“Jazzing Through Decades”, Konsistensi JGTC Menjaga Idealisme

“Jazzing Through Decades”, Konsistensi JGTC Menjaga Idealisme

Pembukaan dan konferensi pers The 40th Jazz Goes to Campus, di Institut Francais d'Indonesie (26/10/2017) ©GNFI

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Munculnya gelaran-gelaran musik bertajuk festival jazz di berbagai daerah, menunjukan geliat perkembangan musik jazz di tanah air. Mulai dari perhelatan yang awalnya hanya berskala nasional, bahkan lokal, seperti Jazz Gunung di Bromo, Jazz Atas Awan di Dieng, dan Ngayojazz di Yogyakarta. Kini, gelaran-gelaran tersebut sudah menjadi agenda tahunan yang mampu mendatangkan banyak wisatawan, baik dalam maupun luar negeri.

Di Jakarta, ada sebuah festival jazz yang telah berusia 40 tahun. Festival tersebut ialah Jazz Goes to Campus (JGTC), gelaran musik jazz tertua di Indonesia. Tahun ini dengan mengusung tema “Jazzing Through Decades”. JGTC kembali menunjukan konsistensinya dalam menyelenggarakan festival jazz yang bisa dinikmati semua kalangan.

“JGTC berangkat dari idealisme ‘bringing jazz goes to campus’. Selama ini musik jazz masih terkesan eksklusif. Dengan mengusung idealisme itu, JGTC ingin menghadirkan musik jazz yang bisa dinikmati seluruh kalangan,” kata Arya Prisatria, Project Officer the 40th Jazz Goes to Campus, saat konferensi pers JGTC 40 di Institut Francais d’Indonesie (26/10/2017).

Tahun ini, JGTC akan diselenggarakan pada 26 November 2017 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Indonesia (UI). Arya mengatakan, bahwa JGTC tahun ini akan menghadirkan nama-nama beken seperti; Fariz RM, Rendy Pandugo, Mondo Gascaro, Maliq & D’Essentials, Sri Hanuraga Trio feat Dira Sugandi, Tulus dan musisi-musisi tanah air lainnya.

Selain nama-nama penampil tadi, yang patut ditunggu adalah legenda jazz dunia Al McKay’s Earth, Wind Fire Experience dipastikan akan tampil dalam acara tersebut. Tambah Arya, dengan peningkatan kapasitas venue menjadi 22.000 orang. Panita berjanji akan membuat venue lebih nyaman dari tahun-tahun sebelumnya.

Jazz dan Potensi Pariwisata

Dalam kesempatan itu, hadir juga Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Indonesia, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro. Bambang mengatakan bahwa dirinya juga pernah menjadi ketua pelaksana penyelenggaraan JGTC pada tahun 1989.

Karena itu, kehadirannya dalam pembukaan JGTC 40 ini, tidak ada kaitannya dengan jabatan menteri yang disandangnya sekarang. Akan tetapi, lebih kepada keterikatannya secara individu yang pernah menjadi bagian dalam penyelenggaran festival tersebut.

Bambang menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang mampu menjaga kontinuitas konsep festival dari acara tahunan ini. “Menyelenggarakan festival itu jauh lebih sulit dan complicated dari pada membuat konser. Karena secara bisnis, perhitungan untung-ruginya lebih mudah konser. Itulah yang membuat saya salut dari JGTC ini, karena dari waktu ke waktu konsisten memertahankan konsep festival jazz,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah sedang mendorong sektor pariwisata sebagai prioritas dalam pembangunan nasional. Maka, lanjut Bambang, salah satu unsur yang mampu menarik kehadiran wisatawan,adalah kegiatan yang terkait dengan pertunjukan kesenian, dalam hal ini pertunjukan seni musik.

“Seperti yang kita tahu, bahwa Java Jazz sudah menjadi ikon dalam pariwisata nasional. JGTC ini bisa dibilang Java Jazz versi kampus. Saya berharap JGTC ini juga menjadi satu alternatif bagaimana musik jazz bisa berkait dengan pariwisata,” kata Bambang.


Sumber: GNFI

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sejarah Baru Tercatat di Danau Toba di Hari Sumpah Pemuda 2017 Sebelummnya

Sejarah Baru Tercatat di Danau Toba di Hari Sumpah Pemuda 2017

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru Selanjutnya

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru

Pandu Hidayat
@armandu

Pandu Hidayat

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.