Mulai Beroperasi Tahun 2020, Enam Terowongan KA Cepat Jakarta-Bandung Mulai Dibangun

Mulai Beroperasi Tahun 2020, Enam Terowongan KA Cepat Jakarta-Bandung Mulai Dibangun
info gambar utama

Menteri BUMN Rini Soemarno menyebut bahwa pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sudah dimulai.

Dalam acara di sebuah stasiun TV swasta akhir bulan lalu, menteri Rini mengungkapkan banyak yang tidak menyadari pembangunan kereta cepat sudah dikerjakan.

"Karena yang diutamakan adalah persiapan untuk (pembangunan) terowongan. Ada 23 terowongan, paling sulit (dibangun), sekarang sudah 6 terowongan yang mulai dibangun," kata Rini.

Proyek ini hampir 81 kilometer berada di jalan layang, kemudian meng­gunakan terowongan sepanjang 20 kilometer. Konsorsium juga sedang me­nyiapkan teknologi, karena ada daerah rawan gempa.

Rini menjelaskan, pembangunan kereta cepat memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. Salah satunya karena rencana tata ruang wilayah (RTRW) nasional yang baru selesai pada bulan Mei kemarin. Setelah itu penataan lokasi yang harus dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Target pengoperasian kereta cepat Jakarta-Bandung juga mundur dari perkiraan awal. Sedianya, kereta cepat ini direncanakan beroperasi pada kuartal III tahun 2019, "Tapi, nampaknya (kereta cepat) baru (beroperasional) pertengahan tahun 2020. Tapi pasti Insya Allah jadi," kata Rini seperti dikutip dari Kompas.com.

Hal yang sama diungkapkan Direktur Lalu Lintas Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Zulmafendi di Gedung Karsa, Kementerian Perhubungan.

“Target operasi kita di 2020. sekarang ini konsesi sudah kita bahas kemarin dan ini sudah hampir final,” ujar Zulmafendi.

Salah satu yang menjadi terlambatnya pembangunan kereta cepat ini adalah masalah adendum antara Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Dengan adanya kesepakatan proyek bisa dilanjutkan dengan keluarnya pinjaman dari China Development Bank.

“Kami tunggu keputusan soal adendum perubahan itu. Kalau masa konsesi tetap 50 tahun berlaku sejak mulai masa konstruksi. Dalam adendum, ganti rugi proyek tidak jalan juga sudah dihilangkan,” tambah Zulmafendi.

Sebagai informasi, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan hasil kerja sama konsorsium BUMN Indonesia dan konsorsium perusahaan China. Adapun badan usaha negara yang terlibat adalah PT Wijaya Karya, PT Jasa Marga, PT KAI, dan PT Perkebunan Nusantara VIII.

Selain proyek di Indonesia, China juga mencapai perkembangan positif dalam proyek pembangunan kereta di Laos, Thailand, serta Hongaria dan Serbia sebagai implementasi dari kerja sama Inisiatif Sabuk Ekonomi Jalur Sutra dan Jalur Sutra Maritim.

Sumber : Kompas.com | Airmagz.com | Liputan6.com

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini