Terbang Perdana Tahun 2022, Pesawat R80 Karya Habibie Berharga Lebih Murah

Terbang Perdana Tahun 2022, Pesawat R80 Karya Habibie Berharga Lebih Murah
info gambar utama

PT Regio Aviasi Industri (RAI) tengah mengembangkan pesawat R80. Pesawat R80 buatan dalam negeri ini diklaim lebih murah dibandingkan dengan pesawat dengan kapasitas hampir serupa seperti ATR.

"Kalau biayanya USD 1 miliar itu termasuk murah, saya dulu kerja di Boeing tahun 1990an, saya di Boeing dua tahun, waktu itu pesawat Boeing 737 beralih ke generasi bawah hanya ada kokpit baru dan sayap, itu saja sudah USD2 miliar," kata Komisaris PT RAI Ilham Habibie di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Foto by Lebahmaster.com
info gambar

Ilham menjelaskan, efisiensi biaya ini dikarenakan pembuatan R80 dikerjakan oleh SDM Indonesia yang ahli di bidangnya. Bahkan, ahli pembuatan pesawat pada PT DI (Dirgantara Indonesia) yang telah berdiri selama 76 tahun telah melalui proses pengembangan pesawat. Sehingga mereka sudah terbiasa dengan desain pesawat, perhitungan, dan pengujian pesawat.

"Kalau barangnya sendiri kita beli misalnya, alumunium beli enzimnya itu sama, enggak bisa kita buat lebih murah karena itu kita beli di pasar, maka harga global jadi enggak mungkin dapat lebih murah. Maka fakta yang akan buat kita lebih berdaya saing dibandingkan yang lain dari sisi biaya itu memang biaya orang kita, itu penting itu aset," kata dia.

Model R80 | republika.com
info gambar

Ilham melanjutkan, pesawat R80 ini nantinya akan memiliki kapasitas hingga 90 tempat duduk. Perbandingannya adalah dengan pesawat jenis ATR yang memiliki kapasitas kurang lebih 70 tempat duduk. "Jadi sekali lagi pesawat yang ada di pasar itu penumpangnya maksimal 72 seperti ATR. Sedangkan kami sekitar 80 hingga 90 jadi 10% minimum diatas mereka,"kata dia.

Dia menargetkan, pesawat R80 dapat diterbangkan paling cepat pada tahun 2021. Saat ini proyek yang masuk dalam Proyek Strategis NAsional (PSN) ini masih terus dikerjakan, termasuk mencari pendaan dan kerjasama dari para investor. "Kalau pesawatnya penerbangan perdananya insya Allah tahun 2022, 2021-2022 kurang lebih," tukas dia.

Render R80 | Kompasiana.com
Render R80 | Kompasiana.com

Uji purwarupa R80 akan dilakukan dengan produk empat pesawat.

Untuk tiga tahun berikutnya, pesawat R80 akan diproduksi masal untuk keperluan penerbangan dan industri pesawat terbang di Indonesia, dan dijadwalkan dipakai untuk komersial pada 2025. PT RAI sendiri berencana memproduksi pesawat dengan jumlah rata-rata 35 pesawat per tahun. Produksi dengan jumlah tersebut dilakukan 2024 mendatang.

Sumber : Okezone.com | Kompas.com | Republika.com

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini