Indonesia Akan Bangun Observatorium Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia Akan Bangun Observatorium Terbesar di Asia Tenggara
info gambar utama

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berencana membangun Observatorium Nasional (Obnas) di Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas pengamatan antariksa modern ini akan menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara.

Informasi itu disampaikan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki di Oelamasi, Senin, 30/10 pada Tempo. Tim dari Lapan, kata dia, sudah menemuinya untuk membicarakan kelanjutan pembangunan Observatorium tersebut.

Dalam pembangunannya, LAPAN akan bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Nusa Cendana (UNdana), Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Pemkab Kupang.

Foto: Antara Foto/Muhammad Arif Pribadi
info gambar

Berdasarkan desain yang dilakukan Lapan, kawasan pegunungan Timau dinilai sangat strategis untuk kegiatan pengamatan antariksa. Dari sana bisa dilakukan pengamatan ke arah utara dan selatan.

Menurut Titu, dengan adanya Observotorium ditambah panorama pegunungan Timau yang indah, akan mampu menyedot kunjungan wisatawan asing dan lokal dalam jumlah besar.

"Lapan akan mendesain kawasan itu menjadi lokasi obyek wisata alam yang sangat menarik bagi wisatawan," kata Titu pada Tempo.

Gunung Timau. Image: Deangeomatics.com
info gambar

"Maka, Obnas Timau bukan hanya berfungsi untuk penelitian, namun juga berdampak positif dalam pengembangan wilayah setempat, yaitu Kawasan Timur Indonesia," tulis rilis LAPAN, Rabu (1/11), seperti yang dikutip Kontan.

Bersinergi dengan kawasan wisata baru, wilayah sekitar Obnas akan dikembangkan sebagai kawasan Taman Nasional Langit Gelap (National Dark Sky Park).

"Ini akan menjadi kawasan wisata khas yang menarik wisatawan, untuk menikmati keindahan alam dan langit di malam hari," tulis LAPAN.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini