Legenda Hidup Sastra Indonesia Raih Penghargaan Lifetime Achievement di UWRF 2017

Legenda Hidup Sastra Indonesia Raih Penghargaan Lifetime Achievement di UWRF 2017

Animasi Minions karya sutradara Pierre Coffin putra legenda sastra Indonesia, NH. Dini © Universal Pictures

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Dunia sastra Indonesia dibangun oleh para maestro-maestro bereputasi. Lewat karya mereka, sastra Indonesia dikenal dan diapresiasi dunia. Seperti dalam Ubud Writer's & Reader's Festival yang diadakan setiap tahunnya di Ubud, Bali. Hingga tahun ini, UWRF telah memasuki edisi yang ke-15 dan di tahun ini legenda sastra Indonesia NH. Dini menerima penghargaan Lifetime Achievement Award.

Sebagaimana rilis yang diterima GNFI, penghargaan bergengsi untuk seorang sastrawan Indonesia tersebut terakhir kali diberikan pada maestro sastra Indonesia asal Tapanuli, Sumatra Utara di tahun 2010. Penganugerahan penghargaan ini diberikan di hari pertama pembukaan UWRF 2017. NH. Dini tampak ke atas panggung penghargaan bersama puteranya, Pierre Coffin, yang merupakan sutradara dan animator film box office Hollywood, Trilogi Despicable Me dan Minions.

"Saya sangat bahagia bisa mendapat penghargaan ini, karena sebelumnya penerima penghargaan ini adalah Alm. Sitor Situmorang, seorang senior yang saya hormati. Saya telah berkiprah di dunia sastra selama puluhan tahun dan merasa sangat terhormat saya masih diingat hingga saat ini," ujar NH. Dini saat menerima penghargaan.

NH. Dini saat berada di UWRF 2017 (Foto: UWRF)
NH. Dini saat berada di UWRF 2017 (Foto: UWRF)

Perempuan bernama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau terkenal dengan nama NH. Dini adalah seorang sastrawati kelahiran Semarang 29 Februari 1936. Karya-karyanya banyak mengangkat tema-tema isu sosial berupa novel, cerpen ataupun cerita kenangan. Beberapa karyanya yang masyhur adalah Pada Sebuah Kapal terbit tahun 1972, La Barka terbit tahun 1975, Namaku Hiroko terbit tahun 1977, Orang-orang Tran terbit tahun 1983, Pertemuan Dua Hati terbit tahun 1986 dan Hati yang Damai terbit tahun 1998. Karya terakhir yang dibuatnya terbit pada tahun 2003 dengan judul Dari Parangakik ke Kamboja.

Telah lebih dari 20 buku ditulis oleh NH. Dini yang kerap dibaca kalangan cendekiawan dan jadi perbincangan kalangan sastrawan. Berkat karyanya tersebut, NH. Dini pernah meraih penghargaan SEA Writer Award bidang sastra dari Pemerintah Thailand.

“Hadirnya NH. Dini, seorang legenda hidup dunia sastra Indonesia, di UWRF adalah suatu hal yang sangat membanggakan bagi kami. Tidak ada orang Indonesia yang tidak mengenal NH. Dini dan saya harap makin banyak juga pembaca internasional yang mengenal beliau, dan tahu betapa luar biasanya penulis-penulis Indonesia.” ucap Janet DeNeefe saat memberikan penghargaan tersebut di atas panggung Gala Opening.

Ubud Writer's and Readers Festival sendiri merupakan ajang festival sastra tahunan yang mendatangkan sastrawan-sastrawan dari berbagai belahan dunia. Tahun ini, UWRF 2017 diselerenggarakn selama lima hari sejak tanggal 25 Oktober hingga 29 Oktober 2017 dengan tidak kurang dari 150 penulis dihadirkan untuk penikmat sastra baik dari Indonesia maupun luar negeri.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga64%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi29%
Pilih TerpukauTerpukau7%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ikrar Sumpah Pemuda di Sembilan Titik, Wujud Semangat Kesatuan Pemuda Bangsa Sebelummnya

Ikrar Sumpah Pemuda di Sembilan Titik, Wujud Semangat Kesatuan Pemuda Bangsa

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia Selanjutnya

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.