PKBM PPI Taiwan Adakan UNBK Paket C Perdana bagi Buruh Migran Indonesia

PKBM PPI Taiwan Adakan UNBK Paket C Perdana bagi Buruh Migran Indonesia

Pose "Salam Literasi" pengurus PKBM PPI Taiwan bersama bapak Subi Sudarto, S.Sos., M.Si. dan bapak Putra Maha Muda, S.Kom. di KDEI Taipei pasca pelaksanaan UNBK Gelombang 2 tahun 2017 © Humas PKBM PPI Taiwan

Memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi setiap orang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah sebuah tugas mulia yang diamanahkan bagi setiap kaum terdidik, apalagi jika semangatnya diawali dengan apa yang telah tertulis dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945: "untuk memajukan kesejahteraan umum" dan "mencerdaskan kehidupan bangsa", tentunya akan menjadi niatan fastabiqul khairat yang akan bernilai lebih positif dan diharapkan dapat menjadi amal jariyah bagi para pelakunya.

Spirit semacam itulah yang menggelora di hati para pengurus Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PPI Taiwan, Badan Otonom milik PPI Taiwan, yang menjadi garda terdepan dalam peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia di Taiwan. Dan dua hari lalu menjadi catatan sejarah baru bagi pelaksanaan program pendidikan kesetaraan yang telah dijalankan selama ini. Pada hari Minggu (22/10) PKBM PPI Taiwan bersama dengan CLC Bhakti Jaya Indonesia (BJI) berhasil menyelesaikan gawe besar tahunan Ujian Nasional mereka. Akan tetapi, ada yang berbeda untuk pelaksanaan UN kali ini. Kira-kira apa ya perbedaannya?

Atas kerja keras dan kerjasama yang harmonis antara dua PKBM yang ada di Taiwan tersebut, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) perdana tahun 2017 berhasil diselenggarakan bagi siswa-siswi pendidikan kesetaraan paket C (setara SMA) di Taiwan. Ada 16 orang siswa-siswi yang mengikuti UNBK kali ini, 12 orang dari PKBM PPI Taiwan dan 4 orang dari CLC BJI. Tentunya hal tersebut tak lepas dari dukungan maksimal dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Puspendik Balitbang, serta BSNP.

"Kini pendidikan kesetaraan memang benar-benar setara, tak ada lagi sekat dan pembeda antara pendidikan normal berjenjang dengan kesetaraan, buktinya kalian (PKBM PPI Taiwan) bisa melaksanakan UNBK dengan standar yang sama dengan pendidikan formal di tanah air," kata pak Subi Sudarto, S.Sos., M.Si., yang merupakan kepala seksi Pendidikan Berkelanjutan, Subdit Pendidikan Kesetaraan dan Pendidikan Berkelanjutan, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Kemendikbud RI). Beliau yang hadir ke Taiwan untuk mengawasi pelaksanaan UNBK bersama dengan Pengelola Sistem dan Jaringan Puspendik-Balitbang, pak R. Putra Maha Muda, S.Kom., mengapresiasi usaha keras panitia pelaksana UNBK 2017 ini.

"Dengan berbagai kondisi yang kita hadapi, pelaksanaan UNBK dua hari ini relatif lancar, bahkan untuk ukuran pendidikan kesetaraan luar negeri kondisi ini bisa dibilang sudah baik. Hanya saja perlu ada peningkatan performa untuk UNBK selanjutnya, seperti penyediaan server lokal cadangan dan juga komputer client cadangan untuk menghadapi kondisi di luar kendali," imbuh pak Putra.

Raut wajah tegang dan lelah dari panitia seakan terhapus ketika melihat senyum lebar para siswa sesaat setelah mereka menyelesaikan mata pelajaran terakhirnya hari itu (22/10). Tujuh mata pelajaran diujikan dalam dua hari, tentunya sangat amat melelahkan bagi para siswa, yang notabene keseluruhan adalah Buruh Migran Indonesia (BMI) yang berada di Taiwan dengan tujuan bekerja. Semangat mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikannya seakan menjadi pemantik dan pendorong tersendiri bagi pengurus PKBM PPI Taiwan untuk terus berusaha meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat lewat jalur penyediaan layanan pendidikan kesetaraan yang berkualitas.

"Semoga setelah ini (keberhasilan pelaksanaan UNBK perdana di Taiwan) akan terus ada inovasi yang berkelanjutan dari PKBM PPI Taiwan, ditunggu kabar-kabar baiknya!" pesan pak Subi.

"Dan kami (KDEI) juga sangat berterima kasih kepada PKBM PPI Taiwan dan juga Bhakti Jaya Indonesia yang telah membantu menyediakan pelayanan pendidikan bagi para BMI di Taiwan. Semoga kerja kerasnya dihitung ibadah dan menjadi catatan amal baik di akhirat," kata pak Robert James Bintaryo, Kepala KDEI Taipei, saat memberikan sambutan di pembukaan UNBK pada hari pertama (21/10).

Kunjungan pak Subi Sudarto dan pak R. Putra Maha Muda ke Grand Mosque Taipei di sela pengawasan UNBK 2017 di Taiwan (dari kiri: pak Putra; Pelaksana Tugas Ketua PKBM PPI Taiwan; penanggung jawab CLC BJI; dan pak Subi Sudarto)
Kunjungan pak Subi Sudarto dan pak R. Putra Maha Muda ke Grand Mosque Taipei di sela pengawasan UNBK 2017 di Taiwan (dari kiri: pak Putra; Pelaksana Tugas Ketua PKBM PPI Taiwan; penanggung jawab CLC BJI; dan pak Subi Sudarto)

#KotakAjaib

Sumber:

  1. Wawancara antara penulis dengan bapak Subi Sudarto, S.Sos., M.Si. dan bapak R. Putra Maha Muda, S.Kom. pada pelaksanaan UNBK 2017 di KDEI Taipei
  2. Dokumentasi berasal dari Humas PKBM PPI Taiwan

Pilih BanggaBangga88%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli13%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Telkom Peduli Budaya Nusantara Riuhkan Pekanbaru Sebelummnya

Telkom Peduli Budaya Nusantara Riuhkan Pekanbaru

Catat Tanggalnya. Inilah Jadwal Gelaran Formula E di Jalanan Jakarta Selanjutnya

Catat Tanggalnya. Inilah Jadwal Gelaran Formula E di Jalanan Jakarta

1 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.