Tahun depan Indonesia bakal menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat dunia, Asian Games 2018. Ajang kompetisi olahraga se-Asia ini akan dilangsungkan di dua kota, Jakarta dan Palembang mulai 18 Agustus sampai . Kesempatan menjadi tuan rumah ini merupakan kesempatan ke-18 yang dipercayakan pada Indonesia. Oleh karena itu, untuk menjadi tuan rumah yang mampu memberikan fasilitas yang memuaskan bagi para atlet dari seluruh Asia lewat dukungan dari Berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia.

Sebagaimana diberitakan Indotelko 25/10, BUMN utama yang mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018 adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Telekomunikasi Selular. BUMN-BUMN tersebut akan mendukung gelaran olahraga yang akan mendatangkan lebih dari 1500 atlet ini dalam bentuk sponsor utama.

Meneteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan bahwa dukungan BUMN ini merupakan pernyataan bahwa BUMN hadir untuk memberikan dukungan bagi peningkatan kemajuan di bidang olahraga di Indonesia. Selain itu, berkat dukungan BUMN, kelancaran penyelenggaraan Asian Games 2018 diharapkan dapat terjamin sehingga berdampak posisif bagi peningkatan dan perbaikan prestasi olahraga Indonesia di mata dunia. 

"Perusahaan-perusahaan BUMN tidak hanya menjalankan fungsinya sebagai korporasi yang terus menciptakan nilai bagi pemangku kepentingan dan negara, tetapi juga turut bertanggung jawab dalam mendukung kemajuan dan peningkatakn prestasi bangsa di mata dunia," ujar Rini.

Ia juga menambahkan bahwa lewat skema sponsor, keterlibatan BUMN di Asian Games menjadi kesempatan emas untuk mempromosikan perusahaan ke tingkat internasional. "Kita harus memberikan dukungan secara total. Sponsorship akan disesuaikan dengan kemampuan pendanaan masing-masing perusahaan. Namun yang mau ditegaskan di sini adalah bagaimana mendukung secara pelayanan dan bagaimana kesiapan kita nanti,” ujarnya.

Target kesuksesan juga telah ditetapkan oleh setiap BUMN yakni sukses kualitas, kapasitas dan komersial. Target ini sesuai dengan target yang ditentukan oleh INASGOC yakni sukses infrastruktur, sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Untuk mencapai target-target itu, setiap BUMN yang dimiliki Indonesia bakal dilibatkan sesuai dengan bidangnya masing-masing dalam empat manajemen even yang ditugaskan pada berbagai BUMN Indonesia. Yakni Games Operation, Games Administraion, Games Support dan Games Security.

Di bidang Games Operation, sejumlah BUMN seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ditunjuk untuk melakukan konstruksi venue pertandingan dan infrastruktur fisik. Untuk kebutuhan listrik selama pertandingan, penyediaan bahan baku bangunan, fasilitas telekomunikasi dan penguatan sinyal hingga penyediaan taman di venue, berturut-turut diberikan oleh PT PLN, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia dan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Untuk penyediaan medali juara dan merchandising, BUMN hadir melalui dukungan dari PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dan PT Sarinah (Persero). Selain itu, PT Kimia Farma (Persero) Tbk juga memberikan dukungannya dalam menyediakan obat-obatan, suplemen kesehatan dan alat kesehatan sepanjang penyelenggaraan kegiatan.

Dalam pembangunan Athlete Village, sarana dan prasarana serta additional services, accommodation dan catering diberikan oleh Adhi Karya, PP, Waskita Karya, PLN, Semen Indonesia, Hotel Indonesia Group, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Pupuk Indonesia.

Sementara di bidang Games Administration, penyiapan special gate dan space untuk akreditasi di bandara dan asuransi bagi participant dilakukan oleh PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Untuk promosi dan sosialisasi akan dilakukan oleh Perum LKBN Antara. Dan untuk ticketing, ceremonies dan event akan dilakukan melalui sinergi antara Telkom, Himbara, Perum Peruri dan PLN.

Di sisi Games Support, Angkasa Pura II dan PT Pos Indonesia (Persero) akan memberikan dukungan terhadap penyediaan gate dan cargo handling bagi participant. Sementara penyediaan transportasi bahan bakar, sarana jalan dan traffic control sepanjang pelaksanaan acara akan ditangani oleh Perum Damri, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Pelindo II (Persero), PT PGN (Persero) Tbk, Pertamina dan Jasa Marga. 

Hotel Indonesia Group, Sarinah dan Himbara akan menyediakan akomodasi bagi participant, merchandising bagi pengunjung dan ATM/payment system bagi umum. Untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi dan teknologi informasi, Telkom dan PLN hadir dengan infrastruktur, hardware, data center dan teknologi IT, maupun infrastruktur broadcasting dan power.

Terakhir, di bidang Games Security, Hotel Indonesia Group dan Angkasa Pura II akan menyediakan space dan security team untuk tamu VVIP. Untuk sistem pengendalian lalu lintas akan ditangani oleh Jasa Marga. 

Sistem monitor dan pengawasan juga dibuat, Sistem Informasi Monitoring Asian Games (SIMONAG). Lewat aplikasi ini, masing-masing BUMN dapat melakukan pengawasan program kerja terkait dan melakukan pembaharuan status program kerja secara periodik. Aplikasi ini juga mengintegrasikan Laporan Executive Dashboard program kerja dengan Digital Command Center (DCC) di Kantor Kementerian BUMN. Dengan demikian semua program kerja BUMN yang berkenaan dengan dukungan pelaksaaan Asian Games 2018 dapat dipantau secara mudah dan cepat.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu