Belajar dari Konglomerat Inggris, Ratusan Mahasiswa Hadiri Malam Karir Indonesia di London

Belajar dari Konglomerat Inggris, Ratusan Mahasiswa Hadiri Malam Karir Indonesia di London
info gambar utama

Ratusan mahasiswa dari 25 universitas dan profesional dari berbagai sektor strategis di Inggris hadir dalam acara tahunan Malam Karir Indonesia di London awal November ini.

Kegiatan yang diadakan organisasi profesional muda Indonesia atau Young Indonesian Professionals’ Association (YIPA) tersebut, bekerja sama dengan Perhimpunan Anglo-Indonesian Society (AIS), dan KBRI London.

Membuka acara yang diadakan di Auditorium gedung KBRI London yang baru, Duta Besar Indonesia untuk Inggris dan Irlandia, Dr Rizal Sukma, mengatakan, “Malam Karir ini adalah platform terbaik untuk mahasiswa Indonesia untuk mengakses informasi tentang peluang karir di Inggris dan Indonesia.”

Duta Besar Indonesia untuk Inggris dan Irlandia. Foto: YIPA
info gambar

Mantan Direktur Eksekutif CSIS ini juga menganjurkan para perserta untuk mencari pengalaman di Inggris sebelum kembali ke Indonesia karena ini akan menambah nilai kepada gelar Inggris yang akan dicapai.

Platform karir terbesar kali ini menghadirkan konglomerat Asia Pasifik asal Inggris, Sir Henry Keswick, Chairman untuk Jardin Matheson Group.

Jardine Matheson adalah bisnis konglomerat grup asal Inggris yang memiliki fokus di Asia dengan anak perusahaan seperti Astra Internasional, Permata Bank, Jardine Motors, Mandarin Oriental Hotel, dan berbagai bisnis lain dengan total penghasilan USD 72,4 milyar di tahun 2016 dengan 430 ribu orang yang bekerja di dalamnya.

Investasi pertama Jardine di Indonesia adalah dengan Dr. Ir. Ciputra dan Bapak Sudono Salim dalam bentuk pinjaman tanpa surat kontrak.

Steven Marcelino, Direktur Eksekutif YIPA. Foto: YIPA
info gambar

Investor Inggris pertama di Indonesia tersebut berkata, “Seorang harus mempunyai reputasi baik, dapat dipercaya, dan harus selalu ingin tahu didalam dunia bisnis”.

Steven Marcelino, Direktur Eksekutif YIPA, yang menjadi moderator acara ini menambahkan, Jardine memiliki dampak yang luar biasa di Indonesia, dengan 56% untuk pasar mobil dan 74% untuk pasar motor di Indonesia, juga bisnis konglomerat dibidang jasa keuangan, agribisnis, tambang, dan infrastruktur, Jardine memiliki impact yang luar biasa di Indonesia.

Financial services strategy consultant di Accenture London ini memberikan apresiasi tinggi untuk kesempatan emas bagi para mahasiswa dan profesional Indonesia untuk mendengarkan langsung dari salah satu pengusaha paling legendaris dari Inggris.

Peter Albuquerque, Managing Director dan COO Kraft Heinz Company. Foto: YIPA
info gambar

Selain Jardine, ada berbagai perusahaan dari Inggris dan Indonesia yang berpartisipasi dalam sesi karir fair untuk Malam Karir Indonesia tahun ini, yaitu Kraft Heinz Company, Microsoft, Accenture, KPMG, The London Institute of Banking and Finance, PT Bank UOB Indonesia, Blibli.com, dan Stand Studio.

Dalam career workshop, Thao Bui, Global Student Recruitment Manager untuk ICAEW (The institute of Chartered Accountants in England and Wales), juga membahas pentingnya kualifikasi profesional dan skema mentorship yang disediakan ICAEW.

Selain itu, Nadim Choudhury, Kepala Careers and Employability di the London Institute of Banking and Finance, juga menyampaikan tentang kompetensi yang diperlukan untuk bekerja di sektor perbankan dan keuangan.

Diharapkan dari acara tahunan Malam Karir Indonesia ini, talent Indonesia di Inggris dapat memberikan inspirasi untuk perjalanan karir yang mengglobal di Indonesia maupun di Inggris.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Indah Gilang Pusparani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Indah Gilang Pusparani.

Terima kasih telah membaca sampai di sini