Berbincang Mengenai Pendidikan Bela Negara bersama Direktur Bela Negara

Berbincang Mengenai Pendidikan Bela Negara bersama Direktur Bela Negara
info gambar utama

Pada tanggal 29 Oktober 2017 lalu, tepatnya pada hari Minggu bertempat di Wisma Kedutaan Republik Indonesia di Ankara-Turki bertepatan dengan perayaan TNI ke 72, Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan, yakni Laksamana Pertama TNI Dr. H.M Faisal, SE., MM memberikan materi mengenai Bela Negara terhadap pelajar Indonesia yang saat ini sedang menempuh studi nya di Turki. Disaat yang sama juga salah satu penulis GNFI yang hadir disitu juga mendapat kesempatan untuk wawancara mengenai pentingnya Bela Negara untuk Indonesia.

Bela Negara dalam pengertian dasar adalah suatu sikap dan perilaku warga negara yang dilakukan oleh warga negara Indonesia dengan dasar cinta kepada Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam materi nya Dr. H.M Faisal, SE., MM mengutarakan berulang-ulang bahwa dasar negara yakni Pancasila dan UUD 1945 merupakan dasar Bela Negara yang tidak bisa dipisah. Dalam sesi Forum Group Discussion (FGD) ini ia mencontohkan hal kecil sebagai bentuk Bela Negara. “Bela Negara bukan berarti kita harus terjun ke militer untuk melakukan bela negara, bukan itu satu-satunya cara, adik-adik (pelajar Indonesia di Turki) yang belajar disini secara sungguh-sungguh untuk kemajuan bangsa juga merupakan tindakan bela negara”, ujarnya.

Banyak yang berasumsi bahwa bela negara hanya bisa dilakukan dengan cara bergabung dengan militer dan memegang senjata. Namun ternyata berbagai hal yang kita lakukan atas dasar cinta kita kepada bangsa Indonesia merupakan bentuk dari Bela Negara. Seringkali kita tidak sadar bahwa ternyata kita sudah melakukan Bela Negara. Hal ini juga diutarakan oleh Atase Pertahanan Indonesia di Turki yakni Kolonel Laut (S) Yusliandi Ginting sebagai moderator di awal sesi, “Kita sering tidak sadar bahwa ternyata kita sudah melakukan bela negara,” ungkapnya membuka sesi FGD.

Pemaparan materi mengenai Bela Negara
info gambar

Laksma Faisal juga mengungkapkan bahwa Bela Negara merupakan langkah penting Indonesia untuk menjaga keberlangsungan bangsa. Dalam sesi nya beliau memberikan beberapa poin penting untuk masyarakat Indonesia terkait Bela Negara yakni salah satunya adalah poin menyelamatkan bangsa, menyelamatkan bangsa dalam hal ini belum tentu karena gesekan angkatan bersenjata Indonesia dengan bangsa lain, ada bahaya lain yang mengintai kita yakni ancaman non militer atau disebut dengan nirmiliter. Berita hoax yang sedang marak berlangsung juga merupakan ancaman nirmiliter karena berpotensi untuk merusak perdamaian bangsa Indonesia.

Anak muda Indoensia merupakan ujung tombak Indonesia yang mana nantinya akan menjadi pemimpin di negeri kita. Untuk itu penting bagi kita untuk membentuk masa depan bangsa yang cinta pada bangsanya. Seperti yang pernah diutarakan oleh Leonard F. Hutabarat, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, bahwa saat ini generasi Baby Boomers mulai tergantikan dengan generasi Milenial dan pada 100 tahun Indonesia merdeka diharapkan Indonesia menjadi negara yang lebih maju, namun hal itu tidak akan tercipta jika anak muda Indonesia malah hancur dan menjadi beban. Program Bela Negara yang dimulai pada 19 desember 2015 lalu bisa jadi merupakan solusi untuk memajukan Indonesia. saat ini Kemenhan saat ini bekerja bersama kementerian kelembagaan lainnya,” didalam program Bela Negara, Kemenhan tidak bekerja sendiri melainkan bekerjasama dengan berbagai pihak, namun dalam hal ini kemenhan bertindak sebagai leading sector”, ujar Laksma Faisal. Saat ini Kementerian Pertahanan sudah membangun suatu kurikulum yang memiliki nilai-nilai bela negara yang nantinya harus di internalisasikan kepada seluruh warga Indonesia.

Menurutnya pendidikan bela negara harus diterapkan diberbagai lini kehidupan contohnya saja dalam bidang pendidikan dari mulai PAUD, TK hingga SMA, semangat kebangsaan haruslah ditanamkan dengan cara memperdengarkan lagu Indonesa Raya setiap sebelum apel lagi, lambang-lambang negara yang dipasang rapi dan lain sebagainya sehingga anak-anak sedikit demi sedikit akan tumbuh rasa cinta nya akan bangsa Indonesia.

Hingga saat ini kader Bela Negara telah mencapai jumlah 60 juta orang dan diharapkan ketika 2024 mencapai 100 juta kader Bela Negara. Berbicara mengenai indikator kesuksesan dari pendidikan Bela Negara Laksma Faisal mengungkapkan bahwa indikator kesuksesannya adalah perilaku dari kader Bela Negara, “indikator kesuksesannya ada dua yakni indikator umum dan khusus. Indikator umum ini bisa dilihat dari 3 lingkungan pendidikan, lingkungan pemukiman seperti kehidupan dalam bermasyarakat dan juga lingkungan pekerjaan, sukses tidaknya program Bela Negara dapat dilihat dari perubahan positif yang dilakukan terkait Bela Negara, begitu juga dengan indikator khusus yakni lebih kepada perseorangan, ada nya perubahan positif dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Penyematan Pin Bela Negara untuk Pelajar Indonesia di Turki
info gambar

Hal yang menjadi tantangan untuk membentuk mental bangsa melalui program Bela Negara adalah masih banyak stigma negatif mengenai Bela Negara karena banyak yang tidak tahu bahwa Bela Negara merupakan upaya bangsa untuk menyelamatkan bangsa. “saya optimis dengan program bela negara karena sekarang dengan kesadaran yang tumbuh di tengah masyarakat sedikit demi sedikit, mereka tahu bahwa ini adalah hal yang penting,” tutupnya.

Dalam agenda di Wisma Kedutaan RI Ankara ini turut pula hadir Duta Besar Indonesia untuk Turki H.E Wardana dan juga Atase Pertahanan (ATHAN) Kolonel Laut (S) Yusliandi Ginting.

Sejatinya membela negara bisa dilakukan dengan cara yang beragam seperti bertingkah baik, membayar pajak tepat waktu, belajar dengan sungguh-sungguh dan tentunya berjuang untuk kemajuan tanah air. Kita sebagai warga negara Indonesia wajib untuk memajukan Indonesia dengan cara kita. Anak muda sebagai calon pemimpin bangsa sudah seharusnya memiliki pola pikir yang visioner akan bagaimana mereka nanti memimpin bangsa ini.

“Harapan kita untuk bangsa Indonesia adalah jadilah role model untuk bangsa negara, jagalah sikap dan perilaku untuk bangsa Indonesia”

_Laksamana Pertama TNI Dr. H.M Faisal, SE., MM_

*GNFI

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini