Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018, Sumsel Hadirkan Tourist Information Center

Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018, Sumsel Hadirkan Tourist Information Center
info gambar utama

Sambut Asian Games 2018, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membangun Tourist Information Center (TIC). Tourist Information Center merupakan bangunan pelayanan publik dengan konsep one stop tourism centre (fasilitas terpadu), dimana ini akan memberikan pelayanan dan kemudahan informasi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengetahui destinasi wisata di Sumatera Selatan. Pembangunan TIC akan dikawal langsung oleh Pemprov Sumsel bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan pelaku usaha.

Mengingat Asian Games 2018 sudah didepan mata, kehadiran TIC diapresiasi penuh oleh masyarakat, pemerintah dan lembaga terkait lainnya. Judi Rifajantoro, selaku Staf Khusus Menteri Bidang Infrastruktur Pariwisata Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam membangun Tourist Information Center, yakni lokasi, sumber daya manusia yang mendukung serta konten.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
info gambar

Untuk itu, TIC dipusatkan pada lokasi-lokasi strategis, seperti Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Pelataran Benteng Kuto Besak yang merupakan iconnya Bumi Sriwijaya, hingga Jakabaring Sport City (JSC) yakni lokasi saksi berlaganya event olahraga bangsa-bangsa dari 45 negara Asia termasuk macan Asia (Korea, Jepang dan China) 2018. Pembangunan ketiga titik lokasi informasi wisata ini nantinya secara fisik akan diserahkan kepada pemerintah daerah atau pelaku usaha, sedangkan media dan kontennya menjadi tanggung jawab Kementrian Pariwisata. Sementara SDM, Sumatera Selatan sudah mumpuni dan qualified. Ada 600 mahasiswa Poltek Pariwisata yang mampu menguasai bahasa asing dan etikanya teruji. Kurikulumnya bisa langsung dipraktekkan pada TIC.

Proyek percontohannya bisa dilihat di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Juga sebagai tuan rumah Asian Games 2018, yang memasang TIC dan diawasi oleh operator bandara milik negara Angkasa Pura II. Semua layanan TIC di bandara gratis, termasuk konsumsi dari para sponsor.

Menanggapi hal tersebut, menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, bila dikelola dengan serius, TIC nantinya bisa menjadi semacam tourism supermall. Wisman bisa mendapat informasi mengenai atraksi wisata, transportasi, produk, akomodasi, kuliner, potensi seni budaya serta kalender event wisata. Mereka bisa langsung melakukan reservasi dan pembayaran untuk pengalaman wisata yang terbaik.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
info gambar


Sumber: venuemagz.com | nasional.indopos.co.id | timesindonesia.co.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini