lingkup Istana Negara Jakarta.

Selain melakukan penelitian dan pengembangan secara mandiri. Pemerintah juga melakukan kerjasama dengan beberapa negara terkait dengan pengolahan sampah menjadi aspal. Negara-negara tersebut antara lain adalah Swedia, Finlandia, Norwegia dan Denmark.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini