Teori Bubur Panas, Membangun Indonesia dari Pinggir

Teori Bubur Panas, Membangun Indonesia dari Pinggir
info gambar utama

Siapa bilang membangun Indonesia harus selalu dimulai dari kota? Daerah-daerah yang jauh dari Ibu Kota pun juga punya potensi yang sama untuk menjadi penyangga pembangunan nasional. Selayaknya menyantap bubur panas yang dimulai dari pinggir. Agaknya, membangun Indonesia juga bisa dimulai dengan pendekatan yang sama.

Akan tetapi di era yang semakin berkembang dan maju seperti saat ini. Membicarakan pembangunan yang dimulai dari daerah. Kerap kali bukannya mendapat dukungan, tetapi malah menuai cibiran. Pasalnya, generasi milenial dan post milenial, yang notabene menjadi tulang punggung pembangunan, sudah termakan oleh obsesi hidup di kota-kota besar. Seakan pembangunan yang dimulai dari daerah hanya angan-angan utopis dan isapan jempol belaka.

Namun, berbeda dari orang-orang kebanyakan, kondisi tersebut tidak berlaku bagi anak-anak muda ini. Anak-anak muda yang tergabung dalam Forum Putra Daerah Membangun (PDM). Sebuah forum kepemudaan yang beranggotakan putra-putri dari berbagai daerah di Indonesia.

“Forum Putra Daerah Membangun (PDM) mempertemukan anak muda ini dalam ikatan pengabdian yang hangat. PDM mengumpulkan putra-putri daerah yang belum terhubung untuk dibangun menjadi sebuah ekosistem pemberdayaan lintas sektor dan lintas daerah. Karena tak ada yang tunggal. Semua saling membutuhkan, saling menolong, maka landasan bangsa ini adalah Gotong Royong”, ungkap Reza Zaki, Ketua Putra Daerah Membangun.

Siapakah Mereka?

Mereka adalah anak-anak muda yang ketika orang-orang sibuk memetakan jati diri. Justru di usia muda mereka sudah berpeluh keringat dan tumbuh di tengah-tengah masyarakat. Ikut beradu gagasan mengentaskan persoalan sosial.

Mereka menanam harapan di setiap titik negeri ini, dari mulai Aceh sampai Papua, Sabang hingga Merauke. Mereka adalah jembatan bagi daerah masing-masing untuk mengembangkan potensinya agar memeroleh hajat hidup yang lebih baik.

Sebagaimana fungsi jembatan yang selalu diinjak-injak dan dilupakan jasanya. Diam-diam para pemuda ini menorehkan prestasi yang tidak main-main. Lebih dari 50 penghargaan nasional dan internasional telah mereka raih. Prinsipnya, “ndeso” bukan berarti memutuskan komunikasi dengan dunia global.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Kini, bersama dengan organisasi Rumah Kepemimpinan (RK), PDM secara serius mencoba membangun database di 34 provinsi untuk menghimpun potensi-potensi sumber daya nanusia (SDM) lokal yang fokus pada aktifitas Social Entrepreunership (Socent).

Beberapa diantaranya adalah Goris Mustaqim yang membangun konsep aplikasi untuk mencegah gizi buruk kepada ibu-ibu di Garut, Gamal Albinsaid di Malang yang memberikan pelayanan kesehatan dengan ditukar sampah.

Sugeng Handoko di Gunung Kidul yang bisa membawa desanya menjadi desa wisata Terbaik di ASEAN selama dua tahun berturut-turut, Harianto Albar di Makassar yang menjadi penemu Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) untuk mengaliri listrik di desanya.

PDM adalah Aset

PDM kini sudah menjadi sebuah platform yang mampu menaikan ikatan kekaryaan di daerah-daerah. Beberapa program yang diinisiasi PDM antara lain, PDM Summit, Desa Outlook, PDM Mart, dan PDM Campus.

Walaupun saat ini PDM masih berbasis kedaerahan, tetapi para aktor perubahannya, sebagian merupakan kandidat doktor, baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan ada yang meraih penghargaan dan mendapatkan kesempatan sepanggung menjadi narasumber bersama tokoh-tokoh dunia, seperti; Presiden Amerika Serikat ke-44, Barrack Obama; anggota keluarga Kerajaan Inggris, Pangeran Charles; hingga Presiden Rusia , Vladimir Putin.

poster kegiatan Putra Daerah Membangun (PDM) bekerja sama dengan Rumah Kepemimpinan (RK)

Forum Putra Daerah Membangun (PDM), mungkin bisa menjadi antitesis bahwa pembangunan tidak harus dimulai dari kota. Daerah atau desa juga memiliki potensi yang sama, asalkan terjalin hubungan saling sinergis antara masyarakat yang berada di sana, khususnya anak muda.

“PDM adalah aset, yang harapannya mampu membangkitkan semangat putra-putri daerah di desa-desa untuk bisa menghidupkan titik-titik potensial yang ada di desa. Memberikan arahan, bimbingan dan pembinaan, serta bisa saling berkolaborasi mengangkat potensi daerah ke level nasional, bahkan internasional dengan tetap menjaga keramahtamahan dan keasrian budayanya”, pungkas Ratna Yunita, anggota putri PDM dari Karanganyar, Jawa Tengah.


Sumber: Forum Putra Daerah Membangun (PDM)

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini