Wisatawan mancanegara, wisman, yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun menimbulkan optimisme yang luar biasa. Setelah tahun 2012 jumlah wisman mencapai 8,04 juta orang, tahun 2013 melonjak menjadi 8,8 juta orang, dan 2014 pun naik lagi menjadi 9.44 juta. Optimisme makin menjadi saat pada 2015, jumlah menembus angka psikologis di atas 10 juta, tepatnya 10.4 juta kunjungan wisman.

Tak berhenti di situ, tahun 2016 angkanya naik secara dramatis menjadi 12.1 juta kunjungan wisman. Tahun ini, targetnya adalah mendatangkan 15 juta wisman. Terlihat cukup ambisius, namun hingga September 2017, jumlah kunjungan wisman sudah mencapai angka 10.46 juta. Masih ada 3 bulan untuk mengejar tambahan 5 juta wisman. Sungguh sebuah pekerjaan tidak main-main.

Namun apapun hasilnya, beberapa tahun ini Indonesia berhasil mempersembahkan sebuah pencapaian dari sektor wisata yang sebenarnya mengejutkan. Harapan pun membuncah tinggi bahwa target Indonesia mendatangkan 20 juta wisman pada 2019 akan tercapai, dan makin banyak yang meyakini bahwa sektor pariwisata dapat diandalkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

Danau Toba | Indonesia.Travel
Danau Toba | Indonesia.Travel

Di samping itu, sektor ini memiliki efek pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat dan melibatkan banyak tenaga kerja. Secara makro, pariwisata bahkan diprediksi akan menjadi penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia. Oktober 2017 lalu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan saat ini, sektor pariwisata merupakan penghasil devisa kedua terbesar di Indonesia.

"Artinya, kedatangan wisatawan mancanegara linier dengan jumlah devisa yang datang, argo average (belanja wisatawan mancanegara) itu 1.200 dollar AS (per orang per kunjungan)," katanya. Saat ini, penyumbang devisa terbesar adalah minyak kelapa sawit, pariwisata, migas, dan batu bara. Hanya saja, dia, sektor pariwisata yang tumbuh paling tinggi ketimbang tiga sektor lainnya. Pertumbuhannya sekitar 25 persen.

Pulau Padar | Atlas Obscura Vinh Pham (CC0 1.0)
Pulau Padar | Atlas Obscura Vinh Pham (CC0 1.0)

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menambahkan bahwa devisa Indonesia dari sektor pariwisata pada tahun 2016 mencapai hampir AS$ 12 milyar.

Tak hanya target 20 juta kunjunan wisman yang dituju, namun juga target kontribusi sektor pariwisata PDB sebesar 8 persen, perolehan devisa Rp 260 triliun, penciptaan lapangan kerja 13 juta orang, pergerakan wisatawan domestik 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata di ranking 30 dunia.

Mandalika - Lombok | indonesiaexpat.biz
Mandalika - Lombok | indonesiaexpat.biz

Sekali lagi, bukan target mudah. Tahun lalu, Indonesia masih berada cukup jauh dari dua jawara Asia Tenggara di sektor wisata, yakni Thailand (32.6 juta kunjungan wisman), dan Malaysia (26.8 kunjungan wisman). Indonesia juga masih sedikit dibawah Singapura (12.9 juta wisman). Meski begitu, Indonesia sudah masuk 10 besar negara dengan kunjungan wisman terbesar di Asia Pasifik, sebuah prestasi yang layak disyukuri.

Caption (Sumber Gambar)

Masih ada waktu untuk mengejar target, masih ada yang bisa dilakukan untuk mengejar negara-negara tetangga. Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia tahun depan, Asian Games 2018, Bali Democracy Forum, bisa menjadi trigger bagus mendatangkan banyak wisman. Pun jika pengembangan "4 Bali Baru"; yakni Danau Toba, Kawasan Candi Borobudur, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, dan Labuan Bajo selesai dengan sempurna, maka negeri yang indahnya tiada dua ini, akan mampu mensejahterakan rakyatnya lewat pariwisata.

Kita Indonesia, tentu kita bisa

Sumber :

BPS

Kompas.com

CNN Indonesia

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu